Jayapura, Jubi – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di ruang redaksi Papua Nugini selama pemilihan umum dapat membantu menyebarkan informasi yang akurat dan tepat waktu.
Ini disampaikan menurut Michael Hsieh, seorang Rekan Non-residen di Pusat Keamanan dan Kerja Sama Internasional kepada para jurnalis dan spesialis komunikasi pada KTT Media PNG 2026 hari ini, Jumat (1/5/2026), sebagaimana dilansir jubi.id dari laman internet, tvwan.com.pg, Sabtu (2/5/2026).
Michael Hsieh mengatakan, AI bekerja paling baik ketika dibangun di atas jurnalisme yang kuat, termasuk menggunakan sumber yang dapat diandalkan, metode pelaporan yang tepat, pengecekan editorial, dan akuntabilitas kepada publik.
“Penggunaan AI terbaik adalah mengambil karya jurnalistik yang baik dan memperbanyaknya di berbagai platform seperti radio, TV, online, cetak, dan bahkan dalam berbagai bahasa,” kata Michael Hsieh.
Hsieh mengatakan, ini ketika menjawab pertanyaan dari moderator dan jurnalis veteran PNG, Scott Waide, tentang peran AI dalam liputan pemilihan umum, saat negara tersebut bersiap untuk pemilihan umum berikutnya dalam 12 bulan ke depan.
Selama periode pemilihan umum, akses ke informasi yang akurat sangat penting karena warga negara bergantung pada berita untuk tetap mendapat informasi tentang perkembangan di seluruh negeri.
Pesan utama dari diskusi tersebut jelas: ruang redaksi di Papua Nugini dapat menggunakan AI untuk memperkuat dan memperluas jangkauan pelaporan faktual selama pemilihan umum. (*)
























Discussion about this post