Jayapura, Jubi – Asisten Direktur Layanan Cuaca Nasional PNG (PNGNWS), Benjamin Malai mengkonfirmasi bahwa ada potensi kekeringan di beberapa wilayah PNG pada pertengahan tahun.
PNGNWS telah mengeluarkan peringatan kekeringan dan meminta warga di daerah-daerah yang bersangkutan untuk memperhatikannya. Sebagaimana dilansir jubi.id dari laman internet, tvwan.com.pg, Sabtu (9/5/2026).
PNGNWS menyampaikan bahwa Jiwaka telah mengalami kekeringan sejak Februari tahun ini, sementara Chimbu, Enga, dan Dataran Tinggi Barat tetap dalam status siaga selama tiga bulan.
Provinsi-provinsi dengan tingkat siaga dan pengawasan yang berkelanjutan memiliki risiko dampak kekeringan yang lebih tinggi.
Malai mengatakan, tidak selalu kekeringan setelah siklon antropogenik. Namun, sudah ada berita di media sosial melalui peringatan yang dikeluarkan oleh Layanan Cuaca Nasional tentang potensi kekeringan yang terjadi pada pertengahan tahun ini hingga pertengahan tahun depan.
Terlepas dari curah hujan yang terkait dengan siklon baru-baru ini, New Britain Timur, Manus, New Ireland, New Britain Barat, dan Tengah tetap dalam status pengawasan kekeringan selama lebih dari tiga bulan.
Selain itu, Dataran Tinggi Timur dan Morobe telah beralih ke status pengawasan kekeringan.
Risiko kekeringan adalah probabilitas dampak berbahaya yang dihasilkan dari interaksi antara bahaya kekeringan, paparan, dan kerentanan.
Faktor-faktor iklim relevan yang memengaruhi PNG dalam beberapa bulan mendatang adalah perkiraan curah hujan untuk bulan Mei dan Juli yang menunjukkan curah hujan di bawah rata-rata di seluruh PNG kecuali Madang, Wewak, Vanimo, dan bagian utara Enga yang diperkirakan akan menerima curah hujan rata-rata hingga di atas rata-rata selama Mei. (*)























Discussion about this post