Jayapura, Jubi-Papua Nugini terus menjadi mitra strategis utama Amerika Serikat di Pasifik, dengan rencana yang sedang berjalan untuk lebih memperkuat hubungan bilateral selama 50 tahun ke depan.
Hal ini ditegaskan oleh Kuasa Usaha AS di Papua Nugini, Alex Berenberg, selama diskusi meja bundar dengan wartawan lokal di Kedutaan Besar AS di Port Moresby, sebagaimana dilansir jubi.id dari laman tvwan.com.pg, Kamis (23/4/2026).
“Papua Nugini adalah mitra strategis utama bagi Amerika Serikat di Pasifik. Seperti yang saya sebutkan, Papua Nugini adalah negara terbesar di Kepulauan Pasifik. Ini adalah pemimpin di kawasan ini,” kata Berenberg.
Lebih lanjut kata dia, kemitraan abadi antara kedua negara ini telah ada jauh sebelum kemerdekaan Papua Nugini pada tahun 1975. Selama Perang Dunia II, ribuan pasukan AS dikerahkan untuk membela Papua Nugini dari ancaman eksternal. Para misionaris Amerika juga tinggal di antara masyarakat, mempelajari budaya lokal dan berbagi cerita tersebut kembali ke tanah air.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Di bidang ekonomi dan strategis, hubungan tersebut telah berkembang melalui inisiatif seperti Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Papua Nugini -AS yang ditandatangani pada Mei 2023.
“Kami melihat 50 tahun ke depan kerja sama bilateral kami di berbagai bidang, mulai dari ekonomi digital hingga infrastruktur, pengembangan komersial, keamanan dan pertahanan, penegakan hukum, dan mineral penting,” katanya.
Ini semua adalah bidang di mana kita dapat terus mengembangkan dan memperdalam kemitraan kita,” tambah Berenberg.
Amerika Serikat menjalin hubungan diplomatik dengan Papua Nugini pada 1975, setelah kemerdekaannya dari perwalian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikelola oleh Australia, 16 September 1975.
Setelah kemerdekaan Papua Nugini, hubungan saat ini digambarkan sangat kuat, berfokus pada stabilitas regional, keamanan maritim, dan kerja sama ekonomi, dengan AS bertindak sebagai mitra kunci untuk pembangunan dan keamanan di Pasifik.
Adapun aspek-aspek penting dari hubungan bilateral antara kedua negara ini meliputi:
Kemitraan Keamanan: AS dan Papua Nugini menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pertahanan pada tahun 2023 untuk meningkatkan kerja sama keamanan dan pengawasan maritim, yang sangat penting bagi keamanan regional.
Bantuan Pembangunan: AS mendukung Papua Nugini dalam bidang kesehatan masyarakat (termasuk PEPFAR untuk HIV/AIDS, malaria, dan tuberkulosis), adaptasi perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.
Kehadiran Diplomatik: Amerika Serikat memiliki Kedutaan Besar di Port Moresby, dan Papua Nugini memiliki Kedutaan Besar di Washington, DC.
Kerja Sama Regional: Sebagai negara kepulauan Pasifik terpadat, Papua Nugini merupakan mitra penting bagi keterlibatan AS di kawasan Indo-Pasifik, dengan AS mendukung keamanan dan kedaulatan Papua Nugini.
Hubungan tersebut tetap kuat, dengan kunjungan tingkat tinggi secara berkala dan dialog berkelanjutan mengenai, misalnya, Hubungan AS – Papua Nugini seperti yang diuraikan oleh Kedutaan Besar AS di Port Moresby, Papua Nugini.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


























Discussion about this post