• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Eksploitasi perkebunan durian dan pisang monokultur penyebab degradasi tanah di Laos

May 28, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Eksploitasi

Artikel investigasi dari jurnalis freelance Beimeng Fu berjudul Banana Boom,Soil Bust- Jubi/Dominggus A Mampioper

0
SHARES
127
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Tutupan pohon di Laos dari 2021 sampai 2025, tercatat sebanyak 98 persen kehilangan tutupan pohon terjadi di hutan alam.

Total kehilangan di hutan alam adalah 1.7Mha, setara dengan 870 Mt emisi CO₂e. Tutupan hutan tropis alam ini berubah menjadi perkebunan monokultur besar berupa pisang dan durian.

Budidaya pisang monokultur di Laos—yang terutama didorong oleh perusahaan agribisnis Tiongkok dan Vietnam—telah menghasilkan pendapatan ekspor yang signifikan tetapi memicu kekhawatiran besar.

Jurnalis Vo Kieu Bao Uyen dan kawan kawan dalam Mekong Eye media di Laos yang bekerja sama dengan dukungan dari Pulitzer telah memberikan laporan dari lapangan antara ambisi membangun perkebunan pisang monokultur dengan membabat habis hutan tropis di Laos.

Hal ini sampaikan Jurnalis Vo Kieu Bao Uyen asal Laos dalam pemaparan di Konfrensi Media New.Now.Next (N3Con), yang diselenggarakan oleh Asian American Journalists Association Asia Chapter (AAJA-Asia), berlangsung diFakultas Seni Komunikasi , Universitas Chulalongkorn di Bangkok, Thailand pada 21-23 Mei 2026.

“Budidaya tanaman monoklutur telah menyebabkan degradasi tanah dan polusi air yang parah, penggunaan pupuk dan bahan Kimia secara intensif dan skala besar memperparah tanah dan sungai,” katanya seraya menambahkan butuh beberapa tahun untuk memperbaiki kondisi tanah yang sudah terlanjur rusak itu.

Menurutnya, dalam pertanian monokultur intensif sangat bergantung pada pestisida dan herbisida (termasuk zat terlarang seperti paraquat).

BERITATERKAIT

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

Pemprov Papua Tengah kembangkan tanaman kelapa untuk kesejahteraan masyarakat

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

Pemkab Jayapura pastikan penyelesaian tanah untuk pembangunan fasilitas publik

Hal ini menyebabkan lahan menjadi keras, kering, dan mengalami degradasi yang signifikan, meskipun ada pertimbangan ekonomi.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Sektor ini menyediakan lapangan kerja dan infrastruktur berharga yang meningkatkan upah di pedesaan, tetapi masyarakat setempat sering kali menyerahkan lahan pertanian tradisional dan menanggung risiko kesehatan yang tinggi akibat paparan bahan kimia,” ucapnya.

Dalam laporannya berjudul “Ledakan Industri Pisang, Kehancuran Tanah” menyebutkan penggunaan bahan kimia secara intensif dalam jangka panjang di perkebunan pisang Laos telah merusak tanah yang dulunya subur di negara itu, dan mungkin dibutuhkan waktu hampir setengah abad untuk memulihkannya.

Katanya, laporan ini merupakan investigasi kedua dari dua laporan yang diterbitkan oleh media Mekong Eye yang melakukan investigasi terhadap dampak pertanian skala besar terhadap deforestasi dan kualitas tanah di Laos.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa di negara Laos bagian utara mengalami degradasi tanah setelah bertahun-tahun melakukan pertanian monokultur dan penggunaan bahan kimia secara luas di perkebunan pisang yang dioperasikan oleh pengusaha asal Tiongkok.

Perusahaan itu masuk di Laos Utara dan menyewa lahan warga setempat, hanya saja setelah satu dekade menanam pisang secara monokultur, perusahaan tersebut pergi dan kemudian mengembalikan lahan itu kepada warga desa setempat.

Namun, selama masa itu, tanah telah berubah dengan cara yang tidak dapat diantisipasi oleh warga desa setempat.

“Tanahnya sangat keras dan kering, tidak seperti dulu. Warga desa harus mengganti bajak dengan alat bajak yang lebih kuat hanya untuk mengolah tanah,” ujarnya.

Karena tanah menjadi tandus akibat penanaman pisang dan harga pasar yang berfluktuasi, banyak investor beralih ke tanaman menguntungkan lainnya seperti durian, sehingga menimbulkan pertanyaan baru tentang keberlanjutan ekologis jangka panjang.

Sementara itu Beimeng Fu jurnalis lepas dalam artikelnya berjudul How China’s Durian Boom Is Transforming Laos Forest melaporkan bahwa meningkatnya permintaan durian di Tiongkok mengubah lanskap dan perekonomian di Laos.

Dalam laporan jurnalis Beimeng Fu merinci bagaimana investor Tiongkok dengan cepat membeli lahan untuk perkebunan skala besar, menimbulkan kekhawatiran tentang deforestasi dan gangguan terhadap mata pencaharian lokal.

Laporannya yang didukung oleh Pulitzer Center, telah menyoroti realitas ekonomi, sosial, dan lingkungan yang kompleks di balik “ledakan durian” ini oleh para pengusaha Tiongkok memanfaatkan hutan hujan tropis Laos yang belum dikembangkan.

“Biaya lahan dan tenaga kerja yang rendah, serta kebijakan Sabuk dan Jalan Tiongkok untuk menanam durian yang ditujukan langsung untuk pasar Tiongkok,” katanya.

Ia mengatakan, terlepas dari proyeksi awal, beberapa proyek skala besar yang didanai China mengalami kesulitan dengan pengelolaan air yang buruk dan serangan serangga.

Menurutnya, dampak lingkungan terjadi karena pesatnya perluasan perkebunan durian dan pisang telah menimbulkan kekhawatiran tentang penggundulan hutan dan hilangnya habitat local seperti gajah.

Sungai Mekong dan anak sungainya (seperti Nam Tha dan Nam Ou) menjadi habitat bagi sekitar 500 spesies ikan asli dan habitat lahan basah yang penting, seperti lahan basah Xe Champhone, yang menjadi tempat tinggal buaya Siam terakhir di negara ini. (*)

Tags: DegradasiDurianEksploitasiNomenklaturPerkebunanPisangTanah
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Aktivis Papua

Aktivis Papua Barat menjadi sasaran video palsu yang dihasilkan AI

May 28, 2026
film Pesta Babi

Jurnalis senior MalaysiaKini menangis saat menonton film Pesta Babi

May 26, 2026

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026

Amnesty International: Jurnalis dan aktivis dibungkam lewat kampanye disinformasi

May 20, 2026

AJI Indonesia kecam penahanan jurnalis Indonesia oleh Israel

May 19, 2026

Mengapa jaringan internet di Tanah Papua kerap putus?

May 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Meki Nawipa and Deputy Governor Deinas Geley hand over assistance for church construction projects in Puncak Regency on Monday (25/05/2026). — Central Papua Provincial Government Public Relations.

Meki Nawipa Hands Over Rp2 Billion in Church Construction Assistance in Puncak Regency

May 29, 2026
Mahasiswa

Mahasiswa desak investigasi ledakan di depan gereja Katolik Intan Jaya

May 28, 2026
Eksploitasi

Eksploitasi perkebunan durian dan pisang monokultur penyebab degradasi tanah di Laos

May 28, 2026
Petani muda

Petani muda Kepulauan Solomon bertekad raih harapan dengan tanaman cokelat

May 28, 2026
Harga Coklat

Harga beli cokelat di Kepulauan Solomon perlahan meningkat

May 28, 2026
Pendidikan PNG

Penyebab menurunnya kualitas Pendidikan di Papua Nugini

May 28, 2026
Aktivis Papua

Aktivis Papua Barat menjadi sasaran video palsu yang dihasilkan AI

May 28, 2026
Musorprov

KONI Papua tetapkan Musorprov digelar 5-6 Juni 2026, agenda utama pilih ketua baru

May 27, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa serahkan bantuan pembangunan gereja di Puncak Rp2 miliar

May 27, 2026
YLBH

YLBH pertanyakan penanganan dugaan korupsi Rp12 miliar di Papua Barat

May 27, 2026
Jersey

Persipura luncurkan jersey edisi terbatas pada HUT ke-63

May 26, 2026
Eksploitasi

Eksploitasi perkebunan durian dan pisang monokultur penyebab degradasi tanah di Laos

May 28, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Meki Nawipa and Deputy Governor Deinas Geley hand over assistance for church construction projects in Puncak Regency on Monday (25/05/2026). — Central Papua Provincial Government Public Relations.

Meki Nawipa Hands Over Rp2 Billion in Church Construction Assistance in Puncak Regency

0
Mahasiswa

Mahasiswa desak investigasi ledakan di depan gereja Katolik Intan Jaya

0
Eksploitasi

Eksploitasi perkebunan durian dan pisang monokultur penyebab degradasi tanah di Laos

0
Petani muda

Petani muda Kepulauan Solomon bertekad raih harapan dengan tanaman cokelat

0
Harga Coklat

Harga beli cokelat di Kepulauan Solomon perlahan meningkat

0
Pendidikan PNG

Penyebab menurunnya kualitas Pendidikan di Papua Nugini

0
Aktivis Papua

Aktivis Papua Barat menjadi sasaran video palsu yang dihasilkan AI

0

English Stories

Meki Nawipa and Deputy Governor Deinas Geley hand over assistance for church construction projects in Puncak Regency on Monday (25/05/2026). — Central Papua Provincial Government Public Relations.
Pacnews

Meki Nawipa Hands Over Rp2 Billion in Church Construction Assistance in Puncak Regency

May 29, 2026
KONI
Pacnews

Indonesian National Sports Committee (KONI) in Papua Sets June 5–6, 2026 Provincial Sports Conference (Musorprov), Main Agenda to Elect New Chairperson

May 27, 2026
YLBH
Pacnews

Legal Aid Foundation (YLBH) Questions the Handling of Alleged Rp12 Billion Corruption Case in West Papua

May 27, 2026
Governor
Pacnews

Governor Nawipa Lays Foundation Stone for Puncak Regent and DPRK Offices

May 26, 2026
Export
Pacnews

Prabowo’s Export SOE Plan Draws Criticism: Fears of Monopoly, State Capitalism Resurface

May 26, 2026

Trending

  • Musorprov

    KONI Papua tetapkan Musorprov digelar 5-6 Juni 2026, agenda utama pilih ketua baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Nawipa serahkan bantuan pembangunan gereja di Puncak Rp2 miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • YLBH pertanyakan penanganan dugaan korupsi Rp12 miliar di Papua Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persipura luncurkan jersey edisi terbatas pada HUT ke-63

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksploitasi perkebunan durian dan pisang monokultur penyebab degradasi tanah di Laos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara