• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
in Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Dewan Gereja Papua

Modertor Dewan Gereja Papua, Pdt. Dr. Benny Giay (tengah), Pdt. Dorman Wandikbo (kanan) dan Pastor Pribumi, Pastor John Bunay saat memberikan keterangan menyingkapi krisis kemanusiaan di Tanah Papua, di Kota Jayapura, Papua, Selasa (21/04/2026).-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
16
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Dewan Gereja Papua menyatakan penting mencari solusi damai terhadap situasi di Tanah Papua kini, sebab eskalasi kekerasan makin meningkat dan menyebabkan terjadinya krisis kemanusiaan.

Moderator Dewan Gereja Papua, Pdt. Dr. Benny Giay mengatakan melihat situasi di Tanah Papua dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya mengajak para pemimpin gereja bersatu, mendoakan, dan memikirkan langkah konkret yang bisa diambil, termasuk membuka ruang dialog dengan pemerintah guna mencari solusi damai atas situasi yang terjadi saat ini.

“Karena itu, kami berharap pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten, dapat mengambil tanggung jawab untuk melindungi masyarakat, khususnya para pengungsi,” kata Pdt. Dr. Benny Giay dalam keterangan pers di Kota Jayapura, Papua, Selasa (21/4/2026).

Katanya, merujuk pada penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang kini bernama Badan Riset dan Iinovasi Nasional atau BRIN, 2009 lalu yang dimuat dalam laporan Tim Kajian Papua LIPI dalam buku “Papua Road Map”, setidaknya ada empat akar masalah Papua.

Pertama sejarah status politik yang belum tuntas, kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua yang tak kunjung tuntas, diskriminasi dan marjinalisasi orang asli Papua (OAP), dan kegagalan pembangunan.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Namun menurut Pdt. Dr. Benny Giay pemerintah justru menilai bahwa akar masalah Papua bukanlah empat hal tersebut, melainkan kurangnya pembangunan, sehingga solusi yang diambil adalah percepatan pembangunan.

Program percepatan pembangunan itu diikuti dengan berbagai kebijakan, termasuk pemekaran provinsi dan proyek strategis nasional, seperti di Merauke, Papua Selatan yang melibatkan pengambilan lahan masyarakat dalam skala besar.

Selain itu, kehadiran aparat keamanan di kampung-kampung disebut meningkat, dan berdampak terjadinya pengungsian internal dalam skala besar di berbagai daerah di Tanah Papua.

BERITATERKAIT

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

KNPB nyatakan sikap terhadap situasi Tanah Papua

Perlu regulasi daerah untuk melindungi hak masyarakat adat Papua

Mahasiswa protes pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua

“Kami menilai bahwa Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2017 tentang percepatan pembangunan Papua  justru berdampak pada meningkatnya jumlah pengungsi [internal]. Pemekaran wilayah juga semakin mempersempit ruang hidup masyarakat [asli] Papua,” ucapnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Dewan Gereja Papua pun mempertanyakan tujuan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka ke Papua Tengah, Senin (20/4/2026), dan Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026).

“Apa sebenarnya yang ingin disampaikan kepada masyarakat dalam kondisi seperti ini? Jika kunjungan [itu] hanya bersifat seremonial, maka itu tidak memberikan dampak berarti,” ujarnya.

Pdt. Dr. Benny Giay mengatakan, kehadiran pasukan keamanan di berbagai wilayah di Tanah Papua sejak beberapa tahun silam, dianggap hanya sementara waktu. Nantinya mereka akan kembali ke kesataun di daerah asal. Akan tetapi, justru yang terjadi adalah penambahan pasukan.

Para pasukanan keamanan itu bertahan di berbagai wilayah di Tanah Papua. Kalaupun mereka kembali ke kesatuan pada daerah asal di provinsi lain di Indonesia, mereka akan digantikan oleh satuan lain dari luar Tanah Papua.

Kehadiran pasukan keamanan di Tanah Papua pun kata Pdt. Dr. Benny Giay diikuti rangkaian tindakan kekerasan terhadap warga sipil di berbagai wilayah.

Situasi ini kemudian memicu perlawanan dari masyarakat. Namun dalam kondisi seperti ini, kebebasan berbicara dan berkumpul semakin dibatasi. Di berbagai daerah sejumlah aktivis ditangkap, sehingga ruang demokrasi terasa semakin sempit dan masyarakat tidak lagi merasakan kebebasan.

Kemudian kebijakan-kebijakan yang ada, termasuk yang diperpanjang tanpa keterlibatan masyarakat, MRP, maupun DPR, menimbulkan pertanyaan besar. Setelah kami telusuri, hal ini berkaitan dengan dinamika perlawanan masyarakat terhadap kehadiran militer,” kata Pdt. Dr. Benny Giay.

Di sisi lanjut Pdt. Dr. Benny Giay, kondisi pengungsi internal akibat konflik bersenjata di wilayah pengungsian, memprihatinkan. Bahkan militer pun menyerang kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona pengungsi internal, seperti di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah awal pekan lalu.

Sementara itu, anggota Dewan Gereja Papua, Pdt. Dorman Wandikbo mengatakan pihaknya menduga, kekerasan di Tanah Papua tidak berdiri sendiri, melainkan terjadi dalam konteks kebijakan pemerintah pusat yang dikenal sebagai Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

Menurutnya, kebijakan ini merujuk pada Instruksi Presiden atau Inpres Nomor 9 Tahun 2017 dan Inpres Nomor 9 Tahun 2020, tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Inpres Nomor 9 Tahun 2020 sendiri merupakan kebijakan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah terobosan terpadu, tepat, fokus, serta sinergis antar kementerian lembaga dan pemerintah daerah.

Tujuannya adalah mempercepat pembangunan melalui koordinasi yang terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak.

“Percepatan Pembangunan kami kira, [itu adalah strategsi] pemusnahan orang asli Papua dan Papua Barat yang berangkat dari Inpres Nomor 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat,” kata Pdt. Dorman Wandikbo.

Katanya, penting menelusuri bagaimana kebijakan ini berawal. Penelitian yang dilakukan tim LIPI pada 2004 hingga 2009, menemukan empat akar utama konflik di Tanah Papua.

LIPI kemudian merekomendasikan pendekatan dialog damai, rekonsiliasi, serta kebijakan afirmasi bagi masyarakat Papua yang terdampak konflik dan trauma akibat operasi militer.

Menurut Pdt. Dorman Wandikbo pada awalnya Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 dan 2009-2014, menunjukkan keterbukaan terhadap rekomendasi tersebut.

Namun, ada kelompok dalam unsur pemerintahan di pemerintah pusat, yang menolak pendekatan itu. Pihak ini disebut sebagai kelompok garis keras.

“Kelompok ini meragukan para peneliti, dan menilai konflik Papua semata-mata disebabkan oleh kurangnya pembangunan,” ucapnya.

Sebagai respons, pendekatan yang diambil kemudian beralih ke percepatan pembangunan sebagai solusi utama. Dari sinilah lahir kebijakan dan wacana Inpres Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

Dalam perkembangannya kata Pdt. Dorman Wandikbo, sejumlah kebijakan lain turut memperkuat pendekatan tersebut. Misalnya protes terhadap peristiwa rasisme di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur pada 16 Agustus 2019, direspons pemerintah dengan pelabelan makar terhadap para aktivis yang melakukan protes.

“Sejak saat itu, ribuan aparat keamanan dikirim ke Tanah Papua. Awalnya, pengiriman pasukan dilakukan untuk merespons situasi saat itu. Namun, kehadiran aparat terus berlanjut dan berdampak pada meningkatnya eskalasi kekerasan, serta membatasi ruang kebebasan sipil. Termasuk kebebasan berpendapat dan berkumpul,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian kemudian mengumumkan rencana pemekaran wilayah Papua menjadi tiga provinsi baru di Papua dan Papua Barat satu provinsi baru pada 1 Oktober 2019.

Pembentukan provinsi baru di Tanah Papua ini dinilai merupakan bagian dari rekomendasi lembaga intelijen negara, dan kini Tanah Papua telah terdiri dari enam provinsi.

Kehadiran empat provinsi baru di Tanah Papua lanjut Pdt. Dorman Wandikbo diikuti dengan rencana pembentukan 100 batalyon teritorial pembangunan, seperti yang disampaikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada Februari 2025. Batalyon ini akan berfokus pada sektor pembangunan dan pertanian.

Katanya, di sisi lain, laporan kemanusiaan mencatat bahwa hingga April 2026 terdapat lebih dari 107.000 pengungsi internal di Papua.

Melihat rangkaian kebijakan dan dampaknya, muncul kekhawatiran bahwa pendekatan pembangunan yang berjalan saat ini justru membawa masyarakat Papua ke situasi yang semakin sulit bahkan dirasakan sebagai jalan buntu.

“Kami juga mengharapkan perhatian dan tanggapan dari berbagai pihak terhadap kebijakan yang sedang berlangsung, demi masa depan yang lebih adil dan damai bagi Tanah Papua,” kata Pdt. Dorman Wandikbo. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Dewan Gereja PapuaKrisis KemanusiaanPdt. Dr. Benny GiayTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pengungsi

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026
penembak warga Tolikara

Polda Papua didesak proses hukum terduga pelaku penembak warga Tolikara

April 21, 2026

KNPB sampaikan sejumlah tuntutan terkait peristiwa di Kabupaten Puncak

April 20, 2026

Mahasiswa desak pemerintah daerah segera tangani warga Distrik Kembru

April 20, 2026

LP3BH: Komnas HAM bentuk Tim adhoc, Presiden hentikan operasi militer

April 17, 2026

Senator Lis Tabuni kecam keras insiden Puncak yang menewaskan 9 warga

April 20, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
parlemen

Pemerintah Kepulauan Solomon dituduh suap Anggota Parlemen

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Representatives of the Papua Church Council and indigenous pastors address the humanitarian crisis in Papua at a press conference in Jayapura, Papua, on Tuesday (April 21, 2026) - (Jubi/Aida Ulim)

107,000 Internally Displaced in Papua amid escalating Humanitarian Crisis

April 22, 2026
Ony Enumbi (27), who was fatally shot by members of the Damai Cartenz Task Force in Wiyugwi Village, Mulia District, Puncak Jaya Regency, Central Papua, on Monday (April 20, 2026) – Supplied

Civilian in Puncak Jaya reportedly shot dead, authorities label victim as wanted suspect

April 22, 2026
DPD

DPD RI Perwakilan Papua desak penghentian kekerasan dan transparansi penyelesaian konflik

April 21, 2026
PGI

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026
Penembakan

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
MRP menjaring aspirasi

MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

April 18, 2026
Korban Luka Tembak Kabupaten Puncak

Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

April 18, 2026
Pasar Lama Sentani

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Kabupaten Puncak

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

April 18, 2026
Kabupaten Puncak

Pimpinan gereja Katolik sesalkan tewasnya sembilan warga sipil di Puncak

April 18, 2026
parlemen

Pemerintah Kepulauan Solomon dituduh suap Anggota Parlemen

0
Dewan Gereja Papua

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

0
Representatives of the Papua Church Council and indigenous pastors address the humanitarian crisis in Papua at a press conference in Jayapura, Papua, on Tuesday (April 21, 2026) - (Jubi/Aida Ulim)

107,000 Internally Displaced in Papua amid escalating Humanitarian Crisis

0
Ony Enumbi (27), who was fatally shot by members of the Damai Cartenz Task Force in Wiyugwi Village, Mulia District, Puncak Jaya Regency, Central Papua, on Monday (April 20, 2026) – Supplied

Civilian in Puncak Jaya reportedly shot dead, authorities label victim as wanted suspect

0
DPD

DPD RI Perwakilan Papua desak penghentian kekerasan dan transparansi penyelesaian konflik

0
PGI

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

0
Penembakan

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

0

English Stories

Representatives of the Papua Church Council and indigenous pastors address the humanitarian crisis in Papua at a press conference in Jayapura, Papua, on Tuesday (April 21, 2026) - (Jubi/Aida Ulim)
Pacnews

107,000 Internally Displaced in Papua amid escalating Humanitarian Crisis

April 22, 2026
Ony Enumbi (27), who was fatally shot by members of the Damai Cartenz Task Force in Wiyugwi Village, Mulia District, Puncak Jaya Regency, Central Papua, on Monday (April 20, 2026) – Supplied
Pacnews

Civilian in Puncak Jaya reportedly shot dead, authorities label victim as wanted suspect

April 22, 2026
Students from Puncak and Puncak Jaya held a peaceful protest and delivered a public statement in Jayapura City regarding alleged acts of violence by security forces against civilians in Puncak Regency, Central Papua. The demonstration took place at the Mimika student dormitory in Waena, Jayapura, on Monday (April 20, 2026). — Aida/Ulim
Pacnews

Students urge authorities to respond to situation in Kembru District

April 22, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Pacnews

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

April 21, 2026
Head of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission while meeting Anite Telenggen (17), one of the gunshot victims from Puncak Regency, Central Papua, who is undergoing treatment at a hospital in Jayapura, Papua. — Courtesy of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission
Pacnews

Injured victim in Puncak claims she was shot by Indonesian military

April 19, 2026

Trending

  • Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

    Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara