Jayapura, Jubi – Tiga tahun setelah pencabutan undang-undang media yang restriktif, Asosiasi Media Fiji (FMA) mengatakan bahwa kemajuan dalam kebebasan pers, meskipun menggembirakan, masih rapuh.
Dalam sebuah pernyataan untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, FMA mencatat bahwa Fiji telah membuat kemajuan signifikan dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia Reporters Without Borders (RSF), naik 16 peringkat menjadi peringkat ke-24 secara global pada 2026, naik dari peringkat ke-40 tahun lalu dan peringkat ke-84 pada 2023, seperti dikutip jubi.id dari laman internet, www.fijitimes.com.fj, Minggu (3/5/2026).
Asosiasi tersebut menyatakan gembira dengan peningkatan tersebut, dan menggambarkannya sebagai cerminan dari ketahanan para pekerja media dan meningkatnya pengakuan publik akan pentingnya jurnalisme independen.
“Prestasi ini, seharusnya tidak hanya dikaitkan dengan para pekerja media yang terus menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalisme independen. Tetapi juga kepada setiap orang di negara ini yang mengakui dan membela pentingnya media bebas untuk demokrasi yang sehat,” kata FMA.
Namun, asosiasi tersebut memperingatkan bahwa kemajuan yang telah dicapai masih rapuh, dan menegaskan bahwa tantangan mendasar terus mengancam perkembangan media.
“Meskipun ini adalah momen yang patut dirayakan, kami sangat menyadari berbagai ancaman terhadap pekerja media individu dan industri secara lebih luas,” bunyi pernyataan tersebut.
Komentar FMA muncul di tengah latar belakang global yang mengkhawatirkan, dengan indeks RSF menunjukkan bahwa lebih dari separuh negara di dunia kini diklasifikasikan memiliki kondisi ‘sulit’ atau ‘sangat sulit’ untuk kebebasan pers—tingkat terendah yang tercatat dalam sejarah indeks selama 25 tahun.
Asosiasi tersebut mengatakan bahwa kemajuan Fiji menunjukkan apa yang mungkin dicapai dengan reformasi dan dukungan kolektif, tetapi menekankan bahwa kewaspadaan berkelanjutan sangat penting untuk menjaga pencapaian baru-baru ini.
Berikut susunan pengurus Asosiasi Media Fiji antara lain, Presiden Rosi Doviverata, Wakil Presiden Fred Wesley, Sekretaris Jenderal Stanley Simpson, Asisten Sekretaris Jenderal Felix Chaudhary, Bendahara Vijay Narayan, Asisten Bendahara Stella Taoi, dan Anggota Eksekutif Reginald Chandar dan Makereta Komai.
Fiji Media Assosiation (FMA) dan Pacific Island Network Asosiation (PINA) juga menggunakan kesempatan hari Kebebasan Media se Dunia untuk mempromosikan KTT Media Pasifik ke-8 , yang akan diselenggarakan di Savusavu, Fiji pada 21–25 September 2026. (*)
























Discussion about this post