Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah membentuk tim untuk menangangi warga Kabupaten Puncak, yang menjadi korban akibat peristiwa awal pekan lalu, yang menyebabkan beberapa warga tewas dan terluka.
Sebelumnya sembilan warga Distrik Kembru, Kabupaten Puncak dilaporkan tewas tertembak saat TNI melakukan operasi militer di wilayah itu, dan lima lainnya mengalami luka tembak.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG, M.H.Kes mengatakan, dalam waktu dekat tim terpadu Pemprov Papua Tengah akan diberangkatkan ke Kabupaten Puncak untuk menyalurkan bantuan, dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
“Selain penanganan fisik, aspek mental dan psikis warga menjadi perhatian utama. Kami ingin memastikan mereka (warga terdampak) tidak hanya sembuh secara fisik, juga pulih secara mental,” kata Silwanus Sumule, Selasa (21/4/2026).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Menurutnya, trauma healing bagi anak-anak dan korban yang sudah keluar dari rumah sakit akan dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).
Katanya, untuk penanganan jangka pendek, para korban luka telah mendapat perawatan medis. Kini tahap selanjutnya adalah memastikan pelayanan kesehatan dan logistik di kampung-kampung tetap terjamin.
“Tim gabungan akan menuju wilayah Sinak dan Mulia untuk mendistribusikan bantuan sembako dalam waktu dekat,” ucapnya.
Menurutnya, untuk anak berusia tujuh tahun yang menjadi korban luka, telah menjalani operasi di RSUD Nabire dan kini dalam proses pemulihan.
“Ibu ini saat ini menjalani operasi. Kami akan kawal terus proses pengobatannya, bahkan kami berencana mendampingi hingga proses persalinan nanti,” kata Silwanus Sumule. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


























Discussion about this post