• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

May 11, 2026
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Aksi mimbar bebas mahasiswa

Mimbar bebas yang dilakukan Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai di Kota Jayapura, Papua, Senin (11/05/2026).-Aida Ulim

0
SHARES
2
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah yang ada di Kota Jayapura, Papua menyatakan sikap terhadap peristiwa di Dogiyai pada 31 Maret 2026 hingga 2 April 20206.

Pernyataan sikap itu disampaikan Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai saat menggelar mimbar bebas di kawasan Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (11/5/2026).

Mahasiswa menyatakan, dalam peristiwa itu tercatat sedikitnya lima warga meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka tembak, saat personel keamanan melakukan penyisiran di sana.

Penyisiran dilakukan setelah seorang personel polisi, bernama Jufentus Edowai ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka sabetan benda tajam Moenemani, 31 Maret 2026 pagi.

Koordinator lapangan aksi mimbar bebas, Fredi Pigai menyatakan, pembunuhan terhadap anggota polisi itu menjadi menyebabkan personel TNI dan Polri melakukan penyisiran.

Akibat ada warga sipil yang meninggal dunia dan terluka karena terkena tembakan. Mereka yang meninggal dunia adalah Siprianus Tibakoto (19 tahun), tertembak di Kampung Ikebo pada bagian dagu hingga menembus hidung.

Yulita Pigai (70)tahun) meninggal dunia setelah tertembak di bagian paha saat penyisiran aparat di Kampung Ikebo.

BERITATERKAIT

Mahasiswa Dogiyai gelar mimbar bebas tuntut keadilan

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

KNPB nyatakan sikap terhadap situasi Tanah Papua

Martinus Yobe (12 tahun), pelajar SD yang tertembak di bagian perut hingga usus keluar, meninggal dunia di Kampung Ekemanida.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Angkian Edowai (19 tahun) tewas tertembak di bagian dada di Kampung Kimupugi, dan Ferdinand Auwe (19 tahun) pemuda asal Puweta II meninggal setelah tertembak di bagian paha di Kampung Ikebo.

Sementara itu, korban luka adalah Maikel Waine (11 tahun) tertembak di bagian dada hingga menembus bahu kiri dan kini dalam kondisi kritis.

Pigai Kikibi (19 tahun) mengalami luka tembak di tumit kaki dan paha, dan Magapai Yobee (19 tahun) mengalami luka tembak di bagian pipi atau wajah. Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai mendesak pelaku penembakan diusut tuntas.

Adapun pernyataan sikap Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai, yaitu hentikan penyisiran dan penangkapan liar terhadap warga sipil.

Menuntut pertanggungjawaban hukum atas tewasnya warga sipil di Dogiyai.

Mengutuk penembakan terhadap anak-anak dan lansia. Mendesak investigasi menyeluruh terhadap penembakan di Dogiyai. Mendesak Komnas HAM mengusut pembunuhan Bripda Jufentus Edowai, agar tidak dijadikan alasan operasi balas dendam.

Mendesak evaluasi terhadap aparat keamanan yang diduga bertindak berlebihan. Meminta perhatian pemerintah terhadap keluarga korban. Mendesak penarikan militer organik dan non-organik dari Papua.

Menolak operasi militer, kriminalisasi, penyiksaan, dan pengeboman wilayah sipil. Menolak kebijakan Daerah Otonomi Baru atau DOB di Tanah Papua. Mendesak pemerintah memulangkan pengungsi dengan jaminan keamanan.

Menyerukan solidaritas nasional dan internasional untuk mengawasi situasi kemanusiaan di  Tanah Papua. Mendesak akses bagi PBB dan pihak internasional independen untuk melakukan investigasi di Tanah Papua.

Wakil koordinator lapangan aksi, Melianus Tagai menyatakan pertanyaan sikap tersebut tidak dibacakan pihaknya saat aksi, karena tidak ada pihak Komnas HAM Perwakilan Papua yang datang menerima aspirasi tersebut.

“Sehingga akan diadakan aksi bisu di depan Kantor Komnas HAM di Jayapura. Kami tidak baca pertanyaan sikap karena kami mau Komnas HAM yang datang terima aspirasi kami,”katanya

Menurutnya, situasi di Tanah Papua sejak operasi Trikora 1961 hingga sekarang telah menimbulkan krisis kemanusiaan berkepanjangan. Tanah Papua yang seharusnya menjadi ruang hidup yang damai dan bermartabat, dihadapkan dengan rentetan kekerasan, intimidasi, dan ketidakadilan yang terus berulang dari waktu ke waktu.

“Situasi ini bukan lagi sekedar persoalan insiden melainkan berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang menimbulkan ketakutan, penderitaan, serta hilangnya rasa aman bagi orang tua, adik-adik kami,” ucapnya. (*)

Tags: Aksi mimbar bebasIkatan Pelajar Mahasiswa DogiyaiPernyataan Sikap
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Perempuan papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap kekerasan militer di Tanah Papua

May 11, 2026
Mimbar Bebas

Mahasiswa Dogiyai gelar mimbar bebas tuntut keadilan

May 11, 2026

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

April 30, 2026

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

April 30, 2026

Aspirasi “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” diserahkan mahasiswa ke DPR Papua

April 27, 2026

Kadepa: Di Tanah Papua bukan hanya emas, ada manusia yang mesti dijaga

April 27, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Aksi mimbar bebas mahasiswa

Mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

May 11, 2026
Perempuan papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap kekerasan militer di Tanah Papua

May 11, 2026
Jaringan Internet

Mengapa jaringan internet di Tanah Papua kerap putus?

May 11, 2026
Tanah Papua

Kata Gubernur Nawipa, Tanah Papua rumah bersama yang mesti dijaga

May 11, 2026
Dana Otsus

Gubernur Nawipa: Setiap rupiah dana Otsus manfaatnya harus dirasakan masyarakat

May 11, 2026
Mimbar Bebas

Mahasiswa Dogiyai gelar mimbar bebas tuntut keadilan

May 11, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi cerminan kondisi alam Tanah Papua di masa depan

May 11, 2026
Universitas Jayapura

Universitas Jayapura gelar wisuda perdana sejak berganti status

May 9, 2026
Gubernur Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah undang seluruh pemain Persipura ke Nabire

May 9, 2026
IMG 20260506 WA0106

Sejumlah warga Puncak dilaporkan terluka karena ledakan bom di jenazah

May 7, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Tewas ditembak

Koops Habema menduga OPM pelaku penembakan warga di Tembagapura

May 9, 2026
Investasi

Investasi tanpa pelibatan masyarakat adat berpotensi memicu konflik sosial

May 9, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi cerminan kondisi alam Tanah Papua di masa depan

May 11, 2026
Aksi mimbar bebas mahasiswa

Mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
Perempuan papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap kekerasan militer di Tanah Papua

0
Jaringan Internet

Mengapa jaringan internet di Tanah Papua kerap putus?

0
Tanah Papua

Kata Gubernur Nawipa, Tanah Papua rumah bersama yang mesti dijaga

0
Dana Otsus

Gubernur Nawipa: Setiap rupiah dana Otsus manfaatnya harus dirasakan masyarakat

0
Mimbar Bebas

Mahasiswa Dogiyai gelar mimbar bebas tuntut keadilan

0
Pesta Babi

Film Pesta Babi cerminan kondisi alam Tanah Papua di masa depan

0

English Stories

Fishermen in Tanjung Ria, North Jayapura District, Jayapura, Papua, Monday (14/04/26) – Jubi/Larius Kogoya
Pacnews

Jayapura fishermen affected by Northern Papua Oil and Gas Project Plans

May 9, 2026
Victims of the shooting near Kali Kabur after being evacuated to the Brimob Post at Camp David in Tembagapura, Tembapura District, Mimika Regency, Central Papua - Photo courtesy of the TPNPB National Commission
Pacnews

Five residents in Tembagapura reportedly shot dead

May 9, 2026
A number of students from SMA Negeri 1 Kobakma in Mamberamo Tengah who were struck by gunfire while receiving medical treatment at a local hospital – IST
Pacnews

Seven High School students seportedly shot in Mamberamo Tengah

May 8, 2026
A group photo following the declaration of eight indigenous youth communities in Sorong Selatan on Tuesday (May 6, 2026). – Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Eight Indigenous Youth Communities established in South Sorong

May 8, 2026
Central Papua Governor Meki Nawipa (center) delivers a keynote address at a focus group discussion themed “Upstream-Downstream Integration Strategy for Gold Reserve Management Towards Sovereign Monetary Resilience” at a hotel in Jakarta, Tuesday (May 5, 2026) — Public Relations Office of the Central Papua Provincial Government
Pacnews

Indigenous Communities in Central Papua set to manage Natural Resources under People’s Mining Permit (IPR) scheme

May 7, 2026

Trending

  • Universitas Jayapura

    Universitas Jayapura gelar wisuda perdana sejak berganti status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Papua Tengah undang seluruh pemain Persipura ke Nabire

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejumlah warga Puncak dilaporkan terluka karena ledakan bom di jenazah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koops Habema menduga OPM pelaku penembakan warga di Tembagapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara