• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

KNPB peringati 63 tahun aneksasi Papua dalam NKRI

May 1, 2026
in Mamta
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
KNPB

KNPB Memperingati 63 tahun aneksasi Papua kedalam Indonesia, di Kota Jayapura, Papua Jumat (01/05/2026).-Aida/Ulim

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar peringatan 63 tahun aneksasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI pada 1 Mei 1963 silam.

Peringatan 63 tahun aneksasi Papua digelar Sekretarit KNPB di Perumnas III Waena, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Jumat (1/5/2026)

Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat Agus Kossay, mengatakan secara hukum keberadaan Negara Republik Indonesia di Papua ilegal. Sebab Indonesia datang dengan kekuatan militer, dan memaksa orang Papua menjadi bagian dari Negara Indonesia.

“Seperti tema hari, bahwa Indonesia mobilisasi kekuatan militer dan mengambil alih tanah ini. Kemudian orang Papua dipaksakan dengan kekuatan militer untuk menjadi bagian dari Indonesia. Orang Indonesia bilang integrasi, tapi orang Papua bilang aneksasi. Tapi kami nyatakan bahwa Indonesia di Papua itu adalah ilegal secara hukum,” kata Agus Kossay.

Katanya, KNPB dengan tegas dan resmi menyatakan kepada dunia bahwa framing integrasi West Papua ke dalam wilayah Indonesia adalah kebohongan historis yang hukum yang harus dikoreksi secara permanen.

Karena integrasi yang sah dalam hukum internasional mensyaratkan bahwa persetujuan bebas dari rakyat pemilik wilayah, proses yang demokratis dan transparan, dan pengawasan badan internasional yang independen.

Namun kata Kossay, tidak satu pun syarat ini terpenuhi dalam kasus West Papua pada 1 Mei 1963. Apa yang terjadi pada 1 Mei 1963 adalah penyerahan administrasi dari Belanda kepada Indonesia, dan bangsa Papua yang tidak pernah ditanya, tidak pernah diajak bicara, dan tidak pernah memberikan persetujuan.

BERITATERKAIT

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

KNPB nyatakan sikap terhadap situasi Tanah Papua

Aktivis KNPB Nabire diadang polisi usai galang dana

Menurut Kossay, penggunaan kata integrasi oleh Indonesia adalah upaya terminologis untuk menutup-nutupi karakter aneksasi yang sebenarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

KNPB pun menolak terminologi tersebut dan menetapkan 1 Mei 1963 sebagai hari aneksasi ilegal, yang harus diperingati sebagai simbol perlawanan, bukan perayaan.

“Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Adat (UNDRIP), dan Konvensi Montevideo semuanya mendukung posisi bangsa Papua bahwa rakyat Papua berhak menentukan nasib politiknya sendiri, tanpa paksaan, tanpa intimidasi militer,” ucapnya.

Kossay mengatakan, kegiatan ini merupakan tahap awal konsolidasi rakyat. KNPB mengajak masyarakat Papua mulai mengorganisir diri, mulai dari keluarga hingga komunitas, sebagai langkah awal menuju aksi-aksi lanjutan.

Pemerintah Indonesia pun didesak menghentikan pengiriman pasukan militer ke berbagai wilayah Tanah Papua. KNPB mendesak agar aparat keamanan ditarik dari kampung-kampung dan distrik-distrik daerah rawan konflik, karena masyarakat ingin hidup aman di wilayahnya sendiri.

“Hasil seminar nasional yang digelar menghasilkan rekomendasi bahwa kondisi di [Tanah] Papua kini adanya ancaman dan situasi yang tidak aman bagi masyarakat. Tema itu, bukan hanya menjadi isu organisasi, juga isu bersama seluruh rakyat Papua,” ujarnya.

Katanya, Operasi Damai Cartenz dan Operasi Habema yang lakukan militer dan kepolisian Indonesia di Tanah Papua adalah operasi teror terhadap rakyat sipil, yang harus dihentikan segera.

Sebab, operasi yang diklaim sebagai operasi penegakan hukum itu, justru menjadi instrumen pembunuhan warga sipil, pembakaran kampung, dan menyebabkan masyarakat adat Papua menjadi pengungsi internal secara massal.

“Operasi yang digelar di wilayah Nduga, Pegunungan Bintang, Intan Jaya, Maybrat, Yahukimo, Puncak Jaya, Puncak Papua, Timika, Fak-Fak, Paniai dan sekitarnya telah menewaskan ratusan warga sipil. Termasuk anak-anak dan perempuan, serta memaksa ribuan keluarga mengungsi ke hutan dalam kondisi tanpa akses pangan, kesehatan, dan perlindungan,” kata Agus Kossay.

Karenanya, dampak dari operasi ini disebut telah menyebabkan dugaan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional atau IHL, dan prinsip-prinsip perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata yang diakui oleh hukum internasional.

Selain itu, pelarangan akses bagi jurnalis internasional dan pemantau HAM ke wilayah-wilayah operasi militer di Tanah Papua, dianggap sebagai bukti nyata bahwa Indonesia sadar sedang melakukan kejahatan yang tidak tahan terhadap sorotan dunia.

“Kami mendesak PBB, Dewan HAM PBB, dan seluruh badan internasional untuk segera mengeluarkan perintah penghentian kedua operasi ini dan membuka akses penuh bagi pemantau independen ke seluruh wilayah West Papua,” ujar Kossay.

Sementara itu Juru Bicara KNPB, Ogram Wanimbo mengatakan, penyerahan administrasi Papua dari United Nations Temporary Executive Authority atau UNTEA kepada Indonesia pada 1963 tidak mendapat persetujuan rakyat Papua.

Penyerahan tersebut pun dinilai sebagai bentuk aneksasi, bukan integrasi, dan sebagai salah satu momen paling kelam dalam sejarah Papua.

“Kami menyoroti sejumlah peristiwa sejarah di antaranya deklarasi kemerdekaan Papua pada 1 Desember 1961, Perjanjian New York 1962, serta pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat atau Pepera tahun 1969. Berbagai proses tersebut tidak memenuhi prinsip penentuan nasib sendiri sebagaimana diatur dalam hukum internasional,” kata Ogram Wanimbo.

KNPB pun mendesak lembaga internasional, PBB, Mahkamah Internasional (ICJ), serta Dewan HAM PBB, segera melakukan investigasi independen terhadap pelanggaran HAM di Papua, pembukaan akses bagi jurnalis, pemantau internasional, serta peninjauan kembali status hukum Papua dalam perspektif internasional.

KNPB juga meminta organisasi seperti Melanesian Spearhead Group atau MSG dan Pacific Islands Forum (PIF), mengangkat isu Papua sebagai agenda utama dan mendorong langkah diplomatik terkait status wilayah tersebut.

“Kepada masyarakat internasional untuk memberikan perhatian terhadap situasi di Papua, serta kami menegaskan bahwa perjuangan politik penentuan nasib sendiri akan terus berlanjut,” ujarnya.

Ogram Wanimbo mengatakan, pihaknya pun mendorong dialog atau perundingan antara Papua dan pemerintah pusat di Jakarta, sebagai upaya mencari solusi atas konflik yang terjadi.

Menurut Wanimbo, pihaknya akan terus melakukan perlawanan hingga tuntutan Papua menentukan nasib sendiri tercapai.

“Negara melakukan invasi militer besar-besaran, kami juga akan mengkonsolidasi rakyat [secara] besar-besaran dan kami akan lumpuhkan kota-kota. Hanya satu, Indonesia mau dan tidak harus membuka perundingan untuk orang Papua dengan Jakarta, guna mencari solusi. Kalau tidak ada solusi, orang Papua sampai habis pun kami akan tetap lawan,” ucapnya.

Katanya, aksi serupa telah dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Timika, Wamena, Sorong, Manokwari, hingga kota-kota di luar Papua seperti Gorontalo dan Makassar.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap status Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kegiatan ini sebagai awal dari rangkaian konsolidasi yang akan terus dilakukan, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan organisasi sipil, untuk menyuarakan aspirasi mereka,” katanya. (*)

Tags: aneksasiKNPBNKRI
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

perempuan papua

Perempuan Papua serahkan aspirasi ke MRP

April 30, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

April 30, 2026

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

April 30, 2026

Pemkab Jayapura alokasikan Rp1 miliar dana Otsus untuk program outsourcing OAP

April 28, 2026

Belasan OAP di Kabupaten Jayapura dilatih menjadi operator alat berat

April 28, 2026

Kapolresta Jayapura: Polisi tembakkan gas air mata karena dilempari demonstran

April 27, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kajari

Kajari: Tak ada penanganan dugaan tipikor DAK Pemkab Manokwari

May 1, 2026
Jagung

Panen raya jagung: Keerom siap jadi lumbung pangan Papua

May 1, 2026
Sekolah Rakyat

Papua didorong percepat realisasi hunian layak

May 1, 2026
Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih kunci pemerataan ekonomi di Papua

May 1, 2026
MBG

Pemerintah targetkan peningkatan jangkauan layanan program MBG di Papua

May 1, 2026
Pemprov Papua

Pemprov Papua apresiasi pelaksanaan pentas seni dan budaya Papua 2026

May 1, 2026
Dubes Australia

Dubes Australia berkunjung ke kampus Deakin Lancester University di Bandung

May 1, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

April 30, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Tanah Papua

Tanah Papua darurat HAM setelah Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB

April 29, 2026
Pemprov Papua

Pemprov Papua tetapkan tiga kawasan strategis untuk investasi dan pariwisata

May 1, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

April 30, 2026
Pentas Seni dan Budaya

Pentas seni dan budaya Papua 2026: Peringatan integrasi Papua ke dalam NKRI

April 30, 2026
Kajari

Kajari: Tak ada penanganan dugaan tipikor DAK Pemkab Manokwari

0
Jagung

Panen raya jagung: Keerom siap jadi lumbung pangan Papua

0
Sekolah Rakyat

Papua didorong percepat realisasi hunian layak

0
Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih kunci pemerataan ekonomi di Papua

0
MBG

Pemerintah targetkan peningkatan jangkauan layanan program MBG di Papua

0
Pemprov Papua

Pemprov Papua apresiasi pelaksanaan pentas seni dan budaya Papua 2026

0
Dubes Australia

Dubes Australia berkunjung ke kampus Deakin Lancester University di Bandung

0

English Stories

A public forum organized by Suara Perempuan Papua protesting militarism and National Strategic Projects (PSN) in the Land of Papua, held at Abepura Circle, Jayapura City, Papua, Thursday (April 30, 2026) — Jubi/Aida Ulim
Pacnews

Papuan Women call for resistance against injustice

May 1, 2026
An illustration of students staging a demonstration titled “Papua in Military and Humanitarian Emergency” in Jayapura, Monday (April 26, 2026). — Courtesy of Jubi
Pacnews

Papua Rights Groups declare ‘Human Rights Emergency,’ urge end to Military Operations

April 29, 2026
Alantino Wiya, Assistant I for Government and Social Affairs at the Central Papua provincial secretariat, speaks while representing Governor Meki Nawipa at the opening of a national insight seminar in Nabire, Wednesday (April 29, 2026). — Courtesy of Central Papua Provincial Government Public Relations
Pacnews

Central Papua Government urges youth to strengthen nationalism

April 29, 2026
Indonesia’s Vice Health Minister Benjamin Paulus Octavianus poses for a photo with Papua Governor Matius D. Fakhiri in Jayapura, Tuesday (April 28, 2026). — Jubi/Alexander Loen
Pacnews

Papua accounts for over 90% of Indonesia’s malaria cases, Vice Health Minister calls for integrated response

April 29, 2026
Coalition of students and local youth organizations under the Cipayung Indigenous Papua Highlands alliance staged a protest in Wamena on Monday (April 27) - Supplied
Pacnews

Students in Wamena demand withdrawal of Non-Organic Military Forces from Papua Highlands

April 29, 2026

Trending

  • Perempuan Papua

    Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanah Papua darurat HAM setelah Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua tetapkan tiga kawasan strategis untuk investasi dan pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara