• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Bomberai

Demonstran tolak PSN dan militerisme di Manokwari ditembaki gas air mata

May 8, 2026
in Bomberai
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Adlu Raharusun - Editor: Arjuna Pademme
Manokwari

Massa aksi bertahan di segitiga kawasan ruko haji bauw Wosi Manokwari -Jubi/Adlu Raharusun

0
SHARES
295
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Manokwari, Jubi – Aparat keamanan menambaki demonstran dari Solidaritas Papua Bergerak, dengan gas air mata saat menggelar demonstrasi penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional atau PSN dan militerisme di Manokwari, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (6/5/2026).

Demonstran Solidaritas Papua Bergerak terdiri dari aktivis mahasiswa, aktivis perempuan dan organisasi mahasiswa seperti GMKI dan PMKRI.

Awalnya massa berjalan kaki dari kawasan Amban hingga Makalow, Sanggeng dan melakukan orasi secara bergantian di simpang tiga. Namun massa ditahan barikade polisi di Segitiga, kawasan Haji Bauw, Wosi.

Menjelang siang, gas air mata ditembakkan ke arah massa, dan dua orang demonstran ditahan. Situasi ini membuat massa memilih bertahan hingga pukul 18.00 Waktu Papua (WP).

Dalam insiden itu, diduga aparat keamanan juga menggunakan ketapel kearah massa, saat situasi memanas.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang hendak pulang terhalang massa dan polisi di kawasan Wosi. Situasi itu membuat gubernur memberikan arahan dan pemahaman kepada demonstran.

Setelah menyampaikan beberapa arahan, Dominggus Mandacan kemudian kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan meninggalkan massa aksi.

BERITATERKAIT

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

Pendemo ‘Papua Darurat Militer’ dikepung Barikade Polisi di Makalew, Manokwari

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

Wakil Ketua DPR Papua Barat, Barat Petrus Mackbon berjanji akan menyampaikan aspirasi para mahasiswa ke pimpinan dan akan membahasnya di lembaga dewan sesuai waktu yang sudah ditentukan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“[Aspirasi ini] saya terima dan akan saya sampaikan ke pimpinan supaya dibahas dalam waktu yang sudah ditentukan oleh adek-adek,” kata Petrus Mackbon.

Dalam orasinya di hadapan perwakilan DPR Papua Barat dan beberapa anggota Majelis Rakyat Papua Barat yang turut hadir, salah satu perwakilan massa, Wetinus Kobak mengatakan, pihaknya menolak militerisme dan PSN di Tanah Papua. Sebab, investasi tidak membawah dampak bagi rakyat di Tanah Papua.

“Investasi masuk di Tanah Papua tidak menguntungkan bagi rakyat. Tapi [para] elite yang menikmati,” kata Wetinus Kobak.

Katanya, sejak 1961 hingga kini milter terus dikirim ke Tanah Papua, dan dampaknya terjadi kekerasan terhadap warga sipil bahkan berujung kematian.

“Militer masuk mengawal investasi. Seperti kita di Papua Pegunungan militer organik maupun non organik terlalu banyak,” kata Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) itu.

Massa lainnya, Maria Kebar dalam orasinya menyinggung peristiwa pembunuhan warga sipil di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya yang berujung pengungsian internal warga di beberapa kampung.

“Tambrauw sebagai kabupaten konservasi kemarin dua bulan terakhir terjadi penembakan dan pembunuhan di Distrik Bamusbama, Kampung Yebun dan beberapa kampung disekitarnya,” kata Maria Kebar.

“Saya berharap bapak-bapak MRP yang terhormat, yang duduk atas [nama] daerah orang Papua yang mati-matian dan mati tapi tidak pernah diselesaikan dalam rumah adat Papua. MRP jangan sibuk bahas bahas barang yang tidak jelas di Tiktok, FB (Facebook dan sebagainya,” ucapnya lagi

Orator lainnya, Viktor Rayar menegaskan aksi ini merupakan penolak terhadap PSN dan militerisme di Tanah Papua.

“Untuk warga Manokwari aksi kita hari ini adalah menolak PSN dan militer di [Tanah] Papua, yang menyebabkan pelanggaran HAM di Tanah Papua,” kata Viktor Rayar.

Koordinator Aksi Solidaritas Papua Bergerak Nebot Diwogipa kemudian membaca tuntutan mengatakan demonstran, di antaranya tutup PT Freeport sebagai simbol investasi utama, eksploitasi sumberdaya alam di Tanah Papua.

Aktivitas pertambangan skala besar telah membawa dampak kerusakan lingkungan yang masif, termasuk pencemaran sungai hilangnya hutan hingga eksploitasi masyarakat adat.

Selain itu kehadiran industri ekstraktif sering kali diiringi dengan penguatan aparat keamanan yang memperparah situasi militerisme di wilayah tersebut.

Mendesak pemerintah menghentikan seluruh aktivitas penambangan emas di Tanah Papua, khususnya Papua Barat, karena tidak hanya merusak lingkungan secara tak terkendali, juga menciptakan konflik sosial dan ekonomi di tingkat lokal.

Massa juga menyuarakan tolak Otsus Jilid II karena dinilai gagal menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat Papua.

Menuntut Presiden Prabowo Subianto segera menarik seluruh militer dari Kabupaten Tambrauw tanpa syarat.

Kehadiran militer di wilayah tersebut dianggap telah menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan masyarakat sipil, dan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

Menuntut pencabutan seluruh program PSN di wilayah Tanah Papua, karena selalu dilaksanakan tanpa konsultasi dengan masyarakat adat, serta berdampak kerusakan ekologis jangka panjang.

Mendesak penarikan militer non organik di seluruh Tanah Papua tanpa pengecualian. Kehadiran pasukan tambahan dinilai hanya memperbesar potensi konflik dan memperburuk situasi kemanusiaan.

Menuntut penutupan 12 tambang emas ilegal di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, yang telah merusak dan  mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Menuntut negara bertanggung jawab atas kerusakan hutan (deforestasi) di Tanah Papua. Tanggung jawab ini harus diwujudkan dalam bentuk pemulihan hutan yang tersisa dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat sebagai penjaga hutan.

Menolak pembangunan Bandara Antariksa di Kabupaten Biak Numfor, Papua yang berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat setempat serta merusak ekosistem setempat.

Menuntut penarikan militer dari Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang selama ini menjadi sumber ketegangan dan ketidaknyaman bagi masyarakat.

Mendesak pemerintah segera menyelesaikan seluruh kasus pengungsi internal di Tanah Papua, dan menjamin pemenuhan hak-hak dasar mereka termasuk pemenuhan hak pendidikan kesehatan, tempat tinggal serta keamanan.

Massa aksi kemudian membubarkan diri pada 18.30 WP, setelah aspirasi diserahkan kepada DPR Papua Barat dan Majelis Rakyat Papua Barat.

Selama demonstrasi berlangsung, arus lalu lintas di kawasan Wosi dari arah Sanggeng maupun sebaliknya, dialihkan ke jalur lain. (*)

Tags: aksi demonstrasikabupaten ManokwariMiliterismePSNSolidaritas Papua Bergerak
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

UMKM

UMKM di Manokwari gelar demonstrasi karena merasa ditelantarkan BGN

May 4, 2026
Migas

DBH Migas Papua Barat belum berpihak pada kabupaten penghasil

April 17, 2026

Usai berikan racun tikus, pemuda tega setubuhi mayat anak di Bintuni

April 14, 2026

Warinussy ingatkan Pemkab Teluk Bintuni risiko utang ke kontraktor

March 30, 2026

Perda larangan sudah ada, Wabup Fakfak akui penanganan Minol masih sulit

March 5, 2026

Masyarakat Adat keberatan investasi PT STM Agro Energi di Fakfak

March 3, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Nelayan Jayapura

Nelayan Jayapura terdampak rencana migas Northern Papua

May 8, 2026
Tewas ditembak

Lima warga Tembagapura dilaporkan tewas ditembak

May 8, 2026
Freeport

Freeport setor tambahan keuntungan Rp2,88 triliun ke Pemprov Papua Tengah

May 8, 2026
UGM

UGM sebut Papua sebagai daerah favorit mahasiswa untuk KKN

May 8, 2026
Pemprov Papua

Pemprov Papua gandeng UGM bangun SDM unggul

May 8, 2026
TPAKD

TPAKD berperan strategis percepat inklusi keuangan di Papua Tengah

May 8, 2026
RSUD Oksibil

RSUD Oksibil kini miliki ruang radiologi

May 8, 2026
Nobar Persipura

Gubernur Papua Tengah siapkan tiga lokasi nobar Persipura di Nabire

May 8, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Persipura

Persipura dapat suntikan semangat dari Gubernur jelang perburuan tiket promosi

May 7, 2026
IMG 20260506 WA0106

Sejumlah warga Puncak dilaporkan terluka karena ledakan bom di jenazah

May 7, 2026
Manokwari

Demonstran tolak PSN dan militerisme di Manokwari ditembaki gas air mata

May 8, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
WNA Australia

Tiga WNA Australia disidangkan di Merauke

May 7, 2026
Nelayan Jayapura

Nelayan Jayapura terdampak rencana migas Northern Papua

0
Tewas ditembak

Lima warga Tembagapura dilaporkan tewas ditembak

0
UGM

UGM sebut Papua sebagai daerah favorit mahasiswa untuk KKN

0
Pemprov Papua

Pemprov Papua gandeng UGM bangun SDM unggul

0
TPAKD

TPAKD berperan strategis percepat inklusi keuangan di Papua Tengah

0
Freeport

Freeport setor tambahan keuntungan Rp2,88 triliun ke Pemprov Papua Tengah

0
RSUD Oksibil

RSUD Oksibil kini miliki ruang radiologi

0

English Stories

A number of students from SMA Negeri 1 Kobakma in Mamberamo Tengah who were struck by gunfire while receiving medical treatment at a local hospital – IST
Pacnews

Seven High School students seportedly shot in Mamberamo Tengah

May 8, 2026
A group photo following the declaration of eight indigenous youth communities in Sorong Selatan on Tuesday (May 6, 2026). – Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Eight Indigenous Youth Communities established in South Sorong

May 8, 2026
Central Papua Governor Meki Nawipa (center) delivers a keynote address at a focus group discussion themed “Upstream-Downstream Integration Strategy for Gold Reserve Management Towards Sovereign Monetary Resilience” at a hotel in Jakarta, Tuesday (May 5, 2026) — Public Relations Office of the Central Papua Provincial Government
Pacnews

Indigenous Communities in Central Papua set to manage Natural Resources under People’s Mining Permit (IPR) scheme

May 7, 2026
Central Papua Governor Meki Nawipa (center) — Public Relations Office of the Central Papua Provincial Government
Pacnews

Central Papua Governor launches Enforcement Drive against Illegal Mining

May 7, 2026
Banfot
Pacnews

Banfot Villagers remain Internally Displaced

May 6, 2026

Trending

  • Nobar Persipura

    Gubernur Papua Tengah siapkan tiga lokasi nobar Persipura di Nabire

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persipura dapat suntikan semangat dari Gubernur jelang perburuan tiket promosi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejumlah warga Puncak dilaporkan terluka karena ledakan bom di jenazah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demonstran tolak PSN dan militerisme di Manokwari ditembaki gas air mata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara