• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lapago

Aksi Mahasiswa di Wamena desak penarikan militer non-organik dari Papua Pegunungan

April 28, 2026
in Lapago
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: CR-18 - Editor: Angela Flassy
militer

oplus_0

0
SHARES
260
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Wamena, Jubi – Aliansi mahasiswa bersama OKP Cipayung Pribumi Papua Pegunungan menggelar aksi di Wamena, menuntut Presiden Prabowo Subianto dan aparat keamanan segera menarik militer non-organik dari wilayah Papua Pegunungan, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas situasi kemanusiaan dan konflik yang berkepanjangan, Senin (27/04/2026).

Meskipun situasi awal di kantor DPR Provinsi Papua pegunungan terjadi keributan dan saling serang antara massa aksi dengan pihak anggota Kepolisian yang mengakibatkan sedikitnya tiga (3) orang terluka, situasi kemudian terkendali. Massa aksi kembali ke kantor DPR Provinsi Papua Pegunungan lalu membacakan dan menyampaikan pernyataan sikapnya kepada Ketua DPR Papua Pegunungan bersama anggota lainnya.

Koordinator Aksi, Yulianus Kepno bersama organisasi Cipayung OKP Pribumi Provinsi Papua pegunungan membacakan tuntutan secara bergantian.

Mereka menyampaikan rakyat sipil di delapan kabupaten pada Provinsi Papua Pegunungan berada dalam zona darurat militer dan kejahatan kemanusiaan. “Ini kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua merupakan kejahatan tingkat tinggi, yang sistematis, masif selama 60 tahun lebih,” katan Kepno.

Ia mengatakan Negara Republik Indonesia mengintegrasi Bangsa Papua pada 1 Mei 1963. Guna mensukseskan skandal pendapat penentu rakyat (Pepera) pada 1969 yang tidak demokratis dan melanggar hukum internasional, pemerintah melakukan operasi militer.

“Kepercayaan masyarakat Papua terhadap negara Republik Indonesia sudah tidak ada, pendropan militer yang dipaksakan oleh pemerintah Indonesia malah memperburuk situasi kemanusiaan di Tanah Papua,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia mulai memikirkan konsep untuk menyelesaikan konflik bersenjata di tanah Papua secara damai dan bermartabat, baik melalui dialog damai antar pemerintah Indonesia dan TPNPB OPM.

BERITATERKAIT

KNPB wilayah Yahukimo sikapi situasi darurat militer dan kemanusiaan

Darurat militer dan krisis kemanusiaan di Papua Tengah, Ribuan massa aksi demo datangi MRP-PT

KNPB: Intan Jaya darurat militer dan kemanusiaan

Pengungsi Yalimo di Wamena 684 orang

“Dampaknya kekerasan ini, jumlah warga yang mengungsi meningkat, dan masih terus meningkat akibat konflik dan operasi keamanan yang terjadi di banyak wilayah Papua,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Anak-anak kehilangan akses pendidikan, perempuan menghadapi risiko serius, yang membuktikan bahwa negara Kesatuan Republik Indonesia tidak pandai dalam proses penyelesaian pelanggaran HAM berat yang terjadi di atas tanah Papua

Sementara ketua DPR Provinsi Papua Pegunungan, Yos Elopere saat menemui dan menerima aspirasi massa aksi mengatakan akan meneruskan aspirasi masyarakatnya kepada bapak Presiden RI melalui kementerian Hak Asasi Manusia atau HAM.

Ia melihat kondisi masyarakat di Papua Pegunungan kalangan masyarakat saat ini sudah dalam cengkraman militer nonorganik hingga ke kampung-kampung. “Semua sehingga dapat dipahami aksi ini perlu memberikan teguran keras kepada pemerintah pusat supaya memperhatikan aparat militer yang dikirim ini, termasuk harus memberikan arahan yang baik,” katanya.

Dirinya tidak membatasi kebijakan pusat terkait penempatan militer tapi setidaknya non-organik ini harus diarahkan

“Jangan ganggu aktivitas rakyat di kampung, karena aktivitas mereka [aparat] di sana itu tidak menyenangkan. Di sisi lain tindakan aparat TNI polri yang di kampung-kampung, sewenang-wenang mencabut ubi dengan tangan, bongkar pagar, tembak hewan-hewan yang tidak berdosa,” katanya.

Selain itu mencurigakan masyarakat yang rambut gimbal, berewaw itu dianggap TPNPB OPM sebenarnya tidak seperti yang dimaksud, Kemudian tembak   anak kecil dibawa umur, ini  menjadi kekeliruan negara melalui TNI Polri yang ada di tanah Papua,” ujarnya.

Ia menegaskan kepada Pak Presiden, Prabowo Subianto dan Pak Panglima TNI, mendengar aspirasi rakyat yang berada paling ufuk timur Indonesia Papua Pegunungan.

“Hari ini mereka mau menerima program-program pusat yang sasaran ke masyarakat tetapi dengan keadaan trauma, program mau jalan bagaimana? Banyak program, masyarakat mau menerima, tetapi rakyat dalam kondisi trauma,” katanya.

Karena itu ia meminta TNI POLRI non organik yang sembarang-sembarang tempatkan di kampung-kampung segera tarik kembali, agar aktivitas masyarakat dalam posisi aman dan menerima program-program presiden dengan posisi tenang

Selain itu selaku Ketua DPR Papua Pegunungan sudah komunikasi dengan anggota DPR Papua Tengah dan akan menampung aspirasi masyarakat Papua lalu bertemu dengan Kementerian HAM.

“Saya akan berencana bertemu dengan kementerian HAM sebagai sesama anak Papua dalam hal merespon tuntutan rakyat Papua,” ujarnya.

tuntutan Masyarakat Papua Pegunungan  sebagai berikut:

  1. Kami Rakyat Papua meminta kepada Gubernur Se Tanah Papua DPR, MRP dan DPD RI Segera Bersatu dan temui Menteri HAM RI untuk Meminta kepada presiden republik Indonesia agar membuka akses jurnalis internasional dan tim advokasi kemanusiaan dari PBB turun ke Tanah Papua.
  2. Kami meminta kepada Presiden Republik Indonesia agar segera menarik pasukan militer non organik di atas tanah adat Bangsa Papua.
  3. Jikalau konflik TPNPB dan TNI Polri tidak berhenti dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan memakan korban jiwa maka, kami Rakyat Papua mosi tidak Percaya kepada NKRI dan Pembukaan UUD 1945 yang mengatakan negara Wajib menjamin dan melindungi segenap rakyat Indonesia.
  4. Kami juga meminta kepada Presiden Republik Indonesia agar segera mempertemukan Pihak Indonesia dan TPNPB di atas Meja Dialog Damai guna mencari solusi terbaik untuk memutuskan Mata Rantai Penderitaan Bangsa Papua dari 1960 an sampai saat ini seperti yang pernah dilakukan di Aceh pada 2004.
  5. Jikalau aspirasi point 1-4 tidak ditindaklanjuti maka, kami akan konsolidasi rakyat Papua dari 7 wilayah adat dan tolak semua produk NKRI, Otonomi Khusus dan sebagainya yang ada di atas Tanah Papua karena negara hadir di atas tanah ini hanya untuk mengeruk sumber daya alam tanpa memberikan rasa aman dan damai bagi Bangsa Papua itu sendiri serta, kami akan meminta untuk menentukan Nasib kami sendiri. (*)
Tags: Darurat MiliterWamena
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pelajar ditembak di Yahukimo

Pelajar di Yahukimo dilaporkan ditembak saat operasi militer

June 16, 2026
DPRK Nduga

Fraksi Perindo soroti kinerja Sekwan dan unsur pimpinan DPRK Nduga

June 15, 2026

Masyarakat Kuyawage dan Gereja Baptis West Papua tolak kehadiran TNI non organik

June 15, 2026

Remaja di Lanny Jaya diduga tewas karena menginjak ranjau

June 12, 2026

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

June 6, 2026

Ribuan warga Tolikara antusias saksikan film dokumenter Pesta Babi

June 4, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
DLH Jayapura dan WWF

DLH Jayapura dan WWF ajak komunitas suarakan isu triple planetary crisis

June 17, 2026
Clergy Forum

Clergy Forum Established to Strengthen Ministry and Community Empowerment

June 17, 2026
Indonesian Fishermen

Indonesian Fishermen Repeatedly Shot Dead in PNG Water

June 17, 2026
Paralegal

Peran paralegal penting untuk mendampingi masyarakat mendapat akses keadilan

June 16, 2026
Forum Hamba Tuhan

Forum Hamba Tuhan dibentuk untuk pelayanan dan pemberdayaan masyarakat

June 17, 2026
Pesparawi

Pesparawi Nasional XIV: Warga Papua Barat mesti menjaga keamanan dan kenyamanan

June 16, 2026
Sinode GKI

Sinode GKI Di Tanah Papua perkuat kapasitas advokasi pelayan gereja

June 16, 2026
Perusahaan Sawit

Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

June 13, 2026
Papua

Aktivis Papua Merdeka ucapkan selamat kepada tim Senegal

December 1, 2022
PNG

Kemarahan melanda PNG karena kapal Filipina menangkap lumba-lumba

June 13, 2026
Petani kakao di PNG

Petani kakao di PNG dibekali pelatihan pelatih

June 16, 2026
Pelajar ditembak di Yahukimo

Pelajar di Yahukimo dilaporkan ditembak saat operasi militer

June 16, 2026
Dosen asli Papua

Dosen asli Papua Selatan bentuk organisasi untuk perkuat SDM

June 15, 2026
Mahasiswa Lanny Jaya

Mahasiswa Lanny Jaya serahkan aduan ke Komnas HAM perwakilan Papua

June 15, 2026
DLH Jayapura dan WWF

DLH Jayapura dan WWF ajak komunitas suarakan isu triple planetary crisis

0
Clergy Forum

Clergy Forum Established to Strengthen Ministry and Community Empowerment

0
Indonesian Fishermen

Indonesian Fishermen Repeatedly Shot Dead in PNG Water

0
Paralegal

Peran paralegal penting untuk mendampingi masyarakat mendapat akses keadilan

0
Forum Hamba Tuhan

Forum Hamba Tuhan dibentuk untuk pelayanan dan pemberdayaan masyarakat

0
Pesparawi

Pesparawi Nasional XIV: Warga Papua Barat mesti menjaga keamanan dan kenyamanan

0
Sinode GKI

Sinode GKI Di Tanah Papua perkuat kapasitas advokasi pelayan gereja

0

English Stories

Clergy Forum
Pacnews

Clergy Forum Established to Strengthen Ministry and Community Empowerment

June 17, 2026
Indonesian Fishermen
Pacnews

Indonesian Fishermen Repeatedly Shot Dead in PNG Water

June 17, 2026
Lanny Jaya
Pacnews

Lanny Jaya Students Submit Complaint to Papua Human Rights Commission

June 16, 2026
Kuyawage
Pacnews

Kuyawage Community and West Papua Baptist Church Reject Deployment of Non-Organic TNI troops

June 16, 2026
Four Yahukimo Residents
Pacnews

Four Yahukimo Residents Reportedly Detained by Security Task Force and Marines

June 12, 2026

Trending

  • Perusahaan Sawit

    Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis Papua Merdeka ucapkan selamat kepada tim Senegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemarahan melanda PNG karena kapal Filipina menangkap lumba-lumba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petani kakao di PNG dibekali pelatihan pelatih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelajar di Yahukimo dilaporkan ditembak saat operasi militer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara