Sentani, Jubi — Puluhan warga kampung Kampung adat Haei Saei Yomo Haei, Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua didiagnosis mengalami katarak (gangguan penglihatan karena lensa keruh), saat pemeriksaan kesahatan mata gratis di kampung itu, Senin (1/6/2026).
Pemeriksaan mata gratis digelar tim medis dari poli mata Rumah Sakit (RS) Dian Harapan Waena, Kota Jayapura, Papua bekerjasama dengan Yayasan OBEL Belanda, sebuah yayasan yang didirikan dokter spesialis mata di Belanda.
Yayasan tersebut selama ini mendukung pelayanan kesehatan mata di Papua melalui berbagai program, termasuk dukungan operasi mata, penyediaan kacamata, dan obat-obatan bagi masyarakat.
Dokter spesialis mata RS Dian Harapan, dr. Livia mengatakan ada 211 warga mengikuti pemeriksaan mata gratis itu. Dari hasil pemeriksaan, tim medis menemukan 49 kasus katarak, 49 kasus pterigium atau pertumbuhan selaput pada permukaan mata, enam kasus glaukoma, dan 107 kasus gangguan refraksi seperti mata minus, plus, dan silinder.
“Yang paling banyak kami temukan masih katarak. Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan, terutama pada usia lanjut. Selain itu, ada juga kasus pterigium dan gangguan refraksi,” kata dr. Livia usai pemeriksaan mata gratis.
Ia menjelaskan pasien yang ditemukan mengalami katarak berat dan membutuhkan tindakan operasi akan diarahkan ke RS Dian Harapan untuk pemeriksaan lengkap dan persiapan operasi.
Sebab menurutnya, hingga kini operasi masih menjadi terapi utama untuk mengatasi katarak yang telah mengganggu penglihatan.
Untuk pembiayaan operasi, pasien yang memiliki BPJS Kesehatan atau JKN dapat menggunakan fasilitas tersebut, dengan membawa surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Sementara bagi masyarakat kurang mampu yang mengalami kendala pembiayaan, pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan pemimpin adat dan manajemen rumah sakit guna mencari solusi.
Menurut dr. Livia, pemeriksaan mata gratis itu merupakan bagian dari upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan mata kepada masyarakat, dan mendeteksi dini gangguan penglihatan yang dapat menyebabkan kebutaan.
“tujuannya agar masalah penglihatan dapat segera ditangani dan mencegah terjadinya kebutaan yang sebenarnya bisa dicegah,” ujarnya.
Katanya, pemeriksaan mata itu terbuka untuk seluruh masyarakat, tidak hanya bagi warga yang telah memiliki keluhan penglihatan. Namun sebagian besar masyarakat yang datang telah merasakan adanya gangguan pada mata mereka.
“Kami sudah melakukan skrining dan pelayanan kesehatan mata ke berbagai wilayah Papua. Selain pemeriksaan, kami juga melakukan tindakan operasi seperti operasi katarak dan pterigium bagi pasien yang membutuhkan,” ucapnya.
dr. Livia menegaskan, penanganan gangguan penglihatan penting dilakukan karena penglihatan yang baik sangat memengaruhi kualitas hidup dan kemandirian seseorang. Karenanya, kebutaan akibat katarak sangat penting dicegah, sebab sebenarnya dapat ditangani
“Kami berharap semakin banyak masyarakat Papua yang mendapatkan akses pelayanan mata, mengenal penyakit mata lebih awal, dan tidak datang ketika kondisi penglihatannya sudah sangat menurun,” ucapnya.
RS Dian Harapan menurunkan dua dokter spesialis mata, empat refraksionis, dan lima perawat untuk pemeriksaan kesehatan mata gratis itu.
Selain pemeriksaan kesehatan mata, pihak RS juga memberikan bantuan kacamata gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Ada 139 warga menerima kacamata baca dan delapan warga menerima kacamata kombinasi.
Salah seorang warga, Janske Mokai mengatakan pelayanan kesehatan mata gratis tersebut sangat membantu masyarakat di Kampung Ifar Besar dan sekitarnya.
Menurutnya, warga dari berbagai kampung datang untuk memeriksakan kondisi mata mereka. Masyarakat yang datang tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, mata juga memperoleh kacamata sesuai kebutuhan mereka.
“Tadi langsung diperiksa, kita dapat langsung kacamatanya juga gratis sesuai kebutuhan,” kata Janske Mokai.
Mokai berharap pelayanan kesehatan seperti itu tidak hanya terbatas pada pemeriksaan mata, juga mencakup pemeriksaan kesehatan lainnya dengan menghadirkan tim medis langsung ke kampung-kampung.
“Kalau bisa jangan hanya pemeriksaan mata saja, mungkin ada pemeriksaan sakit gula, asam urat, atau pemeriksaan lainnya. Kalau bisa tim medis turun langsung ke kampung-kampung, karena untuk transport pergi ke rumah sakit juga kasihan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendukung tindak lanjut bagi warga yang membutuhkan operasi mata. Sebab, tim dokter telah menjelaskan bahwa pasien dengan kondisi mata yang sudah berat akan diberikan rekomendasi untuk menjalani operasi di RS Dian Harapan. (*)




Discussion about this post