Jayapura, Jubi – Setelah keberhasilan mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Jeremiah Manele dengan hasil 26-22, Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon, Matthew Wale telah memberi sinyal era transformatif bagi wilayah itu, dan menyerukan pemerintahan melayani rakyat, bukan kepentingan elit yang sudah mengakar.
Dalam sebuah wawancara setelah disahkannya mosi tersebut, Wale menguraikan visinya tentang pembebasan ekonomi dan stabilitas politik bagi negara itu, sebagaimana dikutip jubi.id dari laman internet, indepthsolomons.com.sb, Minggu (10/5/2026)
Wale mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk membongkar “belenggu penguasaan elit” yang menurutnya telah menghambat kemajuan nasional.
“Kami selalu berupaya membentuk pemerintahan yang baik. Pemerintahan yang membebaskan negara ini dari belenggu penguasaan elit,” kata Wale.
Ia menambahkan bahwa bangsa ini telah “dibelenggu dan diperbudak” oleh kepentingan-kepentingan yang tidak sejalan dengan kebaikan nasional.
Katanya, mematahkan kekuatan-kekuatan besar ini akan sulit dan mungkin melibatkan rasa sakit dan perubahan signifikan. Ia mendesak koalisi baru tersebut untuk bergerak maju dengan keberanian dan ketegasan untuk memperbaiki perekonomian.
Menanggapi seringnya terjadi “perebutan kekuasaan” dan ketidakstabilan politik yang secara historis melanda Kepulauan Solomon, Wale menganjurkan kerangka legislatif yang lebih disiplin.
Ia menyarankan agar pemerintah selanjutnya harus berani dalam memperbaiki undang-undang untuk mencegah individu berpindah-pindah partai.
Wale berkomitmen untuk membentuk pemerintahan yang “mengesankan dan inklusif” yang memprioritaskan kebutuhan rumah tangga dan keluarga secara individu.
Dia memberikan penilaian blak-blakan tentang keadaan ekonomi negara saat ini, menggambarkannya sebagai sebuah sistem di mana segelintir orang sangat kaya sementara sebagian besar tetap miskin.
Anggota parlemen Aoke-Langalanga itu juga mengklarifikasi bahwa ketidakhadiran anggota parlemen North New Georgia, John Dean Kuku, selama pemungutan suara disebabkan oleh kondisi medis, dan mencatat bahwa koalisi mengizinkannya untuk menjalani perawatan karena mereka yakin akan mayoritas absolut mereka.
Wale menyimpulkan dengan menggambarkan iklim politik saat ini sebagai masa yang menggembirakan bagi negara, menandai kesempatan untuk menetapkan arah baru.
Kemudian, ia menggambarkan periode “lobi” politik yang akan datang sebagai proses penting di mana para pemimpin harus terlibat dalam dialog untuk menemukan calon yang disepakati bersama.
Ia menegaskan bahwa kelompoknya tetap sangat berkomitmen satu sama lain dan pada tujuan bersama untuk membentuk pemerintahan yang benar-benar merangkul warga Kepulauan Solomon. (*)






















Discussion about this post