Jayapura, Jubi – Harga beli biji cokelat yang perlahan terus naik membuat semangat para petani di Provinsi Malaita, Kepulauan Solomon, senang dengan perubahan harga tersebut. Harga beli biji kakao kering di Auki, Malaita mengalami kenaikan sebesar $3 pada minggu ini.
Dari harga $10 per kilogram, harga beli sekarang mencapai $13 per kilogram, yang merupakan kabar baik bagi para petani, seperti dikutip jubi.id dari laman internet, www.solomonstarnews.com Kamis (28/5/2026)
Kenaikan sebesar $3 tersebut telah memperbarui harapan dan motivasi di kalangan petani lokal yang terkena dampak biaya pengelolaan produk yang baru-baru ini diberlakukan oleh Otoritas Pemasaran Ekspor Komoditas (CEMA).
Biaya tersebut telah menekan harga kakao dan kopra di pasar domestik, khususnya di daerah pedesaan.
Bagi para petani yang bekerja keras, penurunan harga telah secara signifikan memengaruhi pendapatan mereka dan kesejahteraan keluarga yang sepenuhnya bergantung pada komoditas ini untuk menghasilkan pendapatan yang memadai.
Kunjungan ke ST & Sons, salah satu pusat pembelian kakao dan kopra di Auki, mengkonfirmasi bahwa harga beli biji kakao kering saat ini adalah $13 per kilogram.
Petani lokal Robert Placid, yang secara rutin menjual hasil kakao miliknya di pusat pembelian, mengatakan bahwa kenaikan dari $10 menjadi $13 per kilogram merupakan pertanda yang menggembirakan bagi para petani.
Dia mengatakan banyak petani merasa patah semangat untuk berpartisipasi dalam industri ini setelah harga kakao turun.
“Sekarang harga beli kakao kering perlahan-lahan meningkat, saya sangat senang,” kata Placid.
Kementerian Pertanian dan Pengembangan Peternakan (MALD) baru-baru ini menyerukan pencabutan segera biaya pengelolaan yang baru diperkenalkan pada ekspor kakao dan kopra yang diberlakukan berdasarkan Peraturan Biaya Pengelolaan Kelapa dan Kakao 2026.
MALD menyatakan keprihatinan serius atas proses dan potensi dampak biaya-biaya ini terhadap sektor pertanian negara, khususnya terhadap petani kecil yang menjadi tulang punggung produksi kakao dan kopra. (*)























Discussion about this post