• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Kemarahan melanda PNG karena kapal Filipina menangkap lumba-lumba

June 13, 2026
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
PNG

Cuplikan layar dari video dari Provinsi Manus, PNG, yang menunjukkan awak kapal pukat cincin, Red Robin 88, sedang menarik bangkai lumba-lumba dari jaringnya. – Jubi/RNZ Pasifik/Foto: Cuplikan layar

0
SHARES
22
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Kemarahan melanda Papua Nugini (PNG) terkait tanda-tanda bahwa sebuah perusahaan penangkap ikan tuna asal Filipina, telah menangkap lumba-lumba secara ilegal.

Hal ini menyusul munculnya video berdurasi empat menit dari Provinsi Manus, PNG, yang menunjukkan awak kapal pukat cincin, Red Robin 88 (sebelumnya Discovery 101 ), menarik bangkai lumba-lumba dari jaringnya. Demikian dikutip jubi.id dari laman internet RNZ Pasifik, Sabtu (13/6/2026)

Jonathan Semin, warga lokal Manus, mengatakan kepada RNZ Pacific bahwa komunitasnya sangat prihatin dengan apa yang mereka lihat dalam video tersebut.

“Ada banyak lumba-lumba, yang membuat saya sangat marah, ketika saya melihat ada lumba-lumba mati di dalam jaring.”

“Mereka membunuh lumba-lumba kita. Kita seharusnya melindungi mereka. Mengapa kapal-kapal nelayan ini datang ke laut kita dan melakukan ini pada lumba-lumba dan spesies laut kita?”

Red Robin 88 adalah kapal penangkap ikan asing yang berbasis di perairan lokal dan dimiliki oleh Frabelle Fishing Corporation, sebuah perusahaan milik Filipina yang telah lama berdiri di perairan PNG.

Menteri Perikanan dan Sumber Daya Kelautan PNG, Jelta Wong, mengatakan kepada RNZ Pacific bahwa ia mengharapkan laporan tentang insiden tersebut dari Unit Pengawasan Otoritas Perikanan Nasional.

BERITATERKAIT

Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

PNG tetapkan ambang batas tinggi untuk meratifikasi kemerdekaan Bougainville

Parkop memimpin jalan kaki pada Hari Samudra Dunia di PNG

Bongkahan batu apung besar dari gunung berapi menghantam pantai Pulau Manus

“Ini ilegal. Saya sedang menyelidiki ini. Mereka akan dihukum berat, saya sedang meneliti bukti-buktinya,” kata Wong.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Sejumlah besar lumba-lumba hidup di laut sekitar Provinsi Manus, di mana mereka sangat dihargai oleh masyarakat setempat sebagai makhluk hidup yang memiliki kesadaran dan membantu orang yang tersesat di laut menemukan jalan pulang.

“Kami menyayangi mereka, mereka adalah bagian dari kami,” kata Semin.

“Kami senang merawat berbagai spesies seperti lumba-lumba dan hewan laut lainnya, jadi hal itu akan membuat masyarakat kami sangat marah ketika mereka menemukan video ini.”tambahnya.

Dia mengatakan bahwa selain menunjukkan kapal yang menangkap sejumlah besar tuna, rekaman orang asing yang menarik lumba-lumba mati dari jaring itu menyinggung perasaan masyarakat PNG.

“Itulah yang membuat saya sangat marah, karena kami mencintai lumba-lumba, kami melestarikan lumba-lumba di wilayah kami, dan ketika kapal nelayan ini datang dan bertindak seperti ini, ini tidak baik, ini sama sekali tidak benar,” katanya.(*)

Tags: ilegalKapal FilipinaPenangkapan Lumba-lumbaPNG
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Vanuatu

Guru di Vanuatu menuntut penyelesaian kesenjangan gaji

June 13, 2026
Perusahaan Sawit

Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

June 13, 2026

Hubungan antara Kepulauan Solomon, Australia dan Selandia Baru membaik

June 12, 2026

Mahasiswa UPNG Hagen PNG menggelar pengumpulan buku

June 12, 2026

Partai politik Kaledonia Baru bersiap mengikuti pemilihan provinsi

June 12, 2026

Pasien stroke termuda di Fiji berusia empat tahun

June 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Vanuatu

Guru di Vanuatu menuntut penyelesaian kesenjangan gaji

June 13, 2026
Perusahaan Sawit

Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

June 13, 2026
PNG

Kemarahan melanda PNG karena kapal Filipina menangkap lumba-lumba

June 13, 2026
Korupsi

Dua tersangka korupsi dana pengawasan pilkada Kabupaten Pegaf ditahan

June 13, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat di Papua Barat Daya mesti segera mendapat kepastian hukum

June 13, 2026
Pesan gubernur

Pesan Gubernur Nawipa saat penamatan siswa Sekolah Genius

June 12, 2026
Four Yahukimo Residents

Four Yahukimo Residents Reportedly Detained by Security Task Force and Marines

June 12, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri launching Kartu Pace Mace, fokus bangun SDM dan pendidikan generasi muda Papua

June 12, 2026
Lanny Jaya

Remaja di Lanny Jaya diduga tewas karena menginjak ranjau

June 12, 2026
CPNS terima SK PNS

253 CPNS Pemkot Sorong terima SK PNS

June 10, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Piala Dunia

Ekspresi glokal di Kampung Piala Dunia Kota Jayapura

June 13, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Vanuatu

Guru di Vanuatu menuntut penyelesaian kesenjangan gaji

0
Perusahaan Sawit

Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

0
PNG

Kemarahan melanda PNG karena kapal Filipina menangkap lumba-lumba

0
Korupsi

Dua tersangka korupsi dana pengawasan pilkada Kabupaten Pegaf ditahan

0
Masyarakat Adat

Masyarakat adat di Papua Barat Daya mesti segera mendapat kepastian hukum

0
Pesan gubernur

Pesan Gubernur Nawipa saat penamatan siswa Sekolah Genius

0
Four Yahukimo Residents

Four Yahukimo Residents Reportedly Detained by Security Task Force and Marines

0

English Stories

Four Yahukimo Residents
Pacnews

Four Yahukimo Residents Reportedly Detained by Security Task Force and Marines

June 12, 2026
Jayapura Health
Pacnews

Jayapura Health Department Holds TB and HIV/AIDS Awareness Program for Journalists

June 12, 2026
Teenager in Lanny Jaya
Pacnews

Teenager in Lanny Jaya Reportedly Killed After Stepping on Suspected Landmine

June 12, 2026
English Language
Pacnews

English Language Skills Program in Central Papua Exceeds Participant Target

June 12, 2026
South Sorong
Pacnews

South Sorong Officials Urged to Stop Intimidating Environmental Activists

June 12, 2026

Trending

  • Gubernur Fakhiri

    Gubernur Fakhiri launching Kartu Pace Mace, fokus bangun SDM dan pendidikan generasi muda Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Remaja di Lanny Jaya diduga tewas karena menginjak ranjau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 253 CPNS Pemkot Sorong terima SK PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekspresi glokal di Kampung Piala Dunia Kota Jayapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara