• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
in Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Puncak

Sekretaris DPP sekaligus Koordinator Pusat Kajian Krisis Perempuan KINGMI di Tanah Papua Esther Haluk dan rekan-rekannya saatnya menggelar Jumpa pers di Kampus STT Walter Post Sentani, kampung Sereh, distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Rabu (22/4/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi— Perempuan Gereja Kemah Injil atau KINGMI di Tanah Papua menyatakan negara mesti bertanggung jawab dalam operasi militer di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada 14 April 20206.

Perempuan KINGMI pun mengecam operasi militer itu, sebab menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka di Kampung Tenoti dan Kampung Kumikomo, Distrik Kembru.

Sembilan warga sipil dilaporkan tewas tertembak dalam operasi militer itu, dan lima lainnya mengalami luka tembak.

Korban tewas adalah Wundilina Kogoya (36 tahun), Kikungge Walia (55 tahun), Pelen Kogoya (65 tahun), Tigiagan Walia (76 tahun), Ekimira Kogoya (47 tahun), Daremet Telenggen (55 tahun), Inikiwewo Walia (52 tahun), Amer Walia (77 tahun), dan balita bernama Para Walia (5 tahun).

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Sementara itu, korban luka tembak adalah Onde Walia (5 tahun), Aliko Walia (5 tahun), Nokia Kogoya (21 tahun), Anite Telenggen (17 tahun) dan Daniton Tabuni.

Sekretaris DPP dan Koordinator Pusat Kajian Krisis Perempuan KINGMI, Esther Haluk menyampaikan duka mendalam dan rasa solidaritas bagi para korban, khususnya perempuan dan anak.

Menurutnya, peristiwa tersebut adalah tindakan kekerasan di luar hukum yang berindikasi pada pelanggaran berat hak asasi manusia.

BERITATERKAIT

Operasi militer di Puncak: Manusia hingga hewan ditembaki

Gubernur Nawipa koordinasikan penanganan korban di Puncak dengan pihak Jakarta

Jelang pilkada, Satgas Cartenz pantau tiga kabupaten di Tanah Papua 

Mahasiswa serukan penarikan pasukan militer dari Puncak

“Pembunuhan terhadap warga sipil, terutama perempuan dan anak, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Kami merasakan bahwa setiap nyawa yang hilang bukan sekadar angka. Akan tetapi ibu, anak, dan bagian penting dari kehidupan keluarga serta komunitas,” kata Esther Haluk saat konferensi pers di STT Wolter Post Sentani, jalan Pos 7, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (22/4/2026).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Perempuan KINGMI menyatakan, negara memiliki kewajiban mutlak melindungi hak hidup warga negara, serta menjamin keamanan masyarakat, termasuk di wilayah konflik.

“Negara tidak boleh menggunakan alasan keamanan untuk membenarkan tindakan kekerasan di luar hukum,” ujarnya.

Esther Haluk mengatakan, pihaknya mendesak pembentukan tim investigasi independen yang transparan, guna mengungkap seluruh pelaku, termasuk pihak pemberi perintah, untuk proses penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Katanya, masyarakat sipil di sana juga mesti dilindungi dan keluarga korban harus mendapat pemulihan menyeluruh. Tidak boleh ada pembiaran dan impunitas.

Secara terpisah, Ketua Departemen Pelayanan Perempuan Sinode KINGMI di Tanah Papua, Pdt.Salomina Yolemal, meminta Presiden Prabowo Subianto menarik pasukan non organik dari luar Tanah Papua.

“Harapan kami sebagai gereja, kami berharap kepada bapak presiden untuk menarik kembali anggota nonorganik yang didatangkan dari Jakarta ke Papua,” kata Yolemal.

Yolemal juga mengimbau kelompok bersenjata, agar tidak bergabung dengan masyarakat sipil di kampung-kampung, karena berpotensi meningkatkan risiko korban di kalangan warga.

Ia juga mengapresiasi Bupati Puncak, Elvis Tabuni dan Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni yang telah membawa persoalan tersebut ke tingkat nasional dan menyampaikannya kepada Menteri Hak Asasi Manusia.

Perempuan KINGMI menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, menghormati hukum, mengedepankan penyelesaian konflik secara damai dan berkeadilan, guna mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut di Tanah Papua. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Perempuam KINGMIPuncak
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kabupaten Tolikara

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Polda Papua didesak proses hukum terduga pelaku penembak warga Tolikara

April 21, 2026

KNPB sampaikan sejumlah tuntutan terkait peristiwa di Kabupaten Puncak

April 20, 2026

Mahasiswa desak pemerintah daerah segera tangani warga Distrik Kembru

April 20, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Puncak

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
AlDP

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
Tri Ibadah

Ke Tanah Suci Biar Fokus Ibadah, Urusan Koneksi Pakai Tri Ibadah

April 22, 2026
GMKI

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
Yahamak

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
MRP menjaring aspirasi

MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

April 18, 2026
Korban Luka Tembak Kabupaten Puncak

Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

April 18, 2026
Pasar Lama Sentani

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Kabupaten Puncak

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

April 18, 2026
Daniel Hanasbey

Kisah Daniel Hanasbey, pesepakbola Papua pertama di Eropa

April 21, 2026
Puncak

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

0
AlDP

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

0
Tri Ibadah

Ke Tanah Suci Biar Fokus Ibadah, Urusan Koneksi Pakai Tri Ibadah

0
GMKI

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

0
Yahamak

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

0
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

0
Kabupaten Tolikara

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

0

English Stories

Representatives of the Papua Church Council and indigenous pastors address the humanitarian crisis in Papua at a press conference in Jayapura, Papua, on Tuesday (April 21, 2026) - (Jubi/Aida Ulim)
Pacnews

107,000 Internally Displaced in Papua amid escalating Humanitarian Crisis

April 22, 2026
Ony Enumbi (27), who was fatally shot by members of the Damai Cartenz Task Force in Wiyugwi Village, Mulia District, Puncak Jaya Regency, Central Papua, on Monday (April 20, 2026) – Supplied
Pacnews

Civilian in Puncak Jaya reportedly shot dead, authorities label victim as wanted suspect

April 22, 2026
Students from Puncak and Puncak Jaya held a peaceful protest and delivered a public statement in Jayapura City regarding alleged acts of violence by security forces against civilians in Puncak Regency, Central Papua. The demonstration took place at the Mimika student dormitory in Waena, Jayapura, on Monday (April 20, 2026). — Aida/Ulim
Pacnews

Students urge authorities to respond to situation in Kembru District

April 22, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Pacnews

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

April 21, 2026
Head of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission while meeting Anite Telenggen (17), one of the gunshot victims from Puncak Regency, Central Papua, who is undergoing treatment at a hospital in Jayapura, Papua. — Courtesy of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission
Pacnews

Injured victim in Puncak claims she was shot by Indonesian military

April 19, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara