• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Bomberai

Demonstran tolak PSN dan militerisme di Manokwari ditembaki gas air mata

May 8, 2026
in Bomberai
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Adlu Raharusun - Editor: Arjuna Pademme
Manokwari

Massa aksi bertahan di segitiga kawasan ruko haji bauw Wosi Manokwari -Jubi/Adlu Raharusun

0
SHARES
634
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Manokwari, Jubi – Aparat keamanan menambaki demonstran dari Solidaritas Papua Bergerak, dengan gas air mata saat menggelar demonstrasi penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional atau PSN dan militerisme di Manokwari, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (6/5/2026).

Demonstran Solidaritas Papua Bergerak terdiri dari aktivis mahasiswa, aktivis perempuan dan organisasi mahasiswa seperti GMKI dan PMKRI.

Awalnya massa berjalan kaki dari kawasan Amban hingga Makalow, Sanggeng dan melakukan orasi secara bergantian di simpang tiga. Namun massa ditahan barikade polisi di Segitiga, kawasan Haji Bauw, Wosi.

Menjelang siang, gas air mata ditembakkan ke arah massa, dan dua orang demonstran ditahan. Situasi ini membuat massa memilih bertahan hingga pukul 18.00 Waktu Papua (WP).

Dalam insiden itu, diduga aparat keamanan juga menggunakan ketapel kearah massa, saat situasi memanas.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang hendak pulang terhalang massa dan polisi di kawasan Wosi. Situasi itu membuat gubernur memberikan arahan dan pemahaman kepada demonstran.

Setelah menyampaikan beberapa arahan, Dominggus Mandacan kemudian kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan meninggalkan massa aksi.

BERITATERKAIT

Tanah Papua: Konflik separatis hingga ekologi dan sumber daya alam

Kabut asap akibat karhutla ancam warga Manokwari

65 tahun manusia Papua hidup dalam bayang-bayang militerisme

Laporan dampak PSN di Papua Selatan diluncurkan

Wakil Ketua DPR Papua Barat, Barat Petrus Mackbon berjanji akan menyampaikan aspirasi para mahasiswa ke pimpinan dan akan membahasnya di lembaga dewan sesuai waktu yang sudah ditentukan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“[Aspirasi ini] saya terima dan akan saya sampaikan ke pimpinan supaya dibahas dalam waktu yang sudah ditentukan oleh adek-adek,” kata Petrus Mackbon.

Dalam orasinya di hadapan perwakilan DPR Papua Barat dan beberapa anggota Majelis Rakyat Papua Barat yang turut hadir, salah satu perwakilan massa, Wetinus Kobak mengatakan, pihaknya menolak militerisme dan PSN di Tanah Papua. Sebab, investasi tidak membawah dampak bagi rakyat di Tanah Papua.

“Investasi masuk di Tanah Papua tidak menguntungkan bagi rakyat. Tapi [para] elite yang menikmati,” kata Wetinus Kobak.

Katanya, sejak 1961 hingga kini milter terus dikirim ke Tanah Papua, dan dampaknya terjadi kekerasan terhadap warga sipil bahkan berujung kematian.

“Militer masuk mengawal investasi. Seperti kita di Papua Pegunungan militer organik maupun non organik terlalu banyak,” kata Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) itu.

Massa lainnya, Maria Kebar dalam orasinya menyinggung peristiwa pembunuhan warga sipil di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya yang berujung pengungsian internal warga di beberapa kampung.

“Tambrauw sebagai kabupaten konservasi kemarin dua bulan terakhir terjadi penembakan dan pembunuhan di Distrik Bamusbama, Kampung Yebun dan beberapa kampung disekitarnya,” kata Maria Kebar.

“Saya berharap bapak-bapak MRP yang terhormat, yang duduk atas [nama] daerah orang Papua yang mati-matian dan mati tapi tidak pernah diselesaikan dalam rumah adat Papua. MRP jangan sibuk bahas bahas barang yang tidak jelas di Tiktok, FB (Facebook dan sebagainya,” ucapnya lagi

Orator lainnya, Viktor Rayar menegaskan aksi ini merupakan penolak terhadap PSN dan militerisme di Tanah Papua.

“Untuk warga Manokwari aksi kita hari ini adalah menolak PSN dan militer di [Tanah] Papua, yang menyebabkan pelanggaran HAM di Tanah Papua,” kata Viktor Rayar.

Koordinator Aksi Solidaritas Papua Bergerak Nebot Diwogipa kemudian membaca tuntutan mengatakan demonstran, di antaranya tutup PT Freeport sebagai simbol investasi utama, eksploitasi sumberdaya alam di Tanah Papua.

Aktivitas pertambangan skala besar telah membawa dampak kerusakan lingkungan yang masif, termasuk pencemaran sungai hilangnya hutan hingga eksploitasi masyarakat adat.

Selain itu kehadiran industri ekstraktif sering kali diiringi dengan penguatan aparat keamanan yang memperparah situasi militerisme di wilayah tersebut.

Mendesak pemerintah menghentikan seluruh aktivitas penambangan emas di Tanah Papua, khususnya Papua Barat, karena tidak hanya merusak lingkungan secara tak terkendali, juga menciptakan konflik sosial dan ekonomi di tingkat lokal.

Massa juga menyuarakan tolak Otsus Jilid II karena dinilai gagal menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat Papua.

Menuntut Presiden Prabowo Subianto segera menarik seluruh militer dari Kabupaten Tambrauw tanpa syarat.

Kehadiran militer di wilayah tersebut dianggap telah menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan masyarakat sipil, dan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

Menuntut pencabutan seluruh program PSN di wilayah Tanah Papua, karena selalu dilaksanakan tanpa konsultasi dengan masyarakat adat, serta berdampak kerusakan ekologis jangka panjang.

Mendesak penarikan militer non organik di seluruh Tanah Papua tanpa pengecualian. Kehadiran pasukan tambahan dinilai hanya memperbesar potensi konflik dan memperburuk situasi kemanusiaan.

Menuntut penutupan 12 tambang emas ilegal di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, yang telah merusak dan  mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Menuntut negara bertanggung jawab atas kerusakan hutan (deforestasi) di Tanah Papua. Tanggung jawab ini harus diwujudkan dalam bentuk pemulihan hutan yang tersisa dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat sebagai penjaga hutan.

Menolak pembangunan Bandara Antariksa di Kabupaten Biak Numfor, Papua yang berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat setempat serta merusak ekosistem setempat.

Menuntut penarikan militer dari Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang selama ini menjadi sumber ketegangan dan ketidaknyaman bagi masyarakat.

Mendesak pemerintah segera menyelesaikan seluruh kasus pengungsi internal di Tanah Papua, dan menjamin pemenuhan hak-hak dasar mereka termasuk pemenuhan hak pendidikan kesehatan, tempat tinggal serta keamanan.

Massa aksi kemudian membubarkan diri pada 18.30 WP, setelah aspirasi diserahkan kepada DPR Papua Barat dan Majelis Rakyat Papua Barat.

Selama demonstrasi berlangsung, arus lalu lintas di kawasan Wosi dari arah Sanggeng maupun sebaliknya, dialihkan ke jalur lain. (*)

Tags: aksi demonstrasikabupaten ManokwariMiliterismePSNSolidaritas Papua Bergerak
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tanah Papua

Tanah Papua: Konflik separatis hingga ekologi dan sumber daya alam

August 31, 2026
Manokwari

Kabut asap akibat karhutla ancam warga Manokwari

August 26, 2026

65 tahun manusia Papua hidup dalam bayang-bayang militerisme

August 19, 2026

Laporan dampak PSN di Papua Selatan diluncurkan

August 13, 2026

KNPB sampaikan surat pemberitahuan demonstrasi damai ke sejumlah pihak

August 12, 2026

Mayoritas titik api Papua Selatan di wilayah Food Estate dan PSN

July 18, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems
12 September 2026
Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Violence will not solve the problems facing Papua, Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) Papua [...]

Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM
11 September 2026
Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM

Jayapura, Jubi – A coalition of legal and human rights groups in Papua has called on Indonesian President Prabowo Subianto [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

September 14, 2026
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

September 14, 2026
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

September 14, 2026
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Korneles Howay

Brace Korneles Howay kandaskan asa Persipura di Banjarmasin

September 13, 2026
Pasifik

Bentrokan para raksasa dunia di Benua Biru Pasifik

September 12, 2026
Kebakaran

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

September 14, 2026
PNG

Pengembangan Chinatown investasi asing terbesar di PNG

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

0
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

0
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

0
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

0
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

0
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

0
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara