Sentani, Jubi – Universitas Jayapura di Kabupaten Jayapura, Papua menggelar mewisuda 90 mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan pada tahun akademik 2025/2026 di Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (9/5/2026).
Ini merupakan wisuda perdana Universitas Jayapura sejak berganti status dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan atau Stikes menjadi universitas.
Rektor Universitas Jayapura, Bernardikus Patrick Daundi menjelaskan awalnya universitas yang dipimpinnya, berdiri sebagai Stikes Jayapura pada 2009, di kawasan Caravan, Kabupaten Jayapura.
Kemudian lokasi kampus pindah ke Jalan Yomake, Tabita, Distrik Sentani pada 2017. Status Stikes kemudian resmi berubah menjadi universitas berdasarkan surat keputusan perubahan bentuk perguruan tinggi pada 12 Desember 2024
“Ini wisuda pertama kami sebagai universitas. Kalau saat masih Stikes, wisuda pertama dilakukan tahun 2012 dan sampai 2024 sudah 12 kali wisuda,” kata Bernardikus Patrick Daundi usai rapat terbuka senat.
Daundi pun meminta pemerintah daerah melibatkan Universitas Jayapura dalam berbagai program pembangunan di daerah, khususnya pengembangan sumber daya manusia dan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki kewajiban menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, termasuk pengabdian kepada masyarakat.
Katanya, selama ini pihak kampus telah melakukan sejumlah kegiatan sosial dan edukasi di kampung-kampung.
“Kami berharap bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai mitra strategis pembangunan. Kalau pemerintah membutuhkan buah pikiran dari sudut pandang akademisi, kami siap memberikan masukan,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mendorong para lulusan Universitas Jayapura, menjadi agen perubahan dan menciptakan peluang kerja di tengah tantangan pembangunan yang terus berkembang di Tanah Papua.
Pernyataan itu disampaikan Abdul Rahman Basri sambutannya mewakili Bupati Jayapura, Yunus Wonda.
Katanya, wisuda bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat.
“Hari ini saudara-saudari tidak hanya menerima gelar akademik, juga memikul tanggung jawab dalam menerima amanah yang besar sebagai insan yang berilmu, berintegritas, mampu memberikan solusi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Abdul Rahman Basri.
Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks seiring perubahan dunia yang berlangsung cepat.
Karena itu, dibutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, juga integritas, karakter, dan kepedulian sosial.
Menurutnya, lulusan Universitas Jayapura diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, melainkan mampu menciptakan peluang dan menghadirkan solusi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayapura dan Papua pada umumnya.
“Saya berharap para lulusan Universitas Jayapura dapat menjadi generasi yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang, menghadirkan solusi dan menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Basri juga menyampaikan apresiasi Pemkab Jayapura terhadap perkembangan Universitas Jayapura, yang sebelumnya berstatus Stikes Jayapura.
Ia menilai perubahan status menjadi universitas merupakan langkah strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Kehadiran Universitas Jayapura sebagai satu-satunya universitas di Kabupaten Jayapura merupakan tonggak penting dalam sejarah pembangunan sumber daya manusia di daerah,” ucapnya.
Menurut Basri, universitas tersebut bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi menjadi pusat harapan bagi lahirnya generasi masa depan Papua.
Pemerintah Kabupaten Jayapura, kata dia, juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Universitas Jayapura melalui berbagai program pembangunan, termasuk penguatan layanan kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)
























Discussion about this post