Jayapura, Jubi – Sedikitnya tujuh warga Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah dilaporkan terluka karena ledakan benda yang diduga bom, Rabu (6/5/2026).
Para warga itu dilaporkan terluka saat hendak mengevakuasi jenazah seorang wanita bernama Tarling Wanimbo, warga Kampung Erenggobak, Distrik Omukia yang diduga tewas ditembak aparat keamanan saat berada di kebun pada 3 Mei 2026.
Sumber dalam rekaman video yang diterima Jubi mengatakan, pihaknya hendak mengevakuasi jenazah korban setelah mendapat izin dari kepolisian dan TNI di sana.
“Hari ini hari, Rabu tanggal 6 Mei 2026, dengan izin dari semua pihak keamanan Polres, Polsek dan Dandim [kami akan mengevakuasi jenazah korban]. Mereka mempersilahkan kami untuk mengamankan jenazah yang ada di atas (kebun). Ternyata jenazah itu dipasangkan bom,” kata sumber itu dalam rekaman video yang diterima Jubi, Rabu (6/5/2026) malam.
Menurut sumber itu, warga hendak mengevakuasi jenazah korban karena alasan kemanusiaan. Bukan karena maksud lain.
“Kami pergi dengan misi kemanusiaan, bukan maksud yang lain. Sebagai orang pegunungan, kami harus amankan jenazah itu sesuai dengan aturan adat dan budaya kami,” ucapnya.
“Dengan tujuan itu kami pergi. Tapi ternyata mayat itu dipasangi bom. Dari kejadian bom itu, kami ada beberapa orang terluka. Lima orang luka ringan dan dua orang luka berat,” ujar sumber itu lagi.
Katanya, salah satu korban yang terluka adalah sekretaris distrik dan kepala kampung (kepala desa) setempat. Sekretaris distrik terluka di tangan kiri, dan kepala kampung mengalami luka di hidung.
“Yang kami sesalkan adalah aparat keamanan. Kalau ada pasang bom, kenapa tidak beri tahu kami supaya kami pergi angkat jenazah itu dengan hati-hati. Ke depan, kalau ada kejadian serupa jangan lagi terulang seperti ini, karena yang pergi mengevakuasi itu adalah kami masyarakat dan pemerintah [kampung dan distrik], supaya kami juga tidak menjadi korban,” kata sumber itu.
Hingga kini belum ada konfirmasi kepada pemerintah setempat dan aparat keamanan mengenai insiden tersebut. (*)




Discussion about this post