Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah menyalurkan bantuan sandang dan pangan kepada warga Distrik Kembru, Kabupaten Puncak yang mengungsi ke Kabupaten Puncak Jaya akibat operasi militer di wilayah mereka pada 14 April 2026, dan menyebabkan jatuhkan korban jiwa juga korban luka.
Bantuan itu disalurkan tim Pemprov Papua Tengah yang dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah atau Setda Provinsi Papua Tengah bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alantino Wiay didampingi sejumlah pimpinan instanasi terkait di lingkungan Pemprov Papua Tengah.
Bantuan diserahkan kepada Bupati Puncak, Elvis Tabuni di Mulia, ibu Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (23/4/2026). Bantun Pemprov Papua Tengah akan disalurkan pemerintah kabupaten kepada warga Puncak yang mengungsi ke wilayah Kabupaten Puncak Jaya.
Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah, Alantino Wiay mengatakan pihaknya ditugaskan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa untuk menangani warga Puncak yang terdampak konflik.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Kami ditugaskan oleh bapak gubernur lewat bapak Sekda dengan melibatkan semua instansi teknis terkait untuk penanganan tanggap darurat konflik sosial,” kata Alanthino Wiay saat menyerahkan bantuan.
Menurutnya, telah dilakukan koordinasi di tingkat provinsi, dan Pemprov Papua Tengah telah menetapkan status tanggap darurat. Status tanggap darurat itu masih akan berlansung hingga enam hari ke depan.
“Pemprov [Papua Tengah] telah menyalurkan bantuan sandang pangan ke Puncak. Begitu juga tim medis yang diketuai langsung kepala dinas kesehatan telah hadir dan tim BPBD juga hadir,” ucapnya.
Katanya, Pemprov Papua berharap wujud perhatian dalam bentuk bantuan yang mungkin tak seberapa itu, dapat bermanfaat, dan sebagai bukti kehadiran pemerintah provinsi.
Sebab kata Alanthino Wiay, Pemprov Papua Tengah hadir di sana bukan sebagai pemerintah, akan tetapi sebagai bagian dari keluarga.
“Kami turut merasakan duka, dan kami merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kami di sini. Apa yang kami berikan meski tak seberapa, tapi semua keluarga mesti tahu kalau kami juga sedih dengan situasi dan kondisi yang dialami oleh keluarga kami di sini,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada pemerintah kabupaten, agar selalu membangun koordasi dengan instansi terkait dan pemprov, untuk melayani masyarakat di sana. Instansi teknis juga diingatkan tetap bersiaga melihat kondisi yang terjadi.
“Apa yang kami berikan ini kami harap dapat disalurkan dengan baik oleh instansi terkait. Jika perlu dibangun dapur umum, bangun dapur umum untuk sudara-suadara kita yang mengungsi,” kata Alanthino Wiay.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Papua Tengah, Roni Misikmbo mengatakan bantuan yang disalurkan, di antaranya beras 2 ton, minyak goreng 100 liter, susu 20 karton, kopi 100 bungkus, gula pasir 800 kilogram, mie instan 80 karton, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Selain itu, Pemprov Papua juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar pengungsi, yaitu tikar 80 lembar, sabun cuci, sabun mandi, perlengkapan kebersihan, selimut untuk orang dewasa dan bayi, popok, juga perlengkapan perempuan.
“Tim kesehatan juga akan diterbangkan dari Nabire ke Sinak dengan membawa obat-obatan, alat kesehatan, serta paket makanan tambahan bagi masyarakat terdampak,” kata Roni Misikmbo.
Katanya, bantuan peralatan medis juga akan dibawa ke Mulia, termasuk oksigen berkapasitas besar dan genset guna mendukung operasional fasilitas kesehatan di sana.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dan benar-benar membantu masyarakat yang sedang membutuhkan dalam situasi darurat. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

























Discussion about this post