Jayapura, Jubi – Yayasan Pembangunan Masyarakat Desa (YPMD) Papua meluncurkan website dengan nama ypmd-irja.org, di Kantor YPMD Papua jalan Jeruk Nipis Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Senin (16/3/2026).
YPMD-IRJA adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pertama di Tanah Papua yang lahir dari keresahan kelompok idealis Gereja dan Tokoh Masyarakat terhadap ketidakadilan pembangunan di era 1980-an.
“Aktivis LSM YPMD setiap turun ke lapangan dan kembali wajib menuliskan laporan kegiatan dari lapangan bersama masyarakat, ada laporan tertulis, foto dan juga peta lokasi kampung,” kata mantan Direktris YPMD Papua, Fientje Jarangga saat menghadiri peluncuran website YPMD Papua di Jayapura, Senin (16/3/2026).
Dia menambahkan alm Dr George Junus Aditjondro selalu mewajibkan para peneliti YPMD maupun penulis buletin Kabar dari Kampung (KdK) untuk menulis artikel ke dalam media buletin pertama milik YPMD di era 1980an hingga 2000an itu.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Saya menyambut baik upaya mendokumentasikan kembali hasil karya dalam buletin KdK dan juga laporan terkini dari para aktivis maupun generasi muda yang kini menangani website YPMD,” kata Fientje Jarangga.
Hal senada juga dikatakan Jan Hambur, Direktur Pelaksana YPMD sekarang bahwa kehadiran website ini mencoba untuk menggali kembali arsip yang lama tersimpan dan juga mengikuti perkembangan teknologi digital di era terkini dengan tantangan yang berbeda dengan beberapa waktu lalu.
“Website YPMD ini merupakan hasil kerja keras dari relawan IT YPMD, saudara Jansen Faidiban yang bertanggung jawab dan bekerja keras mewujudkan website ini,” kata Yan Hambur seraya menambahkan bahwa Faidiban juga mendapat dukungan dari pihak YPMD untuk menjalankan konten dari website ini.
Jurnalis Senior Papua, Kristian Ansaka yang juga mantan redaktur pelaksana KdK di era 1990an mengatakan tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengisi konten tersebut dengan melibatkan teman teman CSO maupun para relawan yang dilatih menulis sebagai jurnalis warga.
“Hanya saja saya melihat gaya bahasa dari KdK sangat khas dan agak berbeda sehingga perlu diperhatikan. Misalnya dalam judul berita, “Selamat datang beras subsidi selamat tinggal sagu” atau juga tentang urbanisasi, Keluar dari Kampung, Bakarat di Kota,” kata Ansaka.
Begitu pula jurnalis senior Papua, Thontji Wolas Krenak, kehadiran website ini dapat memberikan nuansa baru bagi semua pihak untuk melengkapi referensi dan data data terkini tentang Papua terutama isu-isu lingkungan, kependudukan dan hak hak politik di tanah Papua.
KdK dari Lik Lik Buk dan George Junus Aditjondro
Setelah membentuk lembaga bernama YPMD pada 8 Desember 1984 di Kota Jayapura, LSM tertua di Papua ini menerbitkan pula buletin tiga bulanan bernama Kabar dari Kampung (KdK) sejak 1984 hingga 1998.
Ide tentang lahirnya KdK ini setelah Alm George Junus Aditjondro berkunjung ke Lae di Papua Nugini di mana di sana ada sebuah buletin bernama Lik Lik Buk menulis tentang kehidupan masyarakat di Papua Nugini. Tentang sagu dan masalah tanah ada serta kearifan lokal di sana, sehingga mantan jurnalis majalah Tempo di era 1970 an itu menerbitkan buletin bernama Kabar dari Kampung (KdK).
YPMD lahir pada 8 Desember 1984 dan menerbitkan buletin yang dinamakan Kabar dari Kampung (KdK). Terbitan Kdk ini menggunakan bahasa Indonesia versi Papua yang cukup sederhana dan dimengerti oleh semua pihak. Sejak tahun 1984 hingga tahun 1998 Kabar dari Kampung (KdK) masih terbit
Adalah Dr George Junus Aditjondro, mantan jurnalis majalah Tempo, yang pertama kali mengembangkan jurnalistik kampung di Papua sejak 1984 dengan menerbitkan buletin Kabar dari Kampung (KdK).
Setelah memimpin YPMD dan menerbitkan KdK, George Aditjondro melanjutkan studi doktoral di Ithaca Cornell University di Amerika Serikat. Ia meninggal pada 10 Desember 2016, mendiang Aditjondro banyak pula memberikan tips dalam menulis berita dari kampung, antara lain setiap aktivis LSM YPMD pulang dari lapangan atau kampung harus menggambarkan lokasi peliputan terutama jarak dari kota ke kampung lengkap dengan peta-peta. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post