• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Tanah Papua darurat HAM setelah Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB

April 29, 2026
in Rilis Pers
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Tanah Papua

Ilustrasi mahasiswa saat menggelar demonstrasi "Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan" di Kota Jayapura, Senin (26/04/2026) - Dok. Jubi

0
SHARES
4
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Rumah Solidaritas Papua menyatakan, hak asasi manusia atau HAM di Tanah Papua memburuk setelah Indonesia menempati posisi Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB sejak Januari 2026.

Rumah Solidaritas Papua terdiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Amnesty International Indonesia, Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Persatuan Gereja Gereja Indonesia (PGI), Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Greenpeace Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Komisi Orang Hilang (Kontras), Asian Justice and Rights (AJAR) dan individu lainnya.

Rumah Solidaritas Papua mengatakan, memburuknya situasi HAM di Tanah Papua dapat dilihat dari jumlah pengungsi internal yang terus meningkat akibat konflik bersenjata, penembakan terhadap masyarakat sipil, penangkapan sewenang-wenang dan penyiksaan.

Berbagai kasus itu terjadi di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Puncak, dan, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, serta beberapa daerah lain di Tanah Papua.

Selain itu, terjadi praktik perampasan tanah adat dan penghilangan ruang hidup masyarakat adat untuk kepentingan pengembangan ekonomi melalui proyek Strategis Nasional (PNS) maupun pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) guna mendukung PSN.

Berdasarkan data Rumah Solidaritas Papua, sejak Januari 2026 hingga April 2026, setidaknya ada tiga kasus dugaan  pelanggaran hak masyarakat adat Papua, 20 warga sipil ditangkap semena-mena di Kabupaten Tambrauw dan Yakimo, satu kasus dugaan penyalahgunaan senjata api di Kabupaten Tolikara.

Dua kasus pengungsian internal akibat konflik bersenjata di Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Puncak, dua kasus dugaan pelanggaran HAM berat di Kabupaten Dogiyai dan Puncak.

BERITATERKAIT

Kadepa: Di Tanah Papua bukan hanya emas, ada manusia yang mesti dijaga

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

KNPB nyatakan sikap terhadap situasi Tanah Papua

Menurut Rumah Solidaritas Papua, situasi itu secara langsung menempatkan status “Darurat Pelanggaran HAM di Tanah Papua”.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Presiden Republik Indonesia segera hentikan seluruh operasi militer di Tanah Papua dan membuka ruang dialog, untuk menyelesaikan persoalan politik antara Indonesia dan Papua yang merupakan akar konflik bersenjata penyebab pelanggaran HAM di Tanah Papua selama 60 tahun terakhir,” tulis Rumah Solidaritas Papua dalam siaran persnya, Rabu (29/4/2026).

Melihat situasi di Tanah Papua kini, Rumah Solidaritas Papua pun menegaskan kepada Presiden Dewan HAM PBB segera mendesak Pemerintah Indonesia memenuhi hak atas keadilan bagi korban dugaan pelanggaran HAM berat di Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Puncak dalam rangka menghentikan status darurat pelanggaran HAM.

Presiden Republik Indonesia segera menghentikan operasi militer di seluruh wilayah Tanah Papua dan selesaikan persoalan politik antara Indonesia dan Papua, yang merupakan akar koflik bersenjata penyebab pelanggaran HAM di Tanah Papua.

Ketua DPR RI dan DPD RI segera mengevaluasi kebijakan pendekatan keamanan di Tanah Papua berdasarkan Undang-Undang tentang TNI dan menghentikan praktek operasi militer ilegal di Tanah Papua, yang telah menempatkan status darurat pelanggaran HAM di Tanah Papua.

Mendesak Panglima TNI segera memeritahkan Komandan Kogabwilhan III dan Koops Habema untuk mengedepankan pendekatan humanis dan memastikan penegakan hukum atas oknum pelaku dugaan pelanggaran HAM terhadap masyarakat sipil di Tanah Papua.

Mendesak Kapolri segera memerintahkan Kapolda Papua Barat Daya dan Kapolda Papua untuk hentikan penangkapan sewenang-wenang dan penyiksaan terhadap nasyarakat sipil serta menangkap dan memproses hukum pelaku.

Komnas HAM RI segera membentuk tim penyelidik berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahub 2000, dengan melibatkan Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Republik Indonesia dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Puncak.

Ketua LPSK segera membentuk LPSK di Papua dan memastikan jaminan perlindungan bagi saksi dan korban pelanggaran HAM, juga pemenuhan hak atas keadilan dan perlindungan HAM bagi korban.

Gubernur Provinsi Papua Tengah dan Gubernur Papua Barat Daya bersama Bupati Pucak dan Bupati Tambrauw, segera membentuk tim perlindungan pengungsi internal akibat konflik bersenjata, dan segera penuhi seluruh kebutuhan pokok, sarana pendidikan serta kesehatan bagi para pengungsi internal akibat Konflik bersenjata di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Tambrauw. (*)

Tags: Darurat HAMHAM di Tanah PapuaTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Wakil Bupati Nduga

Elite politik diingatan tidak mengintervensi hasil pemilihan Wakil Bupati Nduga

April 28, 2026
Komnas

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tanah Papua

Tanah Papua darurat HAM setelah Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB

April 29, 2026
Papua Tengah

Pemprov ajak generasi muda Papua Tengah perkuat nasionalisme

April 29, 2026
Papua

Pra-Simposium PGI bahas pemetaan masalah kemanusiaan di Papua

April 29, 2026
Gubernur

Gubernur Fakhiri salurkan bantuan banjir ke Pemerintah Kabupaten Jayapura

April 29, 2026
media

Membentuk warga digital yang bertanggung jawab melalui pendidikan media Papua Nugini

April 29, 2026
sampah

Wakil Ketua Parlemen Fiji Qereqeretabua menentang proyek pengolahan energi dari sampah

April 29, 2026
Solomon

Kepulauan Solomon berpartisipasi dalam Forum Pangan Asia-Pasifik

April 29, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
nelayan

Laut Raja Ampat digempur nelayan luar, nelayan lokal mengeluh

April 28, 2026
Wakil Bupati Nduga

Elite politik diingatan tidak mengintervensi hasil pemilihan Wakil Bupati Nduga

April 28, 2026
MRP menjaring aspirasi

MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

April 18, 2026
Papua Tengah

Program RPL bagian dari komitmen Pemprov Papua Tengah membangun pendidikan

April 27, 2026
Kapolda

Kapolda Papua Barat apresiasi juara Run 10K, resmikan pondok teratai

April 28, 2026
Tanah Papua

Tanah Papua darurat HAM setelah Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB

0
Papua Tengah

Pemprov ajak generasi muda Papua Tengah perkuat nasionalisme

0
Papua

Pra-Simposium PGI bahas pemetaan masalah kemanusiaan di Papua

0
Gubernur

Gubernur Fakhiri salurkan bantuan banjir ke Pemerintah Kabupaten Jayapura

0
media

Membentuk warga digital yang bertanggung jawab melalui pendidikan media Papua Nugini

0
sampah

Wakil Ketua Parlemen Fiji Qereqeretabua menentang proyek pengolahan energi dari sampah

0
Solomon

Kepulauan Solomon berpartisipasi dalam Forum Pangan Asia-Pasifik

0

English Stories

Indonesia’s Vice Health Minister Benjamin Paulus Octavianus poses for a photo with Papua Governor Matius D. Fakhiri in Jayapura, Tuesday (April 28, 2026). — Jubi/Alexander Loen
Pacnews

Papua accounts for over 90% of Indonesia’s malaria cases, Vice Health Minister calls for integrated response

April 29, 2026
Coalition of students and local youth organizations under the Cipayung Indigenous Papua Highlands alliance staged a protest in Wamena on Monday (April 27) - Supplied
Pacnews

Students in Wamena demand withdrawal of Non-Organic Military Forces from Papua Highlands

April 29, 2026
Arnold C Ap (1945-1984) creator and leader of Mambesak Group – Supplied
Pacnews

42 Years After His Death, Arnold Clemens Ap’s Legacy Endures in West Papua

April 28, 2026
Papuan political figure Laurenzus Kadepa (left) with Puncak Regent Elvis Tabuni. – Courtesy of Jubi
Pacnews

“Not Just Gold”: Kadepa urges protection of lives in Papua

April 28, 2026
One of the housing areas in Jayapura Regency inundated during rainfall — Photo courtesy of the Jayapura Regency Disaster Management Agency (BPBD)
Pacnews

Jayapura Regent to summon hundreds of developers over environmentally unsound housing

April 27, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laut Raja Ampat digempur nelayan luar, nelayan lokal mengeluh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Elite politik diingatan tidak mengintervensi hasil pemilihan Wakil Bupati Nduga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara