Jayapura, Jubi – Pemerintah Fiji telah menyetujui perpanjangan musim panen teripang (Beche-de-mer/BDM) Fiji selama delapan bulan, hal ini telah memungkinkan para nelayan untuk terus memanen sumber daya laut yang menguntungkan ini hingga 31 Januari 2027.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Perikanan mengkonfirmasi bahwa periode panen, yang semula dijadwalkan berakhir bulan ini, kini akan berlangsung dari 1 Juni 2026 hingga 31 Januari 2027, setelah penilaian terhadap manfaat sosial-ekonomi yang dihasilkan sejak perikanan dibuka kembali pada Februari.Demikian dikutip jubi.id dari laman internet www.fijitimes.com.fj, Sabtu (30/5/2026)
Kementerian tersebut mengatakan bahwa perpanjangan tersebut bertujuan untuk mendukung masyarakat pesisir dan maritim yang sangat bergantung pada perikanan untuk penghasilan mereka.
Pendapatan yang diperoleh dari panen teripang membantu keluarga memenuhi pengeluaran rumah tangga sehari-hari, kebutuhan ketahanan pangan, biaya pendidikan anak, dan biaya transportasi, terutama di daerah maritim terpencil di mana sumber pendapatan alternatif terbatas.
Pemerintah juga mengakui tantangan yang dihadapi nelayan akibat kenaikan biaya bahan bakar dan kesulitan logistik, seraya mencatat bahwa sektor perikanan telah memberikan bantuan keuangan yang penting sekaligus mendukung peluang kerja bagi penyelam, nelayan, pengolah hasil laut, operator kapal, dan penyedia transportasi.
“Dengan memperpanjang perikanan BDM, Pemerintah bertujuan untuk mengurangi dampak ekonomi pada masyarakat pesisir selama penutupan ini, serta menawarkan solusi berkelanjutan untuk mata pencaharian lokal.”
Sembari memperpanjang periode panen, Kementerian menekankan bahwa keberlanjutan tetap menjadi prioritas.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pemantauan ketat, langkah-langkah kepatuhan, dan kontrol ekspor akan tetap diberlakukan sepanjang musim yang diperpanjang untuk memastikan tingkat panen tidak membahayakan stok di masa mendatang.
Kementerian juga menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja sama secara erat dengan pemilik hak penangkapan ikan berdasarkan adat, eksportir berlisensi, pemimpin masyarakat, dan lembaga penegak hukum untuk memastikan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab.
Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada pemilik qoliqoli, masyarakat pesisir, dan pemangku kepentingan industri atas kerja sama mereka yang berkelanjutan dalam mengelola sumber daya laut Fiji. (*)


























Discussion about this post