• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Nobar Film Pesta Babi

Film Pesta Babi saat diputar di London, Inggris - Jubi/sofie syarief

0
SHARES
33
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Walau film dokumenter Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita, sudah bisa langsung diakses dan ditonton secara gratis di platform digital YouTube, namun tak mengendorkan semangat warga untuk menggelar nonton bareng (nobar) dan berdiskusi, termasuk mahasiswa Indonesia di London, Inggris.

Film karya Dandhy Laksono dan antropolog Dr. Cypri Jehan Paju Dale ini tayang secara online melalui kolaborasi berbagai kanal seperti JubiTV, Watchdoc, dan Greenpeace Indonesia

Meskipun mengundang kontroversi hingga mendapat tanggapan miring, film dokumenter ini terus menarik minat para penonton baik dari dalam negeri hingga ke luar negeri. Mulai dari negeri tetangga jiran Malaysia, Myanmar, Australia, Selandia Baru,dan Jerman.

Kali ini Sofie Syarief mantan jurnalis Kompas TV yang melanjutkan studi doctoral di London United Kingdom (UK) juga melaporkan animo mahasiswa Indonesia di sana menyaksikan nonton bareng Pesta Babi.

“Yang hari ini Jumat 29 Mei banyak yang nonton sebanyak 150 mahasiswa,” kata Sofie Syarief mahasiswa PhD dari Goldsmiths, University of London, UK dalam pesan WA kepada Jubi, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, animo mahasiswa Indonesia di London sangat tinggi sehingga pekan depan pada 6 Juni 2026, ditambah screeningnya untuk yang ingin menontonnya lagi.

“Jadi kita di sini, nonton bareng pada Jumat 29 Mei, dan pekan depan 6 Juni, dua kali nobar di London,” ucapnya.

BERITATERKAIT

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

Jurnalis senior MalaysiaKini menangis saat menonton film Pesta Babi

Perayaan HUT ke-132 misi Katolik di Tanah Papua ditutup dengan nobar ‘Pesta Babi’

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

Film dokumenter “Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita” garapan Dandhy Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale sudah resmi tayang secara gratis sejak Jumat, 22 Mei 2026.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Film berdurasi 95 menit tersebut bisa disaksikan langsung melalui kanal YouTube Redaksi JubiTV. Tercatat dalam sepekan film ini sudah ditonton lebih dari 10 juta kali.

Sementara itu jurnalis senior dari Malaysia Kini, Rahmat Harun saat menonton film Pesta Babi di Kuala Lumpur mengatakan, perkebunan monoklutur sangat tidak ramah terhadap lingkungan dan ekosistem.

Anda bayangkan hutan tropis di Sarawak Borneo berubah jadi tanaman monoklutur kelapa sawit,” kata Harun sedih.

Dalam diskusi dengan jurnalis jubi.id di Bangkok, Beimeng Fu jurnalis lepas dari Hongkong dalam artikelnya berjudul How China’s Durian Boom Is Transforming Laos juga memrotes perkebunan monokultur yang merubah hutan tropis menjadi perkebunan durian secara luas.

Jurnalis Beimeng Fu menambahkan bahwa pertanian monokultur merupakan praktik pertanian menanam satu jenis tanaman di lahan yang luas.

Memang diakui hal ini memungkinkan produksi massal dan efisiensi mekanis, namun dibalik itu semua dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti degradasi tanah dan kerentanan terhadap hama jika tidak dikelola dengan rotasi tanaman.

“Warga desa di Laos tanahnya kering kerontang dan butuh mesin bajak untuk mengolah tanah mereka kembali, sayangnya butuh waktu yang lama,” katanya. (*)

Continue Reading
Tags: Film Dokumenter Pesta BabiFilm Pesta BabiLondonMahasiswa IndonesiaNobar
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

May 29, 2026
Eksploitasi

Eksploitasi perkebunan durian dan pisang monokultur penyebab degradasi tanah di Laos

May 28, 2026
Aktivis Papua

Aktivis Papua Barat menjadi sasaran video palsu yang dihasilkan AI

May 28, 2026

Jurnalis senior MalaysiaKini menangis saat menonton film Pesta Babi

May 26, 2026

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026

Amnesty International: Jurnalis dan aktivis dibungkam lewat kampanye disinformasi

May 20, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara