Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura sedang menatap babak penentuan. Putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026 menjadi ujian terakhir bagi tim berjuluk Mutiara Hitam itu jika ingin kembali ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia, Super League. Persaingan yang semakin ketat membuat manajemen Persipura harus mendatangkan tenaga baru untuk memperkuat kedalaman skuat.
Meski menutup putaran kedua Pegadaian Championship dengan memuncaki klasemen Grup Timur, Pelatih Persipura Rahmad Darmawan merasa masih ada lubang dalam komposisi timnya. Ia ingin celah itu segera ditutup sebelum Persipura memulai putaran ketiga.
Perombakan pun dilakukan. Manajemen Persipura mendatangkan tiga pemain baru sekaligus. Mereka adalah Williams Lugo (Venezuela), Victor Mansaray (Amerika Serikat), dan Bima Ragil.
Lugo diharapkan menjadi penyuplai di lini tengah. Mansaray diharapkan bisa menggantikan peran ujung tombak Matheus Silva yang hengkang ke Irak. Sementara Ragil didatangkan untuk memberi warna baru, menjadi pemutus serangan lawan dan penghubung antar lini, peran yang sebelumnya diemban oleh Takuya Matsunaga.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Melengkapi kepingan puzzle
Kedatangan Lugo merupakan rekomendasi dari hasil evaluasi tim pelatih. Rahmad Darmawan, pelatih yang akrab disapa RD, menjelaskan selama ini ada kekurangan yang masih dirasakan dalam skema permainan timnya, terutama dalam koordinasi antara barisan tengah dan depan.
Lugo adalah pemain asing yang sudah berpengalaman bermain dalam kompetisi sepak bola di Indonesia. Saat membela Persik Kediri di kompetisi Super League, Lugo menunjukkan efektivitas yang tinggi sebagai kreator serangan.
Data statistik menunjukkan kemampuannya dalam mendistribusikan bola dan membantu serangan, dari 333 percobaan umpan, 256 di antaranya tepat sasaran. Itu menunjukkan perannya sebagai pengatur tempo.

Di Persik, Lugo mencatatkan 14 tembakan ke arah gawang, dan enam di antaranya tepat sasaran, serta berhasil mencetak satu gol. Tidak hanya menyerang, ia juga piawai bertahan. Ia mencatatkan 12 intersep dan enam tekel untuk memutus serangan lawan
”Kemarin kami melihat ada satu missing link di antara striker dengan gelandang. Kita kekurangan di situ,” ujar RD saat ditemui di sela-sela latihan Persipura di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2026).
Ia merasa perlu memiliki lebih banyak opsi pemain agar tim tidak kedodoran menjalani sembilan laga putaran ketiga. Kehadiran Lugo diakui RD bisa menambah alternatif taktik yang ia terapkan.
”Setelah Lugo masuk, maka alternatif pilihan itu menjadi lebih banyak. Kedalaman skuat menjadi hal yang penting menghadapi sembilan pertandingan ke depan,” ungkapnya.
Proses adaptasi pemain baru pun dikebut. Lugo berkumpul dengan skuat Persipura lebih awal, dan satu pemain asing lagi dijadwalkan menyusul bergabung tim dalam waktu dekat. Jika semua lancar, pemain tersebut akan langsung bergabung dengan tim saat melakoni laga uji coba di Sorong pada 8 Februari mendatang.
Kepastian dua pemain yang menyusul Lugo bergabung dengan Persipura sudah diumumkan akun Instagram resmi klub, persipurapapua1963. Keduanya adalah Bima Ragil dari Deltras Sidoarjo dan Victor Mansaray yang pernah bermain untuk PSM Makassar dan Malut United.

Bima Ragil didatangkan untuk memperkuat kreativitas di lini tengah. Pemain berusia 34 tahun itu membawa jam terbang tinggi dari kompetisi domestik dengan memperkuat sejumlah klub. Berdasarkan catatan statistik di I-League, saat masih bersama Deltras Sidoarjo, Bima Ragil merupakan pemain yang disiplin dan aktif dalam permainan.
Ia mencatatkan 17 penampilan. Statistik operannya cukup menonjol dan menempati urutan kedua di Pegadaian Championship, dengan akurasi operan sukses mencapai 80 persen (664 operan sukses dari 829 percobaan), dan membuat 3 assist.
Tidak hanya menyerang, Bima juga rajin membantu pertahanan. Itu terbukti dari catatannya melakukan 41 tekel sukses dan 56 intersep, serta 23 sapuan. Kehadiran Bima akan memberikan keseimbangan bagi Persipura dalam menjaga aliran bola sekaligus memutus serangan lawan.
Selain memperkuat lini tengah, lini depan Persipura juga mendapat suntikan tenaga baru melalui Victor Mansaray. Pemain kelahiran Sierra Leone berkebangsaan Amerika Serikat itu datang dengan rekam jejak yang cukup meyakinkan di kompetisi Asia Tenggara, khususnya di Vietnam dan Indonesia.
Berdasarkan statistik di laman footystats, Mansaray adalah tipikal penyerang yang telah teruji di berbagai liga. Sepanjang kariernya, ia tercatat telah tampil dalam lebih dari 200 pertandingan profesional dengan torehan 39 gol dan 19 assist. Di Liga Vietnam (V.League 1), ia tampil tajam dengan mengoleksi 22 gol dari 75 penampilan.
Pengalamannya di Liga 1 Indonesia juga menjadi modal penting. Saat membela PSM Makassar pada musim 2023/2024, ia mencetak empat gol dari 16 laga. Teranyar, saat memperkuat Malut United, ia mencatatkan 14 penampilan dan menyumbang satu gol dan dua asis sebelum akhirnya bergabung dengan Persipura. Kehadiran Mansaray diharapkan bisa menjadi solusi konkret bagi ketajaman Mutiara Hitam di putaran ketiga nanti.
Masuknya Victor Mansaray otomatis berdampak pada komposisi pemain asing. Dengan regulasi yang membatasi jumlah pemain asing yang diturunkan, terpaksa ada nama yang dikesampingkan. Takuya Matsunaga menjadi pemain yang harus merelakan tempatnya untuk sementara waktu.
”Tidak ada yang dikorbankan. Taki buktinya masih latihan dengan kami, dan dia masih terikat kontrak. Kami masih sangat menghargai kontrak tersebut. Dia tidak kami lepas dari tim, tapi kita ganti hanya untuk sisa pertandingan ini. Dia masih menjadi bagian dari tim,” jelas RD.
Tak mau terjebak nostalgia
Banyak yang menyebut jika kedatangan tiga pemain baru Persipura kembali mengingatkan pada masa kejayaan mereka di era pertama RD. Tahun 2005 silam, Persipura punya Ernest Jeremiah, Eduard Ivakdalam, dan Marwal Iskandar. Posisi tiga pemain legendaris itu sama persis dengan Victor Mansaray, Williams Lugo, dan Bima Ragil. Koneksi yang langka di Persipura.
Sejarah pernah mencatat, Rahmad Darmawan membawa Persipura juara liga dengan mengandalkan lini tengah yang hidup pada 2005. Dengan cara serupa, RD menghadirkan kejayaan bagi Sriwijaya FC pada Liga Indonesia 2007/2008, dan Piala Indonesia 2008, 2009, dan 2010. Ketika itu ia juga berhasil mengawinkan gelandang penghancur dan gelandang kreatif di lini tengah Sriwijaya yang mengalir dalam diri Zah Rahan dan Wijay Sing.
Namun, RD meminta semua pihak untuk tetap membumi dan melihat realitas kompetisi saat ini yang jauh lebih kompetitif. RD tak mau terjebak pada nostalgia.
”Saya rasa tidak bisa berandai-andai. Sekarang semua tim itu bersiap menghadapi putaran ketiga dengan sangat serius. Tim yang di atas ingin lolos, tim yang di bawah tidak ingin terdegradasi,” katanya.
Ia mencontohkan sulitnya mengalahkan tim seperti Persiku Kudus, atau bagaimana Persiba Balikpapan bisa menang luar biasa melawan Barito di kandang. Bagi RD, tidak ada lawan yang mudah.
Ia lebih fokus membangun mental dan kebersamaan di dalam tim daripada membandingkan skuat sekarang dengan masa lalu. ”Tugas saya adalah terus membangun tim ini dengan penuh kebersamaan. Saya bersyukur tanggung jawab begitu besar sekarang dimiliki oleh setiap pemain,” tuturnya.

Kapten Persipura, Gunansar Mandowen, tetap mendukung perekrutan sejumlah pemain baru di timnya. Menurutnya, itu sesuai kebutuhan tim untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Namun ia menekankan pentingnya persatuan dan motivasi antar pemain demi kepentingan tim. “Ya kalau dari saya sih, ini kan kebutuhan tim. Siapa pun yang siap untuk bermain untuk tim ini, ya melakukan yang terbaik untuk tim dan juga pribadi. Kalau dari saya, kita semua bersatu, bersemangat, siapa pun yang main nanti, kita saling mendukung saja,” ujar Gunansar.
Dukungan juga mengalir dari pemain ke-12 atau suporter. Ikhsan, wakil dari kelompok suporter The Comens, menilai langkah manajemen Persipura untuk mendatangkan pemain baru sudah tepat.
“Hengkangnya Matheus kami pikir tidak terlalu berpengaruh. Ini semua karena kebutuhan tim dan pembenahan lini yang dianggap menjadi celah. Masuknya Lugo, Bima, dan Victor jadi sinyal positif manajemen untuk memperkuat tim,” ujarnya.
Ikhsan dan rekan-rekannya menaruh harapan besar pada karakteristik ketiga pemain baru tersebut. Ia berharap Lugo menjadi pembeda dengan visi permainannya, Bima memberikan energi tambahan, dan Victor membawa mental bertarung di lini depan.
Jadwal berat dan optimis promosi
Persipura kini berada di puncak klasemen sementara Grup Timur dengan mengoleksi 37 poin dari 18 pertandingan. Namun, posisi ini masih tidak aman karena PS Barito Putera membuntuti di peringkat kedua dengan poin yang sama. Sementara PSS Sleman mengintai di posisi ketiga dengan selisih satu poin saja (36 poin).
Tim Mutiara Hitam akan menghadapi jadwal yang menantang. Di awal putaran ketiga, mereka langsung bertemu dengan tim-tim ambisius. Di mulai dengan laga kandang menjamu Barito Putera pada 15 Februari, lalu bertandang ke markas PSS Sleman pada 21 Februari, dan bertemu Kendal Tornado FC pada 1 Maret.
Setelahnya, Persipura akan menghadapi Deltras Sidoarjo, Persiba Balikpapan, Persela Lamongan, PSIS Semarang, Persipal Palu, dan Persiku Kudus.
Persaingan di zona promosi sangat ketat karena hanya ada dua tim dari grup ini yang berpeluang naik kasta. Peringkat pertama akan lolos otomatis ke Liga 1, sedangkan peringkat kedua harus melalui babak play-off melawan runner-up grup barat untuk memperebutkan satu tiket sisa.
Secara kalkulasi, dua laga pembuka melawan Barito Putera dan PSS Sleman adalah partai hidup mati. Jika Persipura mampu menyapu bersih kemenangan di dua laga awal itu, mereka akan memiliki modal 43 poin dan memperlebar jarak dengan pesaing utama.
Sebaliknya, hasil negatif di awal putaran ketiga bisa melempar mereka keluar dari zona dua besar, karena tim di posisi 4 dan 5 seperti Deltras dan Tornado Pekanbaru juga masih memiliki peluang naik peringkat. Kini, mereka mengoleksi 33 poin.
Rahmad Darmawan mengingatkan anak asuhnya agar tidak merasa sudah di atas angin meski kini menduduki peringkat satu. “Itu bukan berarti kami tim yang superior. Justru ini menjadi tantangan besar, karena sekarang semua tim memiliki motivasi ekstra untuk menundukkan kami,” jelasnya.
Menanggapi target besar timnya, kapten Persipura Gunansar Mandowen menegaskan bahwa promosi adalah harga mati bagi skuat Mutiara Hitam. “Ya pasti harus. [Kami] sudah sangat-sangat merindukan [Liga 1], karena saya pernah dengan tim ini di Liga 1. Keinginan untuk naik itu pasti sudah sangat-sangat besar, semua pemain ingin promosi. Apalagi orang-orang yang support kami, suporter, keluarga, ya tentunya semangat juga toh,” tegas Gunansar.

Optimisme serupa juga disuarakan oleh Ikhsan dari kelompok The Comens. Ia menyadari perjalanan untuk mengejar tiket promosi di putaran ketiga nanti tidak akan mudah. “Kami optimis Persipura bisa promosi ke Liga 1, tapi tetap waspada dengan persaingan ketat di putaran ketiga,” kata Ikhsan.
Untuk menjaga kebugaran menjelang pertempuran di putaran ketiga, skuat Persipura hanya diliburkan selama tiga hari selama jeda kompetisi. Latihan tetap berjalan intensif, termasuk rencana uji coba di Sorong pada 8 Februari mendatang.
Di satu sisi, ada perkembangan menarik dalam ruang ganti Persipura. RD mengungkapkan bahwa para pemainnya menunjukkan inisiatif yang luar biasa untuk membangun kekompakan tim tanpa diminta oleh staf pelatih.
”Mereka punya satu inisiatif sendiri untuk bagaimana menyatukan antara mereka untuk ada di tim ini lebih baik lagi. Jadi ini hal yang positif,” ungkapnya.
Bagi sang pelatih, komunikasi yang cair di antara sesama pemain justru lebih penting daripada sekadar instruksi searah dari pelatih kepada pemain. Inisiatif itu dianggap sebagai modal kuat untuk menghadapi jadwal berat di depan mata..
Persipura kini sedang bersiap. Perombakan skuat dan penguatan mental menjadi modal mereka untuk menjawab tantangan besar di putaran ketiga. Semuanya dilakukan demi satu tujuan, kembali ke Liga 1. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post