Jayapura, Jubi – Siklon Maila telah diturunkan statusnya menjadi tekanan rendah tropis, namun telah menyebabkan kerusakan luas di Kepulauan Solomon dan Papua Nugini.
Siklon Maila membuat hujan deras hingga sepuluh orang dilaporkan tewas di wilayah otonom Bougainville, Papua Nugini, termasuk delapan orang yang meninggal akibat tanah longsor. Demikian dikutip jubi.id dari laman RNZ Pasifik Senin (13/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Asiko, wilayah pemilihan Kongara, di Bougainville Tengah.
Laporan yang diterima NBC News menyebutkan tragedi itu terjadi pada Kamis sore, 9 April.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sepasang suami istri, anak mereka, dan seorang cucu termasuk di antara korban yang tewas akibat longsor.
Jenazah mereka telah berhasil ditemukan.
Penilaian pemerintah sedang dilakukan untuk menentukan tingkat kerusakan dan kehancuran di seluruh wilayah tersebut.
Sejumlah orang lainnya, termasuk seorang ibu hamil, mengalami luka-luka dan dirawat di Pusat Kesehatan Kakusida setempat.
Jalan-jalan juga terputus akibat banjir, dan kebun-kebun pangan dilaporkan mengalami kerusakan.
Perusahaan Bougainville Copper telah menyalurkan bantuan makanan dan barang lainnya kepada keluarga korban.
Pemerintah Australia telah menjanjikan bantuan sebesar 2,5 juta dolar Australia bagi mereka yang terdampak oleh Maila.
Vaianu
Siklon Vaianu menyebabkan banjir di Fiji sebelum membawa hujan dan angin kencang ke Aotearoa Selandia Baru.
Vaianu bergerak menjauh dari daratan utama Selandia Baru pada Minggu malam, setelah menghantam wilayah timur laut negara itu selama akhir pekan.
Siklon tersebut diperkirakan akan memengaruhi Kepulauan Chatham pada hari Senin.
Sistem cuaca ini membawa curah hujan hingga 220 mm di Coromandel dan hembusan angin mencapai 126 km/jam tercatat di Māhia.
Warga Hawke’s Bay yang dievakuasi akan mengetahui pada hari Senin apakah mereka dapat kembali ke rumah mereka.
Warga yang dievakuasi di Bay of Plenty diizinkan kembali ke rumah pada hari Minggu (12/4/2026). (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post