Jayapura, Jubi – Masyarakat dipandang mesti berperan dalam merespons krisis narkoba dan HIV yang semakin meningkat di Fiji.
Ini disoroti Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong dalam diskusi meja bundar yang berfokus pada HIV dan narkoba.
Diskusi meja bundar tersebut menyoroti perlunya solusi yang didorong oleh komunitas, keterlibatan dan koordinasi yang lebih kuat, serta respons yang berlandaskan pada belas kasih, martabat, dan inklusi, seperti dikutip jubi.id dari laman internet, www.fijitimes.com.fj, Sabtu (9/5/2026).
Diskusi tersebut difasilitasi oleh James Bhagwan, sekretaris jenderal Konferensi Gereja-Gereja Pasifik.
Bhagwan menyerukan kepada para pemimpin untuk bekerja sama dalam membimbing warga Fiji dan keluarga mereka melewati tantangan yang semakin meningkat akibat HIV dan narkoba.
Wong mengatakan Australia tetap berkomitmen untuk berdialog dengan para pemimpin agama, kelompok masyarakat adat, dan komunitas terkait isu-isu bersama yang memengaruhi Fiji dan kawasan tersebut.
Ia juga menyambut baik perspektif yang dibagikan selama diskusi, dan mengatakan bahwa hal itu akan membantu memberikan informasi bagi dukungan berkelanjutan Australia terhadap respons nasional Fiji.
Diskusi yang diadakan di Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik di Suva ini mempertemukan perwakilan dari kelompok-kelompok berbasis agama dan komunitas untuk membahas tantangan seputar HIV dan narkoba di Fiji.
Para peserta diskusi mengakui bahwa kebijakan dan program hanya akan kuat jika didukung oleh komunitas yang menjalankannya.
Pemerintah Australia mengatakan melalui Kemitraan Vuvale, mereka akan terus bekerja sama dengan Fiji untuk mengatasi tantangan narkoba dan HIV. (*)























Discussion about this post