Jayapura, Jubi – Kepolisian Daerah (Polda) Papua merilis laporan akhir tahun 2025 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja kepada publik.
Rilis tersebut memuat evaluasi menyeluruh terkait situasi keamanan, penegakan hukum, pelayanan publik, hingga tantangan strategis yang dihadapi sepanjang 2025.
“Rilis akhir tahun ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat Papua terkait kinerja kepolisian sepanjang 2025, baik dalam aspek keamanan, penegakan hukum, maupun pelayanan publik,” kata Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Patrige Rudolf Renwarin di Kota Jayapura, Rabu (31/12/2025).
Dalam paparannya, Renwarin menyampaikan dalam Operasi Damai Cartenz 2025, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) berhasil melakukan pengungkapan 39 kasus (Tahap satu 6 kasus dan Tahap dua 33 kasus), serta melakukan tindakan tegas terhadap Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM, yang mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 20 orang diamankan.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Selain itu, Satgas Gakkum berhasil mengamankan 29 pucuk senjata api, 4.194 amunisi, serta berbagai barang bukti lainnya sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan perlindungan masyarakat.
“Aksi-aksi yang dilakukan menimbulkan dampak serius terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Aksi-aksi tersebut mengakibatkan 94 orang meninggal dunia dan 120 orang luka-luka, dengan rincian dari TNI sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 29 luka-luka.
Sementara itu, ada 6 anggota Polri meninggal dunia dan 18 luka-luka, masyarakat 64 orang meninggal dunia dan 68 luka-luka, serta korban dari KKB sendiri 15 orang meninggal dunia dan 5 luka-luka.
“TPNPB tetap menjadi ancaman serius yang menimbulkan rasa takut, khususnya bagi warga masyarakat pendatang. Dalam menghadapi situasi ini, aparat keamanan menekankan pendekatan kesejahteraan dan humanis sebagai strategi utama penanganan,” tegasnya.
Polda Papua juga mencatat peningkatan kasus kriminalitas konvensional. Sepanjang 2025, terdapat 2.578 kasus tindak pidana, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan rincian, kasus pencurian kendaraan bermotor mencapai 1.455 perkara, pengeroyokan 338 kasus, serta pencurian dengan pemberatan sebanyak 336 kasus.
Sementara itu, kasus narkotika tercatat sebanyak 260 perkara, dengan tingkat penyelesaian mencapai 229 kasus. Untuk kejahatan siber, tercatat 15 kasus, sedangkan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tidak ditemukan sepanjang tahun 2025.
Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun
Di sektor lalu lintas, Polda Papua mencatat tren positif. Jumlah kecelakaan lalu lintas menurun dari 2.470 kasus pada 2024 menjadi 1.840 kasus pada 2025.
“Korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga menurun signifikan, dari 290 orang menjadi 162 orang,” ujarnya.
Renwarin mengatakan, kekuatan personel Polda Papua saat ini berjumlah 12.953 orang dari kebutuhan ideal sebanyak 23.140 personel.
“Artinya, masih terdapat kekurangan sebanyak 10.187 personel yang berdampak pada cakupan pelayanan keamanan di wilayah Papua yang luas dan memiliki tantangan geografis tinggi,” katanya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


















Discussion about this post