Dua tersangka korupsi dana pengawasan pilkada Kabupaten Pegaf ditahan

Penulis: Adlu Raharusun
Editor: Arjuna Pademme

Manokwari, Jubi – Dua tersangka dugaan korupsi dana hibah pengawasan pemilihan kepala daerah atau pilkada Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) Papua Barat, resmi ditahan, Jumat (12/6/2026).

Kedua tersangka adalah JPR yang merupakan Sekertaris Bawaslu Pegunungan Arfak periode 2020-2021, dan MYW bendahara Bawaslu Kabupaten Pegunungan Arfak. Kerugian negara dalam kasus ini Rp4,2 miliar

Penahanan dilakukan setelah penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus atau Ditreskrimsus Polda Papua Barat melimpahkan kedua tersangka ke Kejaksaan Negeri Manokwari, didampingi kuasa hukumnya, Penina.

Sebelumnya kedua tersangka tak ditahan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat, keduanya hanya dikenakan wajib lapor.

Kasubdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Papua Barat, AKBP Rangga Abiyasa mengatakan, kedua tersangka telah dilimpahkan ke jaksa.

“Tadi sudah dilakukan pelimpahan tahap II perkara tipikor dana hibah Bawaslu Pegunungan Arfak,” kata AKBP Rangga Abiyasa, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, selain menyerahkan kedua tersangka ke jaksa, penyidik juga menyerahkan barang bukti termasuk satu unit rumah di kawasan Amban, Manokwari dan satu buah mobil Fortuner warna silver.

BERITATERKAIT

“Proses pelimpahan berlangsung lancar. Tadi dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri Manokwari,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penuntutan Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Roger Hermanus membenarkan bahwa kedua tersangka langsung ditahan. “Ia keduanya [telah] ditahan,” kata Roger Hermanus.

Total anggaran yang di kelola kedua tersangka pada 2020 – 2021, kurang lebih Rp7 miliar. Anggaran ini bersumber darai dana hibah Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak. Namun yang tidak dapat dipertanggungjawabkan adalah Rp4,2 miliar.

Bawaslu Kabupaten Pegaf mendapat dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Pegaf Rp11 miliar pada 2019-2020. Kedua tersangka mengelola sisa anggaran Rp4,8 miliar pada periode Oktober 2020-Desember 2020. Akan tetapi, bukti pertanggungjawaban kurang lebih hanya Rp1,6 miliar.

Bawaslu Kabupaten Pegunungan Arfak kembali medapat dana hibah Rp2,2 miliar pada 2021. Namun yang dapat dipertanggungjawabkan hanya Rp1,2 miliar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist