Jayapura, Jubi – Wasit pertandingan FIFA dari Selandia Baru, Fiji, Kepulauan Solomon, Tonga, dan Samoa mencetak sejarah dengan memimpin pertandingan di turnamen Kualifikasi Liga Champions Putra OFC di Kepulauan Cook.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC), tim wasit yang seluruhnya perempuan terlibat dalam memimpin pertandingan pria di tingkat kompetisi internasional. Sebelas ofisial pertandingan FIFA dari berbagai negara Pasifik ditunjuk untuk ajang bersejarah ini.
“Bagi saya, ini sangat istimewa,” kata Maria Salamasina, salah satu wasit. “Ini pertama kalinya tim yang seluruh anggotanya perempuan memimpin turnamen putra. Ini adalah momen bersejarah bagi kami dan seluruh wasit perempuan di Pasifik.”
Tim tersebut mencakup beberapa wasit terbaik di kawasan, seperti Sarah Jones (Selandia Baru) yang memimpin pertandingan pembukaan antara Royal Puma FC dari Samoa Amerika dan Vaipuna SC dari Samoa.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Ia didampingi Allys Clipsham dan Heloise Simons (Selandia Baru), sementara Lata Kaumatule (Tonga) bertindak sebagai ofisial keempat dan Salamasina (Samoa) sebagai ofisial kelima.
Langkah Maju bagi Kesetaraan Gender
Wasit Torika Delai menekankan pentingnya kesempatan ini dalam mendorong kesetaraan gender dalam sepak bola.
“Menjadi bagian dari tim wasit perempuan dalam turnamen pria adalah langkah besar. Ini membuktikan bahwa perempuan dapat unggul di semua aspek permainan,” ujarnya seperti dikutip Jubi dari RNZ Pasifik.
Para pemain dan tim juga menunjukkan rasa hormat terhadap keputusan wasit.
“Banyak dari mereka mendengarkan kami meskipun tidak setuju dengan keputusan kami. Jika tidak, tentu ada kartu sebagai sanksi sesuai aturan permainan,” jelas Salamasina.
Kepala wasit OFC, Kevin Stoltenkamp, menyebut ini sebagai “momen bersejarah bagi ofisial pertandingan perempuan dan OFC.”
Ia menambahkan bahwa perkembangan ini mencerminkan meningkatnya kualitas wasit perempuan di Oseania.

Menginspirasi Generasi Muda
Selain sebagai pencapaian individu, para wasit berharap ini dapat menginspirasi generasi baru dalam dunia sepak bola.
“Kami ingin lebih banyak perempuan mengejar impian mereka sebagai pemain, pelatih, atau wasit,” kata Delai.
Salamasina menambahkan bahwa dukungan dari keluarga, federasi, dan OFC sangat berperan dalam perjalanan kariernya sebagai wasit.
“OFC selalu mendukung baik wasit perempuan maupun laki-laki. Ini adalah kesempatan besar untuk menunjukkan kemampuan kami,” ujarnya.
Jalannya Turnamen
Turnamen ini berlangsung di Rarotonga, Kepulauan Cook, di mana Tupapa Maraerenga (Kepulauan Cook) mengalahkan Vaipuna (Samoa) 2-1 untuk mengamankan tempat di Liga Champions Putra OFC yang akan digelar di Kepulauan Solomon.
Setelah tiga hari pertandingan kualifikasi, Tupapa finis dengan empat poin, diikuti Vaipuna dengan tiga poin, dan Royal Puma (Samoa Amerika) dengan satu poin. Delapan tim akan bertanding di Liga Champions OFC di Honiara pada 30 Maret – 12 April.
Tupapa akan bertanding di Grup B bersama klub dari Vanuatu, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. Sementara di Grup A, juara bertahan Auckland City (Selandia Baru) akan menghadapi AS Tiga Sport (Kaledonia Baru), Rewa (Fiji), serta AS Tefana atau AS Pirae (Tahiti).(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua














Discussion about this post