• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Indepth Story

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

March 17, 2026
in Indepth Story, Features
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Sujarwo Husain - Editor: Jean Bisay
pedagang pakaian

Lapak dagangan pakaian di Pasar Hamadi. - Jubi/Sudjarwo Husain

0
SHARES
46
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sepekan menjelang Idulfitri, denyut nadi perekonomian di lapak pedagang pakaian kaki lima di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, provinsi Papua tampak berjalan tersendat. Lorong-lorong yang biasanya riuh oleh suara tawar-menawar kini justru menghadirkan jeda panjang—hening yang tak biasa untuk momentum yang selama ini identik dengan lonjakan konsumsi.

Di sejumlah titik lain di ibu kota provinsi Papua itu, suasana serupa juga terasa. Kontras dengan beberapa tahun lalu, ketika sepekan menjelang lebaran menjadi masa panen bagi para pedagang, kini langkah kaki pengunjung yang melintas di depan lapak bahkan bisa dihitung dengan jari.

Suara pedagang yang biasanya bersahut-sahutan menawarkan barang dagangan terdengar lebih lirih. Aktivitas tawar-menawar pun tak lagi menjadi denyut utama ruang-ruang jual beli tersebut.

Husna (54), pedagang pakaian kaki lima di Pasar Hamadi, duduk terdiam di antara tumpukan barang dagangannya. Ia menunggu pembeli yang tak kunjung datang, pada waktu yang semestinya menjadi puncak keramaian.

“Sepi, bukan tahun ini saja. Sudah sejak berapa tahun sebelumnya, sekitar dua tiga tahun lalu lah,” katanya saat mengobrol dengan Jubi, Sabtu (14/3/2026).

Meski masih ada pembeli yang datang, jumlahnya jauh dari cukup untuk menjaga ritme usaha tetap stabil. Dalam sehari, transaksi yang terjadi tak sampai lima orang.

“Syukurnya pembeli tetap ada, tetapi tidak banyak. Kalau yang hanya lewat dan lihat-lihat lebih banyak, tetapi yang beli cuma beberapa orang saja,” akunya.

BERITATERKAIT

Pemda didorong serap lulusan Universitas Jayapura atasi kekurangan nakes

Jayapura Regent to summon hundreds of developers over environmentally unsound housing

Jayapura Civil Registry Office updates Population Data, focuses on Indigenous Papuans

Jaringan internet dan telepon di Jayapura terganggu selama lima jam

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Di kawasan Ampera, Jalan Ahmad Yani, para pedagang pakaian, sandal, dan sepatu menghadapi situasi serupa. Lapak yang dahulu padat oleh pembeli kini tampak renggang, seolah kehilangan momentum musiman yang dahulu bisa diandalkan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Terasa sekali sepinya, tidak seperti beberapa tahun lalu. Kalau dahulu seminggu sebelum lebaran itu sudah ramai sekali,” kata Amir, salah satu pedagang.

Bertahan di Tengah Kelesuan

Bagi Husna, pilihan untuk bertahan bukan tanpa risiko. Ia menyadari bahwa usaha yang digelutinya semakin tergerus oleh perubahan zaman. Namun, berpindah profesi bukan perkara mudah.

“Memang sudah ada beberapa teman yang tutup usahanya karena rugi katanya. Kita jualan kan disesuaikan dengan modal, untuk beli barang dagangan dan sewa tempat juga,” ujarnya.

Selama 20 tahun, Husna menggantungkan hidup dari berdagang pakaian—melanjutkan usaha orang tuanya. Pengalaman panjang itu membentuk ketahanan, sekaligus penerimaan bahwa fluktuasi adalah bagian dari siklus.

“Ya sabar-sabar saja, kita yang sudah lama jualan itu sudah tahu risikonya. Tidak selalu usaha itu ramai dan tidak selamanya sepi. Saya bertahan saja karena ini sudah jadi pekerjaan dari masih muda dahulu,” ujarnya.

Harapan kini bertumpu pada hari-hari terakhir menjelang lebaran—periode yang tersisa untuk sekadar memutar modal.

Subandi, pedagang lain di pusat Kota Jayapura, menggambarkan situasi yang semakin menekan. Ia terpaksa mengubah strategi dengan mengurangi stok barang secara signifikan.

Jika sebelumnya ia berani menyimpan puluhan kodi pakaian, kini hanya beberapa lusin yang disiapkan. Penurunan daya beli membuat risiko penumpukan barang menjadi terlalu besar.

Pendapatan pun ikut tergerus. Dari yang sebelumnya bisa mencapai Rp2 juta per hari pada musim ramai, kini menembus Rp500 ribu saja sudah dianggap cukup.

“Sekarang tidak menentu sekali, bisa dibilang yah dapat sedikit saja sudah bersyukur. Makanya sekarang saya sudah tidak menyetok banyak, hanya yang biasa sering dicari orang saja,” kata Subandi.

Dampaknya meluas hingga ke struktur operasional usaha. Jika dulu pedagang mampu mempekerjakan karyawan, kini sebagian besar harus bekerja sendiri untuk menekan biaya.

pedagang pakaian
Ilustrasi kelesuan pedagang pakaian di lapak kaki lima dan ledakan belanja online. – Jubi/Leon Ohee

Pergeseran Gaya Hidup Konsumen

Di sisi lain, perilaku konsumen mengalami perubahan signifikan. Pusat perbelanjaan modern—mal dan supermarket—menjadi magnet baru. Kenyamanan ruang, variasi produk, serta strategi diskon agresif membuatnya lebih menarik.

Istilah promosi seperti “buy one get one” hingga potongan harga besar menjadi daya tarik yang sulit ditandingi oleh pedagang kaki lima.

Putri (30), seorang karyawati swasta, mengakui preferensinya beralih ke mal.

“Kalau di mal pakaiannya lebih bagus dan banyak pilihan. Harganya juga tidak terlalu mahal,” kata Putri.

Selain itu, transformasi digital mempercepat pergeseran ini. Platform belanja daring kini menjadi kanal utama bagi banyak konsumen.

Maryati (49), misalnya, lebih memilih berbelanja secara online untuk kebutuhan anak-anaknya.

“Saya lebih sering belanja daring. Soalnya sama saja kualitasnya, tetapi kalau belanja daring lebih gampang saja, tidak capai juga berdesak-desakan,” katanya.

Kemudahan akses, variasi produk, serta fleksibilitas pembayaran—termasuk sistem cicilan—menjadi faktor pendorong utama.

pedagang pakaian
Lapak sandal dan sepatu di Jln. Ahmad Yani. – Jubi/Sudjarwo Husain

Teknologi dan Perubahan Ruang Sosial

Secara historis, pasar tradisional dan lapak kaki lima bukan sekadar ruang ekonomi, melainkan juga ruang sosial. Interaksi tawar-menawar membangun relasi, menciptakan kedekatan antarindividu.

Namun kini, perubahan tidak hanya terjadi pada angka penjualan, tetapi juga pada struktur sosial itu sendiri.

Lorong-lorong yang sunyi mencerminkan lebih dari sekadar kelesuan ekonomi. Ia menjadi indikator perubahan fundamental dalam cara masyarakat berinteraksi.

Dr. Hanro Yonathan Lekitoo, antropolog dari Universitas Cenderawasih, melihat teknologi sebagai faktor dominan dalam transformasi ini.

“Jika tidak masuk ke dalam sistem itu, maka kita akan ketinggalan zaman. Kita kembali ke masa lalu dan perlahan tersingkir dari sistem sosial yang ada,” kata Dr. Hanro.

Ia mengingatkan bahwa pada era 1970-an hingga pertengahan 1990-an, interaksi sosial masih sangat bergantung pada ruang publik. Namun sejak awal 2000-an, lanskap itu berubah drastis.

“Dunia hari ini memang dikendalikan oleh teknologi. Jadi kalau kita tidak bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, pasti kita akan terkalahkan oleh dunia,” ujarnya.

Bagi pedagang seperti Husna dan Subandi, tantangan yang dihadapi kini melampaui sekadar persaingan harga. Mereka berada di persimpangan antara bertahan dengan cara lama atau beradaptasi dengan sistem digital yang terus berkembang.

Di titik ini, kemampuan bertransformasi bukan lagi pilihan, melainkan prasyarat untuk bertahan dalam ekosistem ekonomi yang kian terdigitalisasi. (*)

Tags: IdulfitriJayapurakaki limalesuPedagang Pakaian
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Nelayan Jayapura

Nelayan Jayapura terdampak rencana migas Northern Papua

May 8, 2026
odong-odong

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

April 23, 2026

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

April 21, 2026

Kisah Daniel Hanasbey, pesepakbola Papua pertama di Eropa

April 21, 2026

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Oposisi

Pemimpin oposisi Solomon: Pemerintahan melayani rakyat, bukan kepentingan elite

May 10, 2026
Elnino

Fiji berpotensi dilanda El Nino pada akhir tahun

May 10, 2026
Stunting

Memerangi stunting pada anak di Pegunungan Kundiawa Gembogl PNG

May 10, 2026
Bupati

Bupati Raja Ampat luncurkan program ORISUN

May 10, 2026
Universitas Jayapura

Pemda didorong serap lulusan Universitas Jayapura atasi kekurangan nakes

May 9, 2026
Universitas Jayapura

Universitas Jayapura gelar wisuda perdana sejak berganti status

May 9, 2026
Investasi

Investasi tanpa pelibatan masyarakat adat berpotensi memicu konflik sosial

May 9, 2026
Gubernur Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah undang seluruh pemain Persipura ke Nabire

May 9, 2026
Tewas ditembak

Koops Habema menduga OPM pelaku penembakan warga di Tembagapura

May 9, 2026
Universitas Jayapura

Universitas Jayapura gelar wisuda perdana sejak berganti status

May 9, 2026
Fishermen in Tanjung Ria, North Jayapura District, Jayapura, Papua, Monday (14/04/26) – Jubi/Larius Kogoya

Jayapura fishermen affected by Northern Papua Oil and Gas Project Plans

May 9, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Tewas ditembak

Lima warga Tembagapura dilaporkan tewas ditembak

May 8, 2026
IMG 20260506 WA0106

Sejumlah warga Puncak dilaporkan terluka karena ledakan bom di jenazah

May 7, 2026
Oposisi

Pemimpin oposisi Solomon: Pemerintahan melayani rakyat, bukan kepentingan elite

0
Elnino

Fiji berpotensi dilanda El Nino pada akhir tahun

0
Stunting

Memerangi stunting pada anak di Pegunungan Kundiawa Gembogl PNG

0
Bupati

Bupati Raja Ampat luncurkan program ORISUN

0
Universitas Jayapura

Pemda didorong serap lulusan Universitas Jayapura atasi kekurangan nakes

0
Universitas Jayapura

Universitas Jayapura gelar wisuda perdana sejak berganti status

0
Investasi

Investasi tanpa pelibatan masyarakat adat berpotensi memicu konflik sosial

0

English Stories

Fishermen in Tanjung Ria, North Jayapura District, Jayapura, Papua, Monday (14/04/26) – Jubi/Larius Kogoya
Pacnews

Jayapura fishermen affected by Northern Papua Oil and Gas Project Plans

May 9, 2026
Victims of the shooting near Kali Kabur after being evacuated to the Brimob Post at Camp David in Tembagapura, Tembapura District, Mimika Regency, Central Papua - Photo courtesy of the TPNPB National Commission
Pacnews

Five residents in Tembagapura reportedly shot dead

May 9, 2026
A number of students from SMA Negeri 1 Kobakma in Mamberamo Tengah who were struck by gunfire while receiving medical treatment at a local hospital – IST
Pacnews

Seven High School students seportedly shot in Mamberamo Tengah

May 8, 2026
A group photo following the declaration of eight indigenous youth communities in Sorong Selatan on Tuesday (May 6, 2026). – Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Eight Indigenous Youth Communities established in South Sorong

May 8, 2026
Central Papua Governor Meki Nawipa (center) delivers a keynote address at a focus group discussion themed “Upstream-Downstream Integration Strategy for Gold Reserve Management Towards Sovereign Monetary Resilience” at a hotel in Jakarta, Tuesday (May 5, 2026) — Public Relations Office of the Central Papua Provincial Government
Pacnews

Indigenous Communities in Central Papua set to manage Natural Resources under People’s Mining Permit (IPR) scheme

May 7, 2026

Trending

  • Gubernur Papua Tengah

    Gubernur Papua Tengah undang seluruh pemain Persipura ke Nabire

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koops Habema menduga OPM pelaku penembakan warga di Tembagapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Universitas Jayapura gelar wisuda perdana sejak berganti status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jayapura fishermen affected by Northern Papua Oil and Gas Project Plans

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara