• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026
in Meepago
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Puncak

Salah satu anak yang dilaporkan menjadi korban luka tembak di Kabupaten Puncak - Dok. Untuk Jubi

0
SHARES
1.3k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sebanyak sembilan warga sipil, termasuk seorang anak di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Puncak, Papua Tengah dilaporkan tewas tertembak, dan puluhan lainnya terluka.

Sumber Jubi di Kabupaten Puncak, Yumbunik Murib mengatakan, para korban tewas tertembak dalam penyerangan oleh personel TNI di Kampung Tenoti dan Kampung Kumikomo, Distrik Kembru, Selasa (14/4/2026).

“Para korban tewas karena terkena tembakan akibat penyerangan membabi buta [oleh aparat keamanan] di sejumlah kampung [di] Distrik Kembru. Sembilan orang yang sudah diidentifikasi, dan dievakuasi lalu dimakamkan secara adat,” kata Yumbunik Murib melalui panggilan teleponnya kepada Jubi dari Puncak, Jumat (17/4/2026).

Menurut Yumbunik Murib, sembilan korban tewas itu adalah adalah Wundilina Kogoya (36 tahun), Kikungge Walia (55 tahun), Pelen Kogoya (65 tahun), Tigiagan Walia (76 tahun), Ekimira Kogoya (47 tahun), Daremet Telenggen (55 tahun), Inikiwewo Walia (52 tahun), Amer Walia (77 tahun), dan balita bernama Para Walia (5 tahun).

“Jenazah [korban] dibakar secara adat orang Lani Papua. [Selain korban tewas] masyarakat sebagian luka-luka mulai dari anak-anak sampai dewasa mencapai puluhan orang. Mereka yang luka-luka itu kami bawa ke rumah sakit. Mereka dirawat [di rumah sakit] tapi sebagian dirawat di rumah,” ucapnya.

Ia mengatakan korban luka adalah Onde Walia (5 tahun), Aliko Walia (5 tahun), Nokia Kogoya (21 tahun), Anite Telenggen (19 tahun) dan Daniton Tabuni. Anite Telenggen dan Onde Walia sudah dirujuk ke Jayapura dan Nabire, sementara korban luka lainnya di rawat di Rumah Sakit Mulia. Korban luka ini belum termasuk yang dirawat di rumah.

Katanya, korban tewas dan luka itu belum termasuk yang berada di Kampung Kembru, Kampung Makuma, Kampung Nilome, Distrik Kembru. Korban di tiga kampung tersebut belum dapat dipastikan dan dievakuasi, sebab TNI masih berada di sana.

BERITATERKAIT

Mimbar bebas: Mahasiswa Mimika desak usut penembakan di Tembagapura

Polda Papua diminta ambil alih penanganan kasus penembakan di Tolikara

KNPB nyatakan sikap terhadap penembakan pelajar di Mamberamo Tengah

Koops Habema menduga OPM pelaku penembakan warga di Tembagapura

Karena itu, masyarakat minta pihak TNI di Kabupaten Puncak untuk mengizinkan mereka mengevakuasi korban di tiga kampung tersebut.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“[Proses evakuasi korban di tiga kampung itu] mungkin [akan dilakukan] hari ini atau tidak besok. Korban di tiga kampung itu belum evakuasi sejak kejadian. Berapa yang korban [di tiga kampung] itu belum tahu, berapa yang terluka semua belum,” ujarnya.

Murib menjelaskan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB dengan TNI-Polri sebenarnya sudah sepakat menentukan wilayah perang kedua pihak, yaitu di Distrik Pogoma, di sebelah Kali Sinak, yang jaraknya sangat jauh dari Distrik Kembru.

Katanya, Distrik Kembru adalah kawasan pengungsian masyarakat dari sejumlah distrik lain, termasuk warga Distrik Pogoma.

“Jadi selama ini pengungsi beraktivitas seperti biasa, di kampung-kampung di wilayah Distrik Kembru. Tapi tiba-tiba TNI menyerang. Mereka membunuh masyarakat dengan tidak manusiawi, TNI masuk menyerang tempat pengungsi,” kata Murib.

Menurut Yumbunik Murib, prajurit TNI melakukan operasi militer menggunakan tiga helikopter dan menurunkan peledak yang diduga granat ke Kampung Guamo, Distrik Pogoma, Senin (13/4/2026) dini hari hingga sore.

Prajurit TNI lanjut Murib, kemudian melakukan operasi militer lewat serangan udara dan darat di sejumlah kampung di Distrik Kembru, Selasa (14/4/2026) dini hari.

Ia menambahkan, hingga kini pemerintah kabupaten belum turun ke wilayah itu untuk melihat kondisi masyarakat atau menyalurkan bantuan.

“Ada [warga di Kabupaten Puncak] yang ditembak mati, ada yang mengungsi ke hutan,” kata Yumbunik Murib.

Sementara itu, Kepala penerangan Komando Daerah Militer atau Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan yang melakukan penyerangan di Kabupaten Puncak adalah Organisai Papa Merdeka (OPM).

Katanya kelompok ini menyerang tiga warga sipil di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, yang terdiri dari seorang wanita dan dua anak-anak, dengan luka tembak.

Katanya, berdasarkan laporan tersebut dan permintaan masyarakat, Satgas TNI dan Kodim 1714/Puncak Jaya bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Puncak Jaya, mengevakuasi ketiga korban tersebut ke Rumah Sakit Mulia di Kabupaten Puncak Jaya, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kami sangat menyayangkan dan mengutuk kejadian kekerasan kepada warga yang diduga dilakukan kelompok OPM tersebut. Warga sipil seharusnya dilindungi, bukannya dijadikan sasaran kekerasan,” kata Letkol Inf Tri Purwanto dalam siaran pers tertulis yang diterima Jubi, Kamis (16/4/2026) malam.

Jubi juga berupaya melakukan konfirmasi informas tewasnya sejumlah warga sipil di Kabupaten Puncak yang diduga akibat tertembak kepada Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, namun hingga berita ini diturunkan belum ada direspons dari yang bersangkutan. (*)

Tags: balitaPenembakanWarga Puncak
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Wakil Ketua

Wakil Ketua DPR Papua Tengah bawa aspirasi masyarakat ke Jakarta

June 5, 2026
Masyarakat adat

Masyarakat adat blokade akses menuju PT Freeport

June 4, 2026

Mahasiswa Mimika se-Indonesia desak berbagai pihak evaluasi kebijakan pendidikan

June 2, 2026

Mahasiswa desak investigasi ledakan di depan gereja Katolik Intan Jaya

May 28, 2026

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026

Operasi militer di Puncak: 13 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

May 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Vanuatu

Guru di Vanuatu menuntut penyelesaian kesenjangan gaji

June 13, 2026
Perusahaan Sawit

Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

June 13, 2026
PNG

Kemarahan melanda PNG karena kapal Filipina menangkap lumba-lumba

June 13, 2026
Korupsi

Dua tersangka korupsi dana pengawasan pilkada Kabupaten Pegaf ditahan

June 13, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat di Papua Barat Daya mesti segera mendapat kepastian hukum

June 13, 2026
Pesan gubernur

Pesan Gubernur Nawipa saat penamatan siswa Sekolah Genius

June 12, 2026
Four Yahukimo Residents

Four Yahukimo Residents Reportedly Detained by Security Task Force and Marines

June 12, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri launching Kartu Pace Mace, fokus bangun SDM dan pendidikan generasi muda Papua

June 12, 2026
Lanny Jaya

Remaja di Lanny Jaya diduga tewas karena menginjak ranjau

June 12, 2026
Piala Dunia

Ekspresi glokal di Kampung Piala Dunia Kota Jayapura

June 13, 2026
CPNS terima SK PNS

253 CPNS Pemkot Sorong terima SK PNS

June 10, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Vanuatu

Guru di Vanuatu menuntut penyelesaian kesenjangan gaji

0
Perusahaan Sawit

Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

0
PNG

Kemarahan melanda PNG karena kapal Filipina menangkap lumba-lumba

0
Korupsi

Dua tersangka korupsi dana pengawasan pilkada Kabupaten Pegaf ditahan

0
Masyarakat Adat

Masyarakat adat di Papua Barat Daya mesti segera mendapat kepastian hukum

0
Pesan gubernur

Pesan Gubernur Nawipa saat penamatan siswa Sekolah Genius

0
Four Yahukimo Residents

Four Yahukimo Residents Reportedly Detained by Security Task Force and Marines

0

English Stories

Four Yahukimo Residents
Pacnews

Four Yahukimo Residents Reportedly Detained by Security Task Force and Marines

June 12, 2026
Jayapura Health
Pacnews

Jayapura Health Department Holds TB and HIV/AIDS Awareness Program for Journalists

June 12, 2026
Teenager in Lanny Jaya
Pacnews

Teenager in Lanny Jaya Reportedly Killed After Stepping on Suspected Landmine

June 12, 2026
English Language
Pacnews

English Language Skills Program in Central Papua Exceeds Participant Target

June 12, 2026
South Sorong
Pacnews

South Sorong Officials Urged to Stop Intimidating Environmental Activists

June 12, 2026

Trending

  • Gubernur Fakhiri

    Gubernur Fakhiri launching Kartu Pace Mace, fokus bangun SDM dan pendidikan generasi muda Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Remaja di Lanny Jaya diduga tewas karena menginjak ranjau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekspresi glokal di Kampung Piala Dunia Kota Jayapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 253 CPNS Pemkot Sorong terima SK PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara