Sentani, Jubi – Kondisi kawasan Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, kian berantakan. Trotoar di sepanjang jalan Pasar Lama Sentani kini berubah fungsi menjadi tempat menaruh barang jualan. Selain itu, sampah menumpuk di depan halaman Masjid Babul Janah Sentani, Pasar Lama.
Pekan kemarin Pemerintah Kabupaten Jayapura masyarakat telah melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pasar Lama Sentani. Acara itu merupakan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni 2026.
Trotoar yang biasa digunakan oleh para pejalan kaki di Pasar Lama kini telah menjadi tempat berjualan pinang, buah-buahan, dan hasil kebun seperti sayur -sayuran, ubi-ubian. Ada pula yang menaruh dagangan seperti ikan laut dan daging babi.
Marthina, satu pedagang yang berjualan pinang dan buah di trotoar Pasar Lama menjelaskan bahwa dirinya bersama sejumlah pedagang tidak mendapat tempat jualan di pasar. Ia sempat berjualan di Pasar Pharaa, akan tetapi kini sudah ada banyak pedagang di sana, sehingga ia mencari tempat jualan baru.
“[Saya] tinggal di Kampung Sabron, Distrik Sentani Moi. Setiap pagi bawa barang jualan ke Pasar Lama Sentani,” ujar Marthina saat ditemui di tempatnya berjualan, di trotoar Pasar Lama Sentani, Kamis (11/6/2026).
Ia mengaku belum pernah mendapat protes karena berjualan di trotoar. “[Saya] terpaksa berjualan di sini, karena tidak tersedia tempat bagi kami untuk berjualan,” katanya.
Timbulan sampah Pasar Lama juga menjadi masalah. Sampat yang dibuang di depan halaman Masjid Babul Janah Sentani terus menumpuk dan membukit. Tempat pembuangan sampah sementara awalnya hanya digunakan oleh warga masyarakat yang tinggal di Pasar Lama Sentani. Akan tetapi, sekarang tempat pembungan sampah sementara itu juga digunakan warga dari tempat lain.

Aldi, petugas pengangkut sampah di Pasar Lama Sentani, mengatakan sejak dua tempat pembuangan sampah sementara yang berada di Jalan Komba dan Jalan Pasar Baru ditutup, sebagian warga membuang sampah di Pasar Lama Sentani. “Ada dua armada yang bertugas mengangkut sampah di sini, setiap hari bisa dua kali muat,” jelas Aldi.
Menurut Aldi, sampah acara peringatna Hari Lingkungan Hidup pekan lalu sudah dibersihkan dengan menggunakan traktor mini. Akan tetapi, tumpukan sampah di sana terus membukit karena jumlah masyarakat yang membuang sampah di sana bertambah. “Satu kontainer ini muatannya bisa mencapai 2 – 3 ton sekali muat,” ujarnya.
Kepala Distrik Sentani, Jack Judson Puraro menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menata Pasar Lama Sentani. Penataan pasar itu meliputi penyediaan tempat jualan bagi para pedagang yang belum memiliki tempat berjualan, dan penyediaan fasilitas pendukung lainnya.
“Pasar Lama Sentani ini yang paling lama beroperasi di sini, dan menjadi tumpuan perputaran roda ekonomi bagi masyarakat kita,” jelasnya.
Puraro menjelaskan penumpukan sampah dan dan banyaknya pedagang yang tidak mendapat tempat berjualan di Pasar Lama Sentani merupakan bukti kurangnya koordinasi dan Pemerintah Kabupaten Jayapura, khususnya dinas terkait. “Mengacu kepada tata ruang wilayah, ada dua tempat pembuangan sementara yang sudah kami tutup karena berada di ruang publik atau jalur utama jalan,” katanya.
Kepala Distrik Sentani itu berharap penataan kawasan Pasar Lama Sentani bisa berjalan dalam waktu dekat. Sehingga seluruh kebutuhan masyarakat dan juga pedagang dapat terlayani dengan baik. (*)


























Discussion about this post