• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
in Papua Tengah
Reading Time: 6 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Provinsi Papua Tengah

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE saat memaparkan bagaimana strategi efektif mengatasi anak yang tidak sekolah - Dok. Humas Pemprov Papua Tengah

0
SHARES
21
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE memaparkan bagaimana strategi efektif mengatasi anak yang tidak sekolah, dalam sebuah forum strategis di Jayapura, Papua yang berlangsung mulai Kamis, 28-30 Mei 2026.

Masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) telah lama menjadi tantangan utama dalam pembangunan pendidikan di wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Provinsi Papua Tengah.

Namun, seiring berjalannya waktu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah terus bergerak maju dengan menerapkan berbagai strategi inovatif dan terukur untuk mengatasi permasalahan ini.

Dalam forum itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE secara rinci memaparkan serangkaian praktik yang telah dijalankan, dan terbukti efektif dalam menurunkan angka ATS dan membuka akses pendidikan bagi seluruh anak di daerah tersebut.

Dalam paparannya, Nurhaidah, SE menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak, tanpa terkecuali, terlepas dari letak geografis, kondisi ekonomi, maupun latar belakang budaya.

“Di Papua Tengah, kami memiliki tantangan geografis yang berat, akses infrastruktur yang belum merata, serta beragam faktor sosial budaya yang mempengaruhi partisipasi sekolah. Namun, hal ini tidak menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Justru, tantangan inilah yang memacu kami untuk mencari solusi yang paling tepat sasaran dan relevan dengan kondisi masyarakat kami,” ujarnya dalam pemaparan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE memaparkan praktek baik penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) pada Rapat Koordinasi Pendampingan  Perencanaan SPM Pendidikan, Implementasi Program Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), dan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), yang diselenggarakan oleh Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemdikdasmen yang berkantor di Kota Jayapura, Papua.

BERITATERKAIT

Mangrove menjadi penyangga kehidupan masyarakat pesisir Papua Tengah

HIPMI Papua Tengah harus lahirkan pengusaha OAP yang berdaya saing

Gubernur Meki Nawipa resmikan pesantren dan sambut berdirinya SMP-SMA Riyadhul Qur’an

Batik Air resmi beroperasi di Papua Tengah

Menurut Nurhaidah, mengapa program penanganan ATS menjadi penting bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, karena data ATS tinggi.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

ATS juga sangat mempengaruhi kenaikan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), selain itu Hak Asasi bagi semua anak untuk sekolah, dan ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang  Pencegahan dan Penanganan  Anak Tidak Sekolah (PP ATS)

Program Penangangan anak tidak sekolah juga menjadi program prioritas Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH dan Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos, M.Si sehingga hal itu sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto “Pendidikan Bermutu Untuk Semua” sebagaimana menjadi komitmen kuat Menteri Dikdasmen RI untuk membangun sistem pendidikan yang berkualitas, merata dan inklusif, sehingga menjamin hak setiap.anak Indonesia mendapatkan  akses terhadap pendidikan yang bermutu tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi atau geogragis.

Dalam dua tahun terakhir, yakni 2025 dan 2026, gubernur dan wakil gubernur Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melaksanakan beberapa program prioritas pendidikan untuk mendukung percepatan penuntasan anak tidak sekolah (ATS) se Papua Tengah diantaranya adalah:

Pertama, kolaborasi program dengan mitra terutama Dinas Pendidikan dari delapan kabupaten, lima yayasan pelopor pendidikan di tanah Papua dan mitra pendidikan lainnya.

Sesuai PP 106 tahun 2021, kewenangan pengelolaan semua satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK sudah  menjadi kewenangan kabupaten, sedangkan kewenangan provinsi sudah dibatasi hanya mengelola sekolah luar biasa (SLB).

“Sementara angka ATS Papua Tengah tinggi, dengan melihat beban di kabupaten dalam pengelolaan satuan pendidikan sesuai regulasi yang ada cukup terbebani, maka provinsi ikut membantu melalui kewenangan pembiayaan satuan pendidikan sebagaimana diatur dalam PP 106 melalui beberapa program prioritas bidang pendidikan,” ucapnya.

Sedangkan yayasan pelopor kata Nurhaidah, menjadi mitra penting bagi Dinas Pendidikan karena hampir sebagian besar sekolah-sekolah di pedalaman adalah sekolah YPPGI dan sekolah YPPK, sedangkan di pesisir dominan sekolah YPK.

“Maka mereka adalah mitra penting bagi kami untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua bagi semua anak di Papua Tengah ke depan,” katanya.

Kedua, sekolah gratis bagi siswa SMP, SMA, SMK dan SLB. Program sekolah gratis pada tahun 2025 pihaknya telah membiayai 132 sekolah SMA, SMK, SLB dengan sebaran siswa sebanyak 26.951 siswa yang tersebar di delapan kabupaten.

Sedangkan pada 2026 Disdikbud membiayai lagi SMP sebanyak 148 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 26.511 anak. T5otal keseluruhan sekolah SLB, SMP, SMA, SMK yang menerima dana BOSDA sebanyak 187 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 53.951 anak.

“Selain siswa, pemerintah provinsi papua Tengah juga mulai sejak tahun 2025 telah membiayai 5.216 mahasiswa yang tersebar di 25 kampus se papua tengah untuk membiayai SPP/TKA, PKL dan wisuda,” ujarnya.

Ia mengatakan, program sekolah gratis dan biaya kuliah ini berdampak besar membantu bagi siswa dan mahasiswa untuk tidak drop out (DO) selain menjadi daya dorong bagi lulusan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikut.

Misalnya lulusan SD tetap melanjutkan ke SMP dan seterusnya bagi bagi lulusan SMA dan SMK tetap melanjutkan ke perguruan tinggi karena dengan adanyaka kebijakan sekolah gratis ini.

“Jika semua anak sekolah tidak DO dan tetap melanjutan ke jenjang berikutnya, maka dengan sendirinya penangan ATS akan berhasil.”

Ketiga, bantuan biaya sekolah berpola asrama. Nurhaidah mengatakan, salah satu pendekatan agar anak tetap sekolah, tidak drop out dan tetap melanjutkan pendidikan kejenjang berikut adalah melalui sekolah berpola asrama.

Mulai 2025, pihaknya telah membiayai 13 asrama yang dikelola oleh lembaga keagamaan di Papua Tengah dengan jumlah siswa sebanyak 1.009 anak yang tersebear di enam Kabupaten.

Pemerintah Provinsi Papua memfasilitasi anak-anak berprestasi dari keluarga tidak melalui beberapa asrama seperti kerjasama dengan Sekolah Genius Tangerang, asrama Meepa Boarding School di Nabire dan SMA Meepago di Nabire.

Keempat, Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Program SSH sudah dilaksanakan sebagai upaya percepatan pembangunan SDM Papua Tengah melalui penguatan pendidikan yang lebih terstruktur, aman dan terarah sesuai Rencana Pembangunan Papua Tengah.

Selain itu program SSH  menjadi salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur untuk meningkatkan kualitas pendidikan, gizi siswa, pembentukan karakter, penguatan literasi dan numerasi, serta pembinaan peserta didik secara menyeluruh.

Program sekolah sepanjang hari hadir untuk menjawab rendahnya waktu belajar efektif, tingginya angka putus sekolah, keterbatasan pengawasan siswa dan kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah.

“Maka tahun 2025 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, ada 10 sekolah dasar yang menjadi pilot project SSH di Papua Tengah yang tersebar di delapan Kabupaten dengan sasaran siswa yang terlayani sebanyak 2.021 siswa,” ungkapnya.

Pihaknya berharap melalui program SSH tersebut banyak siswa terakses masuk sekolah, meningkatnya kualitas pembelajaran, penguataan literasi meningkat, pemahaman dan penguasaan IPTEK semakin meningkat, serta akhirnya mendongkrak IPM Papua Tengah

Kelima, program pengadaan dan penempatan tenaga guru Mapega di daerah 3T. Menurutnya, kekurangan guru di sekolah-sekolah daerah 3T juga menjadi faktor utama banyak anak tidak bersekolah.

Tenaga guru Mapega daerah 3T pihaknya memberikan tugas untuk melakukan pendataan anak tidak sekolah dan melakukan verifikasi data real di semua satuan pendidikan yang ada selain dia mengajar di sekolah-sekolah yang ditemukan terjadi kekurangan dan kekosongan guru.

“Pendekatan pemenuhan guru seperti ini juga telah menujukkan hasil yang baik dari laporan yang disampaikan oleh tenaga guru Mapega di daerah 3T.

Tahun 2025, provinsi Papua Tengah telah merekrut dan menempatan sebanyak 274 guru di daerah-dareah 3T. Tahun 2026 menambah kuota menjadi 500 tenaga guru Mapega di daerah 3T,” ujarnya.

Keenam, penguatan kapasitas guru melalui percepatan RPL dan PPG. Adanya anak drop out dan anak tidak melanjutnya sekolah ke jenjang berikut karena faktor ekonomi orang tua dan letak geografis, juga disebabkan karena banyak sekolah mengalami kekosongan guru, terutama sekolah-sekolah di daerah 3T.

Nurhaidah bilang, salah satu sebab terjadinya kekosongan guru adalah guru berada di kota untuk melengkapi dokumen administrasi pengembangan karir guru seperti pendaftaran dan pengimputan dokumen PPG, RPL demi perbaikan kesejahteraan guru.

Mulai 2025, Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah telah memfasilitasi pendampingan program PPG bagi semua guru (PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK) se Papua Tengah sebanyak 801 guru dan sudah dinyatakan lulus sertifikasi. Pada 2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah sedang memfasilitasi 1000 guru.

Ditargetkan sebelum 2029 sisa 2.175 guru yang belum tersertifikasi bisa dituntaskan. Begitupun juga guru yang belum memiliki kualifikasi untuk provinsi papua Tengah masih tersisa 1.660 guru. Sesuai data Ditjen GTK. Tahun 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah fasilitasi 100 Guru ikut program RPL kerjasama Universitas Pendidikan Muhammdyah Sorong.

“Target kami 100 guru ini lulusan tahun depan sekaligus lanjut dengan program PPG. Program PPG dan RPL ini akan mempercepat kompetensi dan kesejahteraan guru. Kami meyakini Ketika guru Sejahtera, pasti guru akan betah mengajar, dengan harapan tidak akan ada lagi anak yang drop out atau tidak melanjutkan sekolah,” katanya.

Ketujuh, peta jalan penanganan ATS. Tahun 2026, kata dia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah sedang menyusun peta jalan penanganan ATS, sehingga akan tearah cara penangannya, kemitraan dengan pihak terkait juga akan terkoordinir baik sehingga target dan capaian akan lebih terukur lagi.

Dari beberapa strategi pendekatan penuntasan ATS yang sudah dilakukan menunjukkan tren positif atas penurunan ATS di Papua Tengah, misalnya data ATS tahun 2024 menurut Dr. Agus Sumule, data ATS Papua Tengah sebanyak 205.764 anak, sedangkan menurut data ATS Dasport kemdikdasmen per bulan April 2026 menunjukkan penurunan dratis menjadi 131.118 anak.

“Penurunan ini kami apresiasi kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam program percepatan penuntasan ATS di Papua Tengah,” ujarnya.

Pihaknya juga akan banyak belajar dari praktik baik penanganan percepatan anak tidak sekolah yang dilakukan oleh provinsi lain, terutama cara dan pendekatan-pendekatan bagi anak-anak yang belum pernah bersekolah.

“Misalnya karena disebabkan faktor misalnya anak-anak yang sudah terjerumus dalam kenakalan remaja seperti aibon, anak jalanan selain karena masalah geografis dan ekonomi orang tua,” katanya. (*)

Tags: Disdikbud Provinsi Papua TengahProvinsi Papua Tengah
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa serahkan bantuan pembangunan gereja di Puncak Rp2 miliar

May 27, 2026
Gubernur Papua Tengah

Gubernur Nawipa ajak masyarakat Puncak kembangkan potensi kopi dan ternak babi

May 26, 2026

Gubernur Nawipa letakkan batu pertama pembangunan kantor bupati dan DPRK Puncak

May 26, 2026

Pemprov Papua Tengah komitmen laksanakan pendidikan gratis

May 25, 2026

Pemprov Papua Tengah salurkan 28 ekor sapi kurban

May 25, 2026

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
KONI

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

May 30, 2026
Kaledonia Baru

Dewan Konstitusi Prancis menyetujui perubahan daftar pemilih Kaledonia Baru

May 30, 2026
Teripang

Pemerintah Fiji perpanjang musim panen teripang hingga Januari 2027

May 30, 2026
MBG

Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

May 29, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
pedagang pakaian

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

March 17, 2026
KontraS

Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

April 10, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

0
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

0
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

0
Kaledonia Baru

Dewan Konstitusi Prancis menyetujui perubahan daftar pemilih Kaledonia Baru

0
Teripang

Pemerintah Fiji perpanjang musim panen teripang hingga Januari 2027

0
KONI

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

0
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

0

English Stories

KONI
Pacnews

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi
Pacnews

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
SETARA Alliance
Pacnews

Papuan Women Call for Resistance Against Oppression and National Strategic Projects (PSN)

May 30, 2026
Kamuyend Indigenous
Pacnews

President Urged to Order Military Non-Involvement in Indigenous Land Conflict in Merauke

May 30, 2026
Meki Nawipa and Deputy Governor Deinas Geley hand over assistance for church construction projects in Puncak Regency on Monday (25/05/2026). — Central Papua Provincial Government Public Relations.
Pacnews

Meki Nawipa Hands Over Rp2 Billion in Church Construction Assistance in Puncak Regency

May 29, 2026

Trending

  • MBG

    Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara