Jayapura, Jubi – Untuk pertama kalinya, seorang wasit wanita akan memimpin pertandingan Digicel ExxonMobil Cup akhir pekan ini di Port Moresby.
Heavenly Paul akan memimpin pertandingan senior putra pertamanya, menjadi wasit wanita pertama yang melakukannya di level kompetisi ini di negara tersebut, seperti dikutip jubi.id dari laman internet tvwan.com.pg, Sabtu (2/5/2026).
Kompetisi Liga Rugbi Nasional PNG dan Liga Sepak Bola Rugbi Papua Nugini mengumumkan hal ini dalam sebuah pernyataan kemarin, Jumat (1/5/2026).
Perjalanan Heavenly dimulai sebagai pemain pada 2012 sebelum beralih ke dunia perwasitan pada 2022.
Sejak itu, ia telah membangun pengalaman yang kuat di berbagai kompetisi Liga Rugbi Port Moresby, termasuk Liga Barat Laut Moresby, dan telah bertugas sebagai hakim garis di Digicel ExxonMobil Cup, serta memimpin pertandingan di Santos Cup dan Kompetisi Pemuda Nasional PNG, termasuk final di kedua kompetisi tahun lalu.
Ia diberi kesempatan memimpin di panggung besar, Heavenly berharap dapat menciptakan sejarah sebagai wasit wanita pertama yang memimpin kompetisi nasional putra negara tersebut dan menyatakan kegembiraannya atas tantangan yang ada di depan.
Manajer Umum Pathways & Performance dan mantan Wasit NRL, Tony Archer, menggambarkan tonggak sejarah ini sebagai pencapaian bukan hanya untuk Heavenly tetapi juga untuk semua wanita yang bercita-cita untuk menorehkan prestasi di liga rugbi.
Dengan melangkah ke lapangan sebagai wasit wanita pertama di Digicel ExxonMobil Cup, dia mendobrak batasan dan menginspirasi generasi baru wanita untuk terus mengejar impian mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Archer bangga dengan kerja keras, dedikasi, dan komitmennya selama 3 musim terakhir, mengatakan bahwa dia telah mendapatkan kesempatan untuk dipilih sebagai wasit di Digicel ExxonMobil Cup akhir pekan ini.
Rugby league bukan hanya terkenal saja di negara Papua Nugini, olahraga ini termasuk olahraga nasional dan sebuah “agama” di Papua Nugini,satu-satunya negara di mana hal ini benar-benar terjadi.
Olahraga rugbi ini telah menyatukan lebih dari 1.000 suku, dengan dukungan penggemar yang kuat untuk tim nasional the Kumuls dan gairah historis yang mendalam terhadap permainan ini sejak 1930-an.
Aspek-aspek penting Rugby League di PNG, sebagai olahraga nasional ketimbang sepak bola. Rugby league sangat mengakar dalam budaya, melampaui semua olahraga lain dalam hal popularitas.
Para penggemar di Papua Nugini bisa berjalan kaki berjam-jam melewati pegunungan untuk menonton pertandingan dan memperlakukan para pemain seperti idola.
Hubungan yang kuat dengan Australia, menyebabkan permainan ini berperan sebagai komponen utama diplomasi olahraga, dengan dukungan pemerintah tingkat tinggi untuk bergabung dengan kompetisi NRL Australia.
Kompetisi Utama di tingkat PNG menggelar ajang lokal mencakup Digicel Cup dan turnamen regional, yang menampilkan, klub-klub seperti Hela Wigmen, Lae Snax Tigers, dan Goroka Lahanis.
Pengakuan global di olahraga rugby ini telah mengangkat PNG pernah terpilih menjadi tuan rumah pertandingan grup di Piala Dunia Rugby League 2017.
Negara yang baru merdeka pada 16 September 1975 ini, dikenal karena basis penggemarnya yang sangat “fanatik”, seperti yang diliput oleh laporan media internet dari China, CGTN ini. (*)
























Discussion about this post