• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

Darurat militer dan krisis kemanusiaan di Papua Tengah, Ribuan massa aksi demo datangi MRP-PT

November 10, 2025
in Meepago
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Angela Flassy
Nabire

aksi demo datangi MRP-PT di Jl. Mandala Atas, Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Senin (19/11/2025). Jubi/Larius Kogoya. 

0
SHARES
396
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Ribuan massa aksi demo damai Mahasiswa, Pelajar, masyarakat dan mama-mama yang tergabung dalam Komite Pimpinan Kota, Forum Independen Mahasiswa West Papua (KPK-FIMWP) yang menggelar aksi demo damai dari beberapa titik kumpul seperti di USWIM Nabire, Jepara, Karang Tumaritis, dan Siriwini. Lalu masa long march dari setiap titik tersebut menuju Kantor Majelis Rakyat Papua Tengah (MRP-PT) di Jl. Mandala Atas, Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Senin (19/11/2025). Massa menuntut MRP-PT membuka mata untuk sikapi atas situasi darurat militer dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Tanah Papua secara khusus di Papua Tengah.

Pantauan Jubi bahwa sekitar pukul 10.00 WP massa dari titik kumpul USWIM longmarch berjalan kaki ke kantor MRP-PT kurang lebih jarak 1,5 KM. Massa berjalan sembari orasi dan yel-yelnya yang dikawal oleh aparat keamanan dari Polres Nabire. Hujan rintik pun menemani massa aksi hingga membasahi sebagian tubuh mereka, tapi tak lama kemudian hujan berhenti. Sesampainya di depan gerbang Kantor MRP-PT, massa aksi dari Jepara, Karang Tumaritis, Siriwini juga datang bergabung lalu masuk ke kantor MRP-PT dan menduduki di halaman kantornya sekitar pukul 11.15 WP.

Wakil Ketua 1 MRP-PT, Paulina Marei bersama sejumlah anggotanya MRP-PT lainnya keluar menemui ribuan massa aksi demo tersebut. Dan Massa pendemo menyampaikan orasi-orasi secara bergantian untuk MRP-PT mendengarkan. Salah seorang dalam orasinya menilai bahwa MRP-PT diam di saat masyarakat mengungsi, dapat tembak, pengerahan pasukan nonorganik dalam jumlah banyak terjadi di Papua Tengah dan membuat masyarakat takut dan trauma dalam segala aktivitas. “Bubarkan saja MRP-PT kalau tidak berpihak kepada masyarakat Orang Asli Papua,” katanya dalam orasi. Ada yang sampaikan kalau urusan lain itu aktif tapi kalau bicara keamanan MRP-PT diam 1000 bahasa.

Sekitar 2 jam lebih mahasiswa, pelajar atau massa berorasi, meskipun hujan deras baik para pendemo maupun MRP-PT tetap bertahan kendatu hujan deras membasahi tubuhnya. Hujan tidak menyurutkan semangat massa aksi dan MRP-PT hingga menyampaikan pernyataan sikapinya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Koordinator Lapangan atau Korlap Umum, Yulianus Zanambani mengatakan bahwa aksi demo yang dilakukan itu secara serentak, oleh Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIMWP) Pusat di Jayapura, Komite Pimpinan Kota (KPK) Sentani, KPK Nabire, KPK Timika, KPK Manokwari turun jalan menyikapi dan melihat situasi terkini di Tanah Papua karena terjadi pengungsian, kekerasan bersenjata dan konflik yang tidak berakhir, masyarakat menjadi korban akibat konflik serta pengerahan pasukan militer nonorganik.

“Kami tuntut kepada MRP-PT supaya melihat dan bersuara terkait penanganan pengungsi di Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, terjadi Pembunuhan, Pembantaian di Tanah Papua. Ini itu harus ditanggapi serius oleh MPP-PT sebagai lembaga kultur Papua karena yang mati ini orang papua, Tanah hutan orang papua di ambil atas kepentingan ini yang harus suarakan oleh MRP-PT,” katanya.

Papua
Saat Ribuan massa aksi demo datangi MRP-PT di Jl. Mandala Atas, Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Senin (19/11/2025). Jubi/Larius Kogoya.

Yulianus berharap MRP-PT dapat bersuara untuk masyarakat yang sedang hidup dalam penderitaan, air mata, dan sekarat di negerinya sendiri. Pihaknya akan terus pantau MRP-PT, jika diabaikan aspirasinya, makan pihaknya akan turun tujuannya untuk dibubarkan MRP di atas Tanah Papua.

BERITATERKAIT

FIM-WP KPK Sentani tolak Freeport, inginkan penentuan nasib sendiri

FIM-WP gelar aksi peringatan kontrak karya PT Freeport

Peringati kontrak perdana PT Freeport, FIM WP turun aksi

Pemprov Papua Tengah berharap RKPD Nabire solusi kebutuhan masyarakat

“Kami akan turun dengan masa yang lebih banyak untuk bubarkan MRP-PT kalau dia tidak berpihak kepada masyarakat asli Papua. Kita harus kembalikan kepada Jakarta,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Wakil Ketua I MRP-PT, Paulina Marei mengatakan pihaknya sangat apresiasi dari masyarakat, mahasiswa, pelajar, pemuda, tokoh perempuan tokoh gereja yang menyampaikan aspirasi terkait situasi saat ini di Tanah Papua.

“Menyangkut kekayaan alam emas dan tadi kita sendiri lihat di dalam mereka punya baliho mereka menolak untuk tambang Blok Wabu. Mereka juga tuntut PT Freeport Indonesia ditutup di Papua, menghentikan pendropan militer yang terus terjadi. Mereka minta kalau MRP kalau tidak mampu dibubarkan dari Tanah Papua dan sebagainya,” katanya Paulina.

Paulina mengatakan Aspirasi yang mereka sampaikan di halaman kantor MRP-PT sehingga sebagai lembaga kultur OAP pihaknya menerima aspirasi daripada masyarakat. Setelah itu MRP-PT akan duduk sama-sama untuk klarifikasi hal-hal yang menjadi aspirasi masyarakat.

“Setelah itu kami akan teruskan ke gubernur karena keputusan mutlak bukan ada di MRP tapi ada di tangan pemerintah daerah. Nanti di sana mereka akan ambil keputusan seperti apa lalu mereka akan teruskan itu ke jakarta atau bagaimana nanti kita akan lihat. Tetapi MRP tidak akan diam, kami akan kawal sehingga tidak mengecewakan aspirasi daripada masyarakat itu,” ujarnya.

Wakil Kepala Kepolisian Resor atau Wakapolres Nabire Kompol, Piter Kendek mengatakan penanganan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh mahasiswa, pelajar dan masyarakat menyampaikan aspirasi adalah hak bagi semua warga masyarakat. Sehingga pihak aparat keamanan mengawal saja sehingga bisa dilihat bersama bahwa pelaksanaannya berjalan aman, tertib, dan terkendali.

“Ini kita juga harapkan partisipasi dari adik-adik mahasiswa maupun warga masyarakat yang menyampaikan aspirasi sehingga aksi hari ini berjalan aman tertib dan terkendali,” kata Wakapolres.

Wakapolres Nabire, Piter mengatakan untuk kekuatan personil yang diturunkan ada dari TNI, dari Kodim 20, dari Angkatan Laut 10, dan sisanya dari Polres, Brimob, dan Kodam sehingga totalnya 411 personil untuk melakukan pengamanan.(*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: aksi mahasiswaDarurat MiliterFIM-WPKabupaten Nabire
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kabupaten Puncak

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

April 22, 2026
Warga Kembru

Nasib warga tiga kampung di Puncak belum dapat dipastikan

April 19, 2026

Operasi militer di Puncak: Manusia hingga hewan ditembaki

April 19, 2026

Pimpinan gereja Katolik sesalkan tewasnya sembilan warga sipil di Puncak

April 18, 2026

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Eltinus Omaleng: Kami undang Freeport untuk bahas nasib masyarakat adat

April 8, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Kabupaten Puncak

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

April 22, 2026
Fiji

Meningkatnya utang, ancam anggaran pembangunan Fiji

April 22, 2026
Siklon

PM Marape kunjungi pulau terdampak siklon, siapkan rencana pemulihan

April 22, 2026
parlemen

Pemerintah Kepulauan Solomon dituduh suap Anggota Parlemen

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
MRP menjaring aspirasi

MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

April 18, 2026
Korban Luka Tembak Kabupaten Puncak

Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

April 18, 2026
Pasar Lama Sentani

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Kabupaten Puncak

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

April 18, 2026
Kabupaten Puncak

Pimpinan gereja Katolik sesalkan tewasnya sembilan warga sipil di Puncak

April 18, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

0
Kabupaten Tolikara

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

0
Kabupaten Puncak

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

0
Fiji

Meningkatnya utang, ancam anggaran pembangunan Fiji

0
Siklon

PM Marape kunjungi pulau terdampak siklon, siapkan rencana pemulihan

0
parlemen

Pemerintah Kepulauan Solomon dituduh suap Anggota Parlemen

0
Dewan Gereja Papua

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

0

English Stories

Representatives of the Papua Church Council and indigenous pastors address the humanitarian crisis in Papua at a press conference in Jayapura, Papua, on Tuesday (April 21, 2026) - (Jubi/Aida Ulim)
Pacnews

107,000 Internally Displaced in Papua amid escalating Humanitarian Crisis

April 22, 2026
Ony Enumbi (27), who was fatally shot by members of the Damai Cartenz Task Force in Wiyugwi Village, Mulia District, Puncak Jaya Regency, Central Papua, on Monday (April 20, 2026) – Supplied
Pacnews

Civilian in Puncak Jaya reportedly shot dead, authorities label victim as wanted suspect

April 22, 2026
Students from Puncak and Puncak Jaya held a peaceful protest and delivered a public statement in Jayapura City regarding alleged acts of violence by security forces against civilians in Puncak Regency, Central Papua. The demonstration took place at the Mimika student dormitory in Waena, Jayapura, on Monday (April 20, 2026). — Aida/Ulim
Pacnews

Students urge authorities to respond to situation in Kembru District

April 22, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Pacnews

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

April 21, 2026
Head of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission while meeting Anite Telenggen (17), one of the gunshot victims from Puncak Regency, Central Papua, who is undergoing treatment at a hospital in Jayapura, Papua. — Courtesy of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission
Pacnews

Injured victim in Puncak claims she was shot by Indonesian military

April 19, 2026

Trending

  • Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

    Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara