• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Mahasiswa serukan penarikan pasukan militer dari Puncak

Kekerasan sering menyasar kepada perempuan dan anak di Puncak. Warga pun trauma dengan pasukan TNI-Polri.

July 10, 2024
in Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Pes Yanengga - Editor: Aries Munandar
Mahasiswa

Mahasiswa membentangkan spanduk berisikan tuntutan penolakan terhadap penempatan pasukan militer nonorganik di Kabupaten Puncak, Rabu (10/7/2024). - Jubi/Pes Yanengga

0
SHARES
2.8k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Mahasiswa menyerukan penarikan segera pasukan TNI dan Polri dari Kabupaten Puncak. Menurut mereka, kehadiran pasukan nonorganik tersebut memicu peningkatan tindak kekerasan terhadap warga sipil.

Sekretaris Umum Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP) Jayapura Urnius Matuwan menyatakan dugaan diskriminasi, intimidasi, dan kekerasan lain makin masif sejak penempatan TNI dan Polri di Puncak. Karena itu, mereka menolak penempatan pasukan TNI maupun Polri di seluruh kabupaten tersebut.

“Kami mendesak Presiden Joko Widodo segera menarik pasukan militer Indonesia yang menguasai wilayah sipil di Sinak, Oneri, dan Agandugume. Kehadiran pasukan tersebut terus meningkatkan kekerasan terhadap masyarakat,” kata Matuwan, saat membacakan pernyataan sikap KMPP dalam konferensi pers di Asrama Sinak, Kota Jayapura, Rabu, (10/7/2024).

Berdasarkan catatan KMPP Jayapura, eskalasi kekerasan di Puncak juga sering menyasar kepada perempuan dan anak sebagai korban. Salah satunya ialah penembakan yang dialami Makilon Tabuni, 12 tahun, pada Februari 2022. Selain itu, pembunuhan, dan mutilasi terhadap Tarina Murib pada Maret 2023.

“Pada 6 Mei 2023 juga terjadi penembakan terhadap Panius Tabuni, seorang kepala sekolah di Sinak, bersama dua pelajar. Pada 3 Februari 2024 terjadi penyiksaan terhadap Warinus Murib, dan dua temannya,” kata Matuwan.

Dia melanjutkan peningkatan kasus kekerasan juga mengakibatkan arus pengungsian warga dalam sebulan terakhir. Puluhan warga dari Sinak, Yugumuak, Mageabume Oneri, dan Agandugume mengungsi hingga ke Wamena di Jayawijaya.

Matuwan juga menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten dan DPR Kabupaten Puncak. Mereka seakan tidak peduli dengan nasib warga yang makin terjepit akibat penempatan pasukan TNI dan Polri.

BERITATERKAIT

Mahasiswa Nduga di Wamena minta penjelasan dugaan penghapusan database

Mahasiswa KKN Uncen dorong pemilahan sampah plastik melalui drop box

Tunggakan biaya kuliah hambat mahasiswa OAP di Papua Selatan ambil ijazah

Pelatihan jurnalistik membentuk mahasiswa yang kritis, kreatif dan melek media

“DPRK sejauh ini tidak serius memerhatikan kondisi rakyat yang trauma dengan kehadiran militer Indonesia. Penjabat Bupati Darwin Tobing juga seperti menutup mata atas [dampak] kehadiran pasukan TNI di Puncak,” kata Matuwan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

KMPP Jayapura dalam pernyataan sikap mereka juga menolak pembangunan gudang logistik di Agandugume. Menurut Matuwan, penolakan tersebut sejalan dengan sikap warga, pihak gereja, dan pemuka masyarakat setempat.

“Pihak TNI dan Pemerintah Kabupaten Puncak memaksakan pembangunan [gudang logistik]. Hentikan sekarang juga [pembangunannya],” ujar Matuwan. (*)

Tags: Konflik SenjatamahasiswaPuncakseruan penarikan pasukan militer
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Mahasiswa Nduga di Wamena

Mahasiswa Nduga di Wamena minta penjelasan dugaan penghapusan database

July 29, 2026
KKN Uncen

Mahasiswa KKN Uncen dorong pemilahan sampah plastik melalui drop box

July 25, 2026

Tunggakan biaya kuliah hambat mahasiswa OAP di Papua Selatan ambil ijazah

July 16, 2026

Pelatihan jurnalistik membentuk mahasiswa yang kritis, kreatif dan melek media

July 12, 2026

Mahasiswa desak penarikan pasukan dari wilayah konflik di Tanah Papua

July 8, 2026

Central Papua Governor Praises Puncak Cerdas Scholarship Program

June 30, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

Governor urges South Papua residents to protect Payum coastal mangroves
17 September 2026
Governor urges South Papua residents to protect Payum coastal mangroves

Merauke, Jubi – South Papua Governor Apolo Safanpo has urged residents to protect and preserve mangrove forests along the coast [...]

Jayapura Police: 78 students detained during protest released
16 September 2026
Jayapura Police: 78 students detained during protest released

Sentani, Jubi – Jayapura Police said 78 students were detained while they were preparing to take part in a demonstration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Mengolah sagu

Hutan sagu terancam: Tradisi masyarakat Kampung Yoboi tergerus

September 18, 2026
Vanuatu

Menteri Ati menyampaikan pernyataan Vanuatu di Sidang Umum PBB

September 18, 2026
Pendidikan

Anak-anak PNG diminta prioritaskan Pendidikan

September 18, 2026
Bougainville

Para pemilik tanah adat tambang Panguna di Bougainville adakan pembicaraan

September 18, 2026
Pegunungan Arfak

Mantan Bupati Pegunungan Arfak terpilih sebagai Ketua KONI Papua Barat

September 18, 2026
kekeringan

Kekeringan ancam Papua Selatan: Padi berisiko gagal panen

September 18, 2026
Kejari Merauke

Kejari Merauke dalami dugaan korupsi proyek revitalisasi Unmus

September 18, 2026
PNG

Susan Karike Huhume, perancang bendera nasional PNG

September 16, 2026
Pegubin

Bupati didesak bahas rencana pemekaran Pegubin dengan DPRK dan masyarakat

September 16, 2026
kelapa sawit

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

September 16, 2026
PM PNG

PM PNG serukan refleksi saat negaranya memasuki 50 tahun berikutnya

September 17, 2026
Hentikan pembununah warga sipil

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

September 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
Mengolah sagu

Hutan sagu terancam: Tradisi masyarakat Kampung Yoboi tergerus

0
Vanuatu

Menteri Ati menyampaikan pernyataan Vanuatu di Sidang Umum PBB

0
Pendidikan

Anak-anak PNG diminta prioritaskan Pendidikan

0
Bougainville

Para pemilik tanah adat tambang Panguna di Bougainville adakan pembicaraan

0
Pegunungan Arfak

Mantan Bupati Pegunungan Arfak terpilih sebagai Ketua KONI Papua Barat

0
kekeringan

Kekeringan ancam Papua Selatan: Padi berisiko gagal panen

0
Kejari Merauke

Kejari Merauke dalami dugaan korupsi proyek revitalisasi Unmus

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara