Jayapura, Jubi – Kepolisian Fiji menuai kecaman karena menyita telepon milik seorang jurnalis investigasi, setelah ia membuat unggahan di media sosial tentang dugaan korupsi di dalam kepolisian.
Meri Radinibaravi, seorang peneliti investigasi di Organised Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), mengatakan bahwa polisi menghubunginya pada Rabu (29/4/2026) siang.
Polisi menyatakan bahwa mereka perlu menanyainya mengenai unggahan Facebook-nya, yang telah dihapusnya tak lama setelah diposting.
Menurut OCCRP, unggahan tersebut merujuk pada tuduhan korupsi selama masa jabatan mantan kepala polisi Sitiveni Qiliho, yang dihukum dan dipenjara karena ikut campur dalam penyelidikan kriminal.
Disebutkan bahwa Radinibaravi secara sukarela pergi ke Departemen Investigasi Kriminal di Suva, di mana dia harus mengetik pernyataan resmi dan “merasa terpaksa menyerahkan perangkatnya”.
“Dia mengatakan bahwa dia yakin tekanan dari polisi mungkin terkait dengan pelaporannya yang berkelanjutan tentang tuduhan korupsi sensitif di dalam departemen tersebut,” kata OCCRP dikutip jubi.id dari laman internet, RNZ Pasifik Jumat (1/5/2026).
Kepolisian Fiji dan komisaris mereka, Rusiate Tudravu, tidak menanggapi pertanyaan yang dikirim oleh OCCRP.
OCCRP mengatakan insiden itu terjadi di tengah periode tegang bagi Fiji, karena Perdana Menteri Sitiveni Rabuka sedang mempertimbangkan apakah akan menyatakan keadaan darurat nasional sebagai respons terhadap lonjakan perdagangan narkoba dan kejahatan terorganisir.
Saat ini, Fiji sedang menjalankan operasi gabungan polisi dan militer intensif untuk membongkar jaringan kriminal dan perdagangan narkoba ilegal.
Pemimpin redaksi OCCRP, Miranda Patrucic, mengatakan bahwa tindakan polisi Fiji tersebut “merupakan serangan yang tidak dapat diterima terhadap kebebasan pers dan media independen di Fiji”.
“Ini dirancang untuk melecehkan jurnalis tersebut dan merupakan upaya terang-terangan untuk menargetkan sumber-sumbernya,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Patrucic mengatakan OCCRP menuntut pengembalian segera peralatan Radinibaravi dan jaminan bahwa tidak ada data yang diakses atau disalahgunakan. (*)
























Discussion about this post