Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H menegaskan, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), kerja sama Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah dengan Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya bertujuan untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) Papua Tengah.
Ia mengatakan, pelaksanaan program RPL merupakan bagian dari kebijakan prioritas daerah, guna mendorong transformasi pembangunan berbasis penguatan sumber daya manusia, dengan menempatkan tenaga pendidik sebagai pilar utama perubahan.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya, saat membuka kuliah perdana program RPL di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, di Kabupaten Nabire, Senin (27/4/2026).
“Program ini sebagai langkah strategis pemerintah daerah yang terukur, progresif, adaptif, dan berorientasi hasil nyata dalam mempercepat peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru secara terstruktur dan berkelanjutan,” kata Meki Nawipa.
Menurutnya, transformasi daerah harus dimulai dari manusia, dan guru merupakan aktor utama sekaligus arsitek peradaban dalam peningkatan SDM, yang menentukan arah masa depan Papua Tengah
Gubernur Nawipa mengatakan, peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi guru bukan lagi bersifat opsional, melainkan menjadi kebutuhan mendesak yang harus diakselerasi melalui kebijakan afirmatif dan program terukur.
“Dalam konteks itu, program RPL adalah solusi efektif karena memungkinkan guru melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan tanggung jawab mengajar,” ucapnya.
Gubernur menjelaskan, secara teknis, program RPL memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja guru selama minimal lima tahun, yang dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS).
Dengan begitu, memungkinkan penyelesaian pendidikan sarjana (S1) dalam waktu relatif singkat, berkisar satu hingga dua tahun, tanpa mengganggu tugas utama sebagai pendidik.
Gubernur Papua Tengah juga menekankan pentingnya disiplin, komitmen, dan kesungguhan para peserta dalam mengikuti program tersebut.
“Kesempatan yang telah difasilitasi pemerintah diminta untuk dimanfaatkan secara optimal, mengingat akses pendidikan saat ini jauh lebih terbuka dibandingkan masa sebelumnya,” kata Gubernur Meki Nawipa. (*)
























Discussion about this post