Jayapura, Jubi-Perdana Menteri James Marape kembali ke Port Moresby setelah mengunjungi komunitas pulau di Provinsi Milne Bay yang terdampak Siklon Maila, di mana ia menyaksikan secara langsung kerusakan yang dialami dan menegaskan perlunya langkah pemulihan jangka panjang.
Ia menghabiskan beberapa hari berkeliling pulau-pulau terdampak, termasuk Pulau Misima, Pulau Rossel, Pulau Woodlark, dan Pulau Kiriwina, serta atol terpencil Pulau Budibudi, yang dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak. Demikian dikutip jubi.id dari laman tvwan.com.pg, Rabu (22/4/2026).
Ia mengatakan bahwa laporan lengkap provinsi akan disampaikan ke Kabinet minggu ini, yang akan membahas baik intervensi segera maupun jangka panjang.
“Pada rapat Kabinet hari Rabu, kami akan mempertimbangkan bencana ini secara menyeluruh dan memastikan fase respons berikutnya mencakup solusi berkelanjutan dan jangka panjang bagi komunitas pesisir dan pulau kami,” ujar Marape.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Ia menekankan perlunya infrastruktur tahan iklim dan penyesuaian gaya hidup di wilayah yang rentan.
Australia perkuat bantuan untuk penanganan Siklon Maila
Australia memperkuat dukungan kemanusiaan untuk respons Papua Nugini terhadap Siklon Tropis Maila dengan menyediakan bahan bakar penerbangan untuk menunjang operasi bantuan di wilayah terdampak, termasuk Milne Bay.
Pemerintah Australia menyediakan 6.000 liter bahan bakar penerbangan untuk membantu menjaga operasi udara penting yang mengirimkan pasokan darurat ke komunitas terpencil. Bahan bakar ini akan mendukung pesawat PAC-750 Angkatan Pertahanan Papua Nugini (PNGDF) dan helikopter Bell 412 kontrak PNGDF, sehingga memungkinkan pengiriman “last mile” berkelanjutan ke wilayah yang paling parah terdampak siklon.
Upaya bantuan juga mencakup penerbangan Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) yang mengangkut pasokan penting ke provinsi-provinsi terdampak siklon di seluruh negeri.
Bantuan ini bertujuan memastikan keluarga dan komunitas di wilayah terpencil tetap memiliki akses terhadap makanan dan pasokan vital lainnya seiring upaya pemulihan yang berlanjut.
Australia menyatakan akan terus bekerja sama dengan Papua Nugini untuk mendukung operasi bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana pasca-siklon.
Penasihat Pertahanan Australia, Kolonel Nick Trotter, mengatakan kemitraan ini tetap penting untuk menjangkau komunitas yang rentan.
“Australia terus bekerja sama dengan Papua Nugini untuk mendukung upaya bantuan bagi provinsi terdampak siklon,” ujarnya.
“Angkatan Pertahanan Australia bangga dapat mendukung pengiriman ‘last mile’, memastikan komunitas terpencil dapat mengakses makanan dan pasokan penting.” (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post