Jayapura, Jubi – Pemerintah provinsi (Pemprov) berharap, program kerja yang disusun dalam Rapat Kerja Daerah atau Rakerda ke-I Pemuda Katolik Komisariat Daerah Provinsi Papua Tengah dapat menyentuh langsung masyarakat.
Harapan itu disampaikan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii, mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H saat membuka Rakerda ke-I Pemuda Katolik Komisariat Daerah Provinsi Papua Tengah di Nabire, Kabupaten Nabire, Jumat (24/4/2026).
“Pemerintah [Provinsi Papua Tengah] berharap melalui rakerda ini, pemuda Katolik dapat menyusun program-program kerja yang realistis, fleksibel, namun memiliki sentuhan langsung kepada masyarakat,” kata Albertus Adii.
Menurutnya, Pemprov Papua Tengah juga berharap, pemuda Katolik di wilayah itu dapat bersinergi dengan program pemerintah daerah dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, infrastruktur, hingga kehidupan berdemokrasi.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Katanya, Provinsi Papua Tengah merupakan Daerah Otonomi Baru (DOB) hasil pemekaran dari Provinsi Papua, berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022.
Karenanya, pada masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah periode 2025-2029, Meki Nawipa dan Deinas Geley merupakan masa untuk meletakkan fondasi baru di wilayah itu, bukan melanjutkan.
“Gubernur selalu menyampaikan, kami bukan melanjutkan, tapi kami menanam dan memulai. Karena ini kepemimpinan awal, kita sedang meletakkan fondasi dari semua sektor agar nanti generasi ke depan dapat melanjutkannya,” ucapnya.
Katanya, Pemerintah Provinsi sangat membutuhkan peran dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Pemuda Katolik, untuk bersama-sama mewujudkan visi misi daerah.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai luhur dalam pergerakan generasi muda untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui keagamaan dan adat. Sebab, agama dan adat menjadi filosofi atau dasar dalam pergerakan kehidupan generasi muda saat ini.
“Mari kita jadikan ini landasan dalam berkarya. Kamis mengapresiasi atas antusiasme pemuda Katolik di Papua Tengah. Meskipun masih dalam tahap merintis, kehadiran dan semangat organisasi ini sangat positif dalam membantu pembangunan daerah,” ujarnya.
Albertus Adii mengatakan, Pemprov Papua Tengah tetap membuka diri terhadap berbagai organisasi, termasuk pemuda Katolik untuk menjadi tiang penyangga, bekerjasama dan berkolaborasi dengan pemerintah. Sebab pembangunan di Papua Tengah butuh kerjasama semua pihak. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post