Jayapura, Jubi – Pemerintah pusat terus mendorong pemerataan pembangunan melalui berbagai program, termasuk sekolah rakyat dan koperasi merah putih, yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.
“Sekolah rakyat ini gratis, kemudian dibiayai penuh oleh pemerintah pusat,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Ribka Haluk dalam pemaparan Musrembang RKPD 2027 dan Otsus Papua secara daring dari Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Ribka menegaskan, program sekolah rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Anak-anak yang orang tuanya tidak mampu bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan pelajaran, sama dengan anak-anak yang ada di kota,” ujarnya.
Selain pendidikan, kata Ribka program Koperasi Merah Putih juga mulai menunjukkan dampak positif di berbagai daerah.
“Di daerah lain di Indonesia ini sudah beroperasi dan banyak juga testimoni dari masyarakat,” ujarnya.
Namun, implementasi di Papua masih perlu ditingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. “Mungkin daerah Papua yang kita belum juga implementasi secara baik,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan semua program berjalan optimal.
“Kita memastikan semua program ini ada di daerah terdepan dari wilayah masyarakat kita,” tegasnya.
Program-program tersebut diyakini mampu menciptakan efek berganda, mulai dari peningkatan ekonomi hingga penyerapan tenaga kerja.
“Kalau program berjalan, tentunya hasil bumi masyarakat akan dibeli dan masyarakat mempunyai pendapatan,” ujarnya.
Pemerintah Pusat berharap seluruh program ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan di Papua. (*)























Discussion about this post