Jayapura, Jubi – Kota Jayapura, Papua merupakan satu dari lima wilayah di Indonesia yang menjadi tujuan promosi wisata Malaysia melalui Malaysia Tourism Showcase (MATAS) B2B Roadshow.
Empat daerah lain yang menjadi tujuan promosi destinasi wisata Malaysia melalui Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow, yaitu Serang di Provinsi Banten (8 Juni 2026), Bandung (10 Juni 2026), Malang (28 Juli 2026), dan Lombok (30 Juli 2016).
Promosi destinasi wisata Malaysia di Kota Jayapura, digelar di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (12/6/2026).
Agenda itu juga menjadi pertemuan para pelaku pariwisata, agen perjalanan, pihak hotel dan restoran dari Malaysia dan Kota Jayapura.
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, Kota Jayapura dipilih menjadi salah satu daerah tujuan Tourism Malaysia, karena warga ibu kota Provinsi Papua itu dinilai memiliki potensi besar berkunjung ke Malaysia.
“Di sini (Kota Jayapura), kami melihat bahwa ada potensi besar untuk manarik warga Jayapura mengunjungi destinasi wisata di Malaysia. Kami melihat bahwa kemampuan warga Jayapura terbang agak tinggi, dibandingkan dengan kawasan lain seperti Jakarta atau Surabaya. Warga Jayapura punya potensi lebih untuk berbelanja di Malaysia,” kata Hairi Mohd Yakzan.
Menurutnya, berdasarkan hasil survei pihaknya, Kota Jayapura punya potensi besar. Ditambah lagi dengan konektivias seperti Jakarta, Makassar dan Denpasar Bali, punya konektivitas langsung ke Malaysia.
Kata Hairi Mohd Yakzan, pihaknya datang ke Kota Jayapura dengan membawa para pelaku industri dari Malaysia. Ada pihak rumah sakit, universitas, agen perjalanan, hotel dan restoran.
“Kami memperkenalkan Malaysia dan tahun ini adalah tahun berkunjung ke Malaysia. Kami akan memperpanjang tahun kunjungan ke Malaysia pada 2027,” ucapnya.
Katanya, ada 320 even yang diselenggarakan di Malaysia untuk para wisatawan yang berkunjung ke sana tahun ini, di antaranya iven budaya dan kuliner.
“Target keseluruhan pengunjung dari seluruh dunia [ ke Malaysia tahun ini] adalah 47 juta orang. Namun dengan situasi sekarang ini termasuk kenaikan harga BBM dan tiket pesawat, kami belum bisa menyampaikan target kami dari pengunjung Indonesia,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury mengatakan, kerjasama ini merupakan langkah yang baik, karena perwakilan Pemerintah Malaysia mau datang ke Kota Jayapura mempromosikan pariwisata di negara mereka.
Katanya, Pemerintah Kota Jayapura juga kini sedang membangun destinasi-destinasi wisata di wilayahnya, sehingga diharapkan ada timbal balik dari agenda ini. Sebab, Kota Jayapura juga memiliki potensi wisata keindahan alam, dan budaya yang beragam.
“Kita berharap ada timbal balik. Kita berharap potensi wisata di Kota Jayapura juga diperkenalkan di Malaysia. Kami membantu promosi wisata Malaysia dan kami berharap pemerintah Malaysia juga membantu promosi iven-iven dan destinasi wisata di Kota Jayapura. Kami berharap kerjasama ini bisa terus terjalin,” kata Richard J. Nahumury.

Ketua DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Papua, Iwanta Paranginangin mengatakan, pihaknya merasa dimudahkan karena Pemerintah Malaysia membawa trevel agen dari sana dan pihaknya bisa membicarakan bekerjasama dengan mereka.
“Sehingga kami bisa dapat harga lebih murah karena selama ini kami terkadang menggunakan beberapa daerah tujuan seperti Singapura atau Jakarta dengan dibawanya agen trevel dan pihak RS dari Malaysia kami bisa kerjasama lebih baik dan harga lebih murah,” kata Iwanta Paranginangin.
Katanya, selama ini warga Jayapura yang berkunjung ke Malaysia cukup lumayan. Hampir setiap bulan selalu ada. Akan tetapi setelah pandemi Covid-19, jumlahnya berkurang.
“Hanya saja harga tiket kini semakin mahal, dan ini menjadi kendala bagi kami. Apalagi sejak April 2026. Namun kami selalu berkoorinasi dengan maskapai apakah kami lewat Denpasar, Jakarta atau Makassar. Kami cari mana yang termurah dan lebih cepat sampai di tempat tujuan,” ucapnya.
Perwakilan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Papua, Salim mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan perwakilan Malaysia ke Kota Jayapura.
“Ini tentunya bisa mendorong industri-industri di Jayapura dan para pelancong dari Jayapura yang biasa ke Malaysia, termasuk belajar dan [yang] berobat ke sana, bisa memanfaatkan kesempatan ini,” kata Salim.
Sementara itu, Abdul Aziz dari atase pendidikan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta mengatakan pihaknya berharap para pelajar dari Indonesia atau dosen yang sedang tugas belajar di Malaysia dapat berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Malaysia. (*)


























Discussion about this post