• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Laut Raja Ampat digempur nelayan luar, nelayan lokal mengeluh

April 28, 2026
in Domberai
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Angela Flassy
nelayan

Kapal Motor Nelayan yang masuk wilayah Papua Barat Daya untuk mencari ikan - Jubi/Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Alam dan Pembangunan Raja Ampat

0
SHARES
635
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Nelayan di wilayah Ayau dan pantai utara Raja Ampat mengaku resah akibat masuknya nelayan dari luar kabupaten ke perairan yang selama ini menjadi wilayah tangkap mereka. Menurut Denis Rumbewas dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Alam dan Pembangunan Raja Ampat, keresahan ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir, bahkan beberapa nelayan asing diduga masuk ke kawasan yang diperuntukkan bagi warga kampung.

” Kami masyarakat nelayan di wilayah Ayau dan Pantura Raja Ampat menyampaikan keresahan yang sudah kami rasakan selama kurang lebih tiga bulan terakhir,”demikian tulis Denis Rumbewas melalui pesan, Selasa (28/4/2026)

Dia menjelaskan sejak masuknya kapal-kapal motor nelayan dari luar daerah, khususnya dari Bitung Provinsi Sulawesi Utara, ke wilayah perairan utara Kabupaten Raja Ampat, tangkapan warga menjadi turun.

“Hasil tangkapan kami menurun drastis. Jika sebelumnya kami bisa melaut dan mendapatkan hasil yang cukup untuk kebutuhan keluarga, sekarang seringkali kami pulang dengan hasil yang sangat sedikit,” katanya.

Laut yang selama ini menjadi sumber utama kehidupan mereka, kini terasa semakin sulit memberikan penghidupan. Mereka melihat adanya aktivitas penangkapan yang melewati batas wilayah tangkap nelayan lokal.

“Bahkan masyarakat di Pulau Moof sudah memberikan teguran secara langsung kepada salah satu kapal dari luar tersebut, karena telah masuk ke area yang menjadi tempat utama kami mencari nafkah,” tuturnya.

Para nelayan menyayangkan bahwa hingga saat ini (hampir tiga bulan berlalu), kapal-kapal nelayan tersebut masih terus beroperasi di perairan Ayau tanpa adanya tindakan tegas dari pihak yang berwenang. “Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah tidak ada pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas tersebut?” ujarnya.

BERITATERKAIT

Gerakan sadar lingkungan, puluhan siswa SD YPK Immanuel Manyaifun bersihkan pantai

Dilaporkan sejak November, pejabat Raja Ampat belum tersangka

Kuasa hukum desak Polres Raja Ampat tangkap pejabat pelaku kekerasan seksual

Dugaan kekerasan seksual anak kandung, LP3BH: Polisi segera buat laporan model A

Dia meminta aparat hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan penertiban terhadap kapal-kapal nelayan dari luar daerah yang masuk ke wilayah tangkap nelayan lokal.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kami masyarakat Ayau sangat bergantung pada laut. Laut adalah sumber kehidupan kami, sumber makan kami, dan masa depan anak-anak kami,”katanya.

“Tolong selamatkan laut kami.Tolong lindungi nelayan kami,” katanya.

Sarana pengawasan terbatas dan BBM mahal

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Papua Barat Daya, Absalom Solossa mengakui ada nelayan dari luar yang masuk ke wilayah pantai utara Kabupaten Raja Ampat.

“Memang ada Kapal Motor Nelayan yang masuk sampai ke dalam wilayah 12 mill bahkan ke area mencari nelayan lokal. itu sudah melanggar peraturan, dan mereka harus mencari di luar 12 mill,” katanya kepada jubi.id melalui telepon seluler, Selasa (28/4/2026).

Dia menambahkan warga berhak untuk melarang untuk mereka masuk atau melewati batas 12 mill, bahkan masuk ke wilayah penangkapan nelayan lokal. “Kita juga sulit melakukan pengawasan rutin termasuk patroli laut karena keterbatasan peralatan untuk mengawal kepulauan Raja Ampat, apalagi sekarang harga Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin mahal,” katanya.

Kadis Perikanan Provinsi Papua itu mengakui mereka kecolongan dan tidak mungkin melakukan pengawasan dan patroli karena wilayah luas serta terbatas peralatan dan sarana lainnya.

Memang pihaknya telah melakukan pengawasan rutin, tetapi lanjut dia masih terbatas dan harus melakukan kolaborasi dengan pihak terkait ataupun instansi lainnya.

“Selain masuknya nelayan dari luar, kendala lain adalah kerja sama antara warga lokal dengan para pemilik bagan dari luar. Bagan yang banyak di Kabupaten Raja Ampat jelas akan mengganggu pendapatan warga di sana,” katanya.

“Namun ketika kita hendak menindak sudah ada kerja sama atau kontrak dengan warga atau kepala kampung di situ,” katanya. (*)

Tags: ekonomi nelayanKabupaten Raja Ampat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Puluhan Siswa SD YPK Immanuel Manyaifun membersihkan pantai kampung, Senin (26/1/2026) – Jubi/IST.

Gerakan sadar lingkungan, puluhan siswa SD YPK Immanuel Manyaifun bersihkan pantai

January 27, 2026
Tim Kuasa Hukum Pelapor/Korban, Benyamin Boas Warikar, S.H  - Jubi/IST

Dilaporkan sejak November, pejabat Raja Ampat belum tersangka

December 13, 2025

Kuasa hukum desak Polres Raja Ampat tangkap pejabat pelaku kekerasan seksual

December 12, 2025

Dugaan kekerasan seksual anak kandung, LP3BH: Polisi segera buat laporan model A

December 12, 2025

Kuasa Hukum pertanyakan lambannya penyidikan kasus TPKS pejabat Raja Ampat

November 18, 2025

Diduga lecehkan mahasiswi, pejabat Raja Ampat dilaporkan ke Polda

November 7, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara