Sentani, Jubi— Pemerintah Kampung Adat Haei Saei Yomo Haei, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua bekerja sama dengan Rumah Sakit Dian Harapan dan Pos Kesehatan Komba menggelar pemeriksaan mata dan malaria gratis bagi masyarakat, Senin (1/6/2026).
Kepala Kampung Adat Haei Saei Yomo Haei, Nikolas Joku mengatakan program tersebut digelar untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kampung yang selama ini kesulitan mengakses layanan medis di rumah sakit.
“Hari ini kita adakan pemeriksaan mata gratis bersama Rumah Sakit Dian Harapan dan Pos Kesehatan Komba untuk pemeriksaan malaria juga. Kita mau berbagi kepada masyarakat karena mata adalah salah satu fungsi tubuh yang penting dalam hidup,” kata Nikolas Joku di Obhe Hebakey saat pemeriksaan mata dan malaria gratis.
Menurut Nikolas Joku yang merupakan Ondofolo Kampung Adat Haei Saei Yomo Haei itu, masyarakat yang memeriksakan mata, juga diberikan kacamata baca gratis apabila membutuhkannya.
Selain itu, apabila ditemukan pasien yang memerlukan tindakan operasi mata, pihak penyelenggara akan mengupayakan operasi secara gratis.
Katanya, pelayanan kesehatan dilakukan langsung kampung agar masyarakat, terutama warga lanjut usia, tidak terbebani biaya transportasi dan pengobatan jika harus pergi ke rumah sakit di kota.
“Kalau kita suruh masyarakat pergi sendiri ke rumah sakit itu susah. Orang tua harus naik angkutan atau taksi, belum lagi biaya pengobatan. Jadi kesempatan ini kita bawa dokter ke kampung untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Selain pemeriksaan mata, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencegahan malaria yang selama ini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah Sentani.
Joku menyebut pemerintah kampung telah beberapa kali menjalankan program edukasi malaria sejak tahun lalu, termasuk pembagian kelambu dan sosialisasi mengenai kebersihan lingkungan serta penggunaan obat sesuai anjuran dokter.
“Malaria jangan dianggap penyakit kecil. Kalau tidak diatasi dengan baik bisa menyebabkan kematian. Karena itu masyarakat harus mengikuti arahan tenaga medis dan menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.
Ia mengatakan program pelayanan kesehatan seperti itu akan terus diupayakan pada masa mendatang dengan melibatkan rumah sakit maupun instansi kesehatan lainnya.
Diharapkan ke depan, ada pelayanan kesehatan tambahan seperti pemeriksaan ibu hamil, penyakit kulit, dan program lain yang mendukung kesehatan masyarakat kampung.
Sementara itu aparat Kampung Adat Haei Saei Yomo Haei, Agustha Kopeuw mengatakan program pengobatan gratis tersebut sangat membantu masyarakat. Seban, layanan kesehatan mata biasanya memerlukan biaya dan akses yang tidak mudah bagi warga kampung.
“Biasanya orang harus berusaha sendiri datang ke rumah sakit untuk mendapat pelayanan mata. Tapi kali ini tenaga medis turun langsung melayani masyarakat di kampung kami,” ujar Agustha Kopeuw.
Ia mengapresiasi pihak Rumah Sakit Dian Harapan dan tenaga kesehatan yang dinilai sigap melayani masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, warga terlihat antusias sejak pagi hari meski harus menunggu dalam cuaca panas.
“Ada masyarakat yang sempat pingsan karena menunggu lama, tetapi langsung ditangani tenaga medis dengan baik. Mereka siap dan sigap membantu masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap kerja sama pelayanan kesehatan seperti itu dapat terus berlanjut karena masyarakat kampung membutuhkan akses kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau.
“Kami berharap kerja sama ini terus berkesinambungan. Semua orang pasti ingin hidup sehat, sementara biaya kesehatan cukup besar bagi masyarakat kampung,” ujarnya. (*)

























Discussion about this post