Manokwari, Jubi – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua atau MRP Provinsi Papua Barat, Abdollah Baraweri meminta warga di wilayah menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para tamu dari berbagai provinsi, saat pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi Nasional ke-XIV.
Papua Barat menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional ke-XIV. Event ini berlangsung di Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat pada 18-28 Juni 2026.
Pesparawi Nasional ke-XIV diperkirakan akan dihadiri 8.000 partisipan resmi, dari kontingen di 38 provinsi seluruh Indonesia. Mereka aka berkompetisi secara dalam 12 kategori lomba. Kini peserta dari berbagai provinsi mulai berdatangan ke Manokwari.
“Mari kita tunjukkan kepada tamu bahwa kita warga Papua Barat, terutama Manokwari merupakan orang-orang yang ramah. Tidak mengecewakan tamu. Ini sebagai pesan ke masyarakat Indonesia tentang berbagai stigma negatif ke Orang Papua,” kata Abdollah Barawer saat ditemui usai mengikuti perayaan Tahun Baru Islam di Manokwari, Selasa (16/6/2026).
Anggota lembaga kultur perwakilan wilayah adat Mbaha Matta Fakfak itu, juga meminta pemerintah provinsi, kabupaten serta panitia agar melayani para tamu dan peserta secara maksimal.
“Jangan setengah-setengah memberikan pelayanan kepada tamu, duta-duta Kristus yang ke Manokwari baik peserta lomba maupun para pendukungnya,” ujarnya.
Pelaksanaan Pesparawi Nasional ke-XIV di Manokwari, diselenggarakan pada tiga lokasi, yakni Aula Universitas Papua UNIPA di Amban, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat, Gedung PKK Provinsi Papua di kawasan Arfai serta Gedung Arfak Convention hall milik Polda Papua Barat di Maripi, Distrik Manokwari Selatan.
Ketua Panitia Pesparawi Nasional ke-XIV, Ali Baham Temongmere mengatakan panitia terus menyiapkan diri dan menata sejumlah tempat untuk dijadikan lokasi lomba.
“[Persiapan] untuk venu di gedung Arfak convention hall Mapolda dan gedung PKK sudah mencapai 80 persen,” kata Ali Baham.
Menurutnya, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik terhadap setiap tamu atau duta-duta utusan provinsi di Manokwari Papua Barat.
Sementara itu, Polda Papua Barat menyiagakan 811 personel untuk melakukan pengamanan Pesparawi Nasional ke-XIV ini.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare memimpin apel pengecekan persiapan menyambut pelaksanaan Pesparawi Nasional Ke-XIV Tahun 2026, di lapangan apel Mapolda Papua Barat.
Ini merupakan bagian dari langkah kesiapan Polda Papua Barat mendukung dan mengamankan pelaksanaan agenda nasional keagamaan yang akan berlangsung di Provinsi Papua Barat.
Apel tersebut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat, yang terlibat dalam Surat Perintah (Sprin) Operasi Pesparawi, serta personel Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari yang dilibatkan dalam pengamanan kegiatan.
Dalam arahannya, Kapolda Papua Barat menegaskan bahwa Pesparawi Nasional merupakan kegiatan berskala nasional yang akan menghadirkan peserta, official, panitia, serta tamu undangan dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Oleh karena itu, seluruh personel yang terlibat diminta untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat maupun para peserta kegiatan,” kata Alfred Papare.
Ia menekankan pentingnya kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta pola pengamanan yang terintegrasi guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya kegiatan.
Selain itu, seluruh personel diminta memahami tugas pokok, fungsi, dan wilayah tanggung jawab masing-masing sehingga pelaksanaan pengamanan dapat berjalan efektif dan maksimal.
Usai pelaksanaan apel, dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat dan diikuti oleh seluruh pejabat serta personel yang terlibat dalam operasi pengamanan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
TFG dilaksanakan sebagai sarana pemantapan rencana pengamanan sekaligus menyamakan persepsi seluruh unsur yang terlibat mengenai pola bertindak, pembagian tugas, serta langkah-langkah antisipasi terhadap berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaan TFG, dipaparkan berbagai skenario pengamanan mulai dari kedatangan peserta dan tamu VIP/VVIP, pengamanan lokasi kegiatan, pengaturan arus lalu lintas, pengamanan akomodasi, hingga mekanisme penanganan situasi kontinjensi.
Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur apabila terjadi situasi yang memerlukan penanganan khusus.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Gadug Kurniawan, menyampaikan bahwa apel pengecekan dan Tactical Floor Game merupakan bagian penting dalam rangka memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, serta strategi pengamanan yang akan diterapkan selama pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
“Dengan adanya TFG, seluruh unsur pengamanan dapat memahami konsep operasi secara menyeluruh sehingga pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan optimal,” kata Gadug Kurniawan.
Menurutnya, Pesparawi Nasional tidak hanya menjadi ajang pembinaan seni budaya dan keagamaan, juga momentum penting dalam mempererat persatuan dan kebersamaan antarumat beragama serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Polda Papua Barat berkomitmen memberikan pengamanan terbaik guna menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir,” katanya. (*)






















Discussion about this post