Sentani, Jubi – Sejumlah anggota DPR Papua dari Daerah Pemilihan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, berencana membersihkan perairan Danau Sentani yang saat ini dipenuhi sampah perkotaan, lumpur, pasir, serta kayu. Danau Sentani belum pernah dibersihkan secara menyeluruh sejak bencana banjir bandang pada 2019 yang mendangkalkan dan menyempitkan perairan danau itu.
Hermes Hein Ohee, salah satu anggota DPR Papua yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi I DPR Papua menjelaskan bahwa Gunung Cycloop dan Danau Sentani di Kabupaten dan Kota Jayapura harus dijaga kelestariannya. Jika lingkungan Gunung Cycloop dan Danau Sentani rusak, akan berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten dan Kota Jayapura.
“Sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Jayapura, kami sudah membentuk tim untuk menyusun proposalnya, dan akan diserahkan kepada Gubernur Papua,” ujar Hermes Ohee yang ditemui awak media di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Ohee, proposal itu berisi permintaan pengadaan bantuan fasilitas pendukung yang nantinya digunakan untuk membersihkan sampah di dasar danau, serta mengangkut material seperti kayu, pasir, dan bebatuan mendangkalkan tepian Danau Sentani, bahkan hingga membentuk daratan.
Pembersihan Danau Sentani itu akan dilakukan dengan mesin penghisap sedimen di sana, agar tidak berdampak terhadap habitat berbagai spesies endemik Danau Sentani. Cara itu dianggap lebih aman daripada mengeruk sedimen Danau Sentani yang berisiko membuat air Danau Sentani justru berkurang karena meresap ke sisa kerukan sedimen di dasar danau.
“Survei awal akan dilakukan. Ini pekerjaan besar, tentunya membutuhkan banyak mesin alkon berskala besar dan melibatkan para ahli dan pakar lingkungan,” kata Ohee.
Ohee menyatakan Danau Sentani sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat di Sentani sudah mengalami banyak tekanan lingkungan karena sampah dan limbah perkotaan. Perairan danau itu juga terus menyempit karena reklamasi di tepian danau yang dilakukan atas nama pembangunan.
“Akibat dari timbunan sampah dan endapan lumpur di dasar danau, ketika hujan turun, [paras muka] air danau akan naik, menyebabkan rumah-rumah warga di pingiran danau tergenang,” ujarnya.
Ohee berharap agar proposal pembersihan Danau Sentani direspons Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat. “Kita harus memulainya, demi masa depan generasi kita yang akan datang. Jangan sampai Danau Sentani hanya tinggal nama yang dikenang,” ujar politisi partai PDI Perjuangan itu.
Tokoh masyarakat Sentani, Yohanes Eluay mengapresiasi rencana para wakil rakyat itu. Menurutnya, Danau Sentani saat ini sudah tercemar, mengalami penyempitan dan pendangkalan di beberapa titik. Sedimen yang terbawa banjir bandang 2019 telah membentuk daratan di berbagai titik di pinggir Danau Sentani.
“Ada daratan yang terbentuk di samping kiri Dermaga Yahim di Kelurahan Dobonsolo. Luasnya sama dengan satu lapangan sepak bola,” ujar Eluay.
Karena pembersihan Danau Sentani dilakukan dalam skala besar, Eluay meminta tim yang terbentuk untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat yang tinggal di pinggir danau itu. “Danau Sentani ini cukup luas dan panjang. Pekerjaan berskala besar ini juga dapat dilakukan secara bertahap, dengan menentukan titik – titik termudah yang bisa dijangkau,” kata Eluay.
Jika pembersihan danau dilakukan secara menyeluruh, itu akan menjadi pembersihan besar-besaran pertama Danau Sentani. Oleh karena itu, seluruh masyarakat adat yang ada di setiap kampung harus dilibatkan dan diajak berkoordinasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Sebagai warga masyarakat, tentunya [saya] mendukung seluruh rencana itu, demi kebaikan dan hidup yang berkesinambungan,” katanya. (*)




Discussion about this post