Jayapura, Jubi – Departemen Seni Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Divine Word, Madang Papua Nugini (PNG) memperingati Hari Kebebasan Media Sedunia, dengan menyelenggarakan program kesadaran terkoordinasi di tujuh sekolah di kota Madang, yang berfokus pada pentingnya kebebasan pers, hak asasi manusia, pembangunan, dan keamanan, Jumat (1/5/2026).
Tema peringatan tahun ini, “Membentuk Masa Depan yang Damai: Mempromosikan Kebebasan Pers untuk Hak Asasi Manusia, Pembangunan, dan Keamanan.”
Departemen ini memperluas jangkauannya di luar kampus, menyampaikan pesan langsung ke sekolah dasar dan menengah untuk melibatkan siswa muda serta meningkatkan kesadaran akan peran media dalam masyarakat, seperti dikutip jubi.id dari laman internet, tvwan.com.pg, Minggu (3/5/2026).
Inisiatif ini merupakan kegiatan yang dipimpin oleh mahasiswa, dan dipelopori oleh mahasiswa Seni Komunikasi tahun ketiga. Semua tingkatan kelas berpartisipasi dalam program tersebut, didukung oleh dosen dan tutor dari departemen.
Penyuluhan ini melibatkan kunjungan siswa ke tujuh sekolah di wilayah perkotaan Madang, termasuk Sekolah Dasar Kusbau, Sekolah Menengah Tusbab, Akademi Kristen Madang, Akademi Pembelajaran Mercy, Sekolah Internasional Madang, Sekolah Harian Lutheran, dan Sekolah Dasar Roh Kudus.
Di sana, siswa memberikan sesi yang dirancang untuk menyederhanakan konsep kebebasan media dan pentingnya, mendorong peserta untuk memahami bagaimana jurnalisme yang bertanggung jawab mendukung komunitas yang damai dan terinformasi.
Tujuan utama program ini adalah untuk membuat literasi media mudah diakses dan menarik, melalui kegiatan berbasis tim, permainan interaktif, dan drama pendek yang diperankan siswa.
Kegiatan-kegiatan ini membantu menerjemahkan ide-ide kompleks tentang kebebasan pers ke dalam skenario yang mudah dipahami.
Sesi pagi dimulai pukul 9:30 pagi pada Jumat, 1 Mei di sekolah-sekolah yang berpartisipasi. Kegiatan meliputi permainan pengenalan tim, pengenalan tema, dan diskusi tentang peran media dalam masyarakat. Siswa aktif terlibat dalam program ini, sementara sekolah-sekolah yang memilih sesi sore berakhir pukul 15:30.
Hari Kebebasan Pers se Dunia atau World Press Freedom Day (WPFD) 2026 diperingati pada 3 Mei 2026 dengan fokus pada adaptasi jurnalisme di tengah tantangan global yang berkelanjutan.
Berikut adalah poin-poin penting terkait freedom media pada Mei 2026, Tema & Konferensi: WPFD 2026 mengangkat tema penting mengenai peran pers berkualitas untuk masa depan yang damai dan adil.
Konferensi utama diselenggarakan oleh UNESCO di Lusaka, Zambia pada 4 Mei 2026. Perayaan di Indonesia: Salah satu perayaan World Press Freedom Day 2026 di Indonesia akan berlangsung di Jayapura, Papua, pada Senin 3 Mei di Kantor Gubernur Provinsi Papua. Perayaan ini dengan melibatkan insan pers dan mahasiswa.
Indeks Kebebasan Pers 2026, menurut laporan 2026 RSF World Press Freedom Index menyoroti kebebasan pers berada pada titik terendah dalam 25 tahun.Lebih dari setengah negara di dunia mengalami situasi “sulit” atau “sangat serius” bagi jurnalis.
Norwegia kembali menempati peringkat teratas selama 10 tahun berturut-turut, sementara Eritrea, Korea Utara, dan Tiongkok berada di posisi terendah.
Tantangan Utama: Kebebasan media menghadapi tekanan dari peningkatan pembunuhan jurnalis di zona perang, penggunaan hukum anti-terorisme, serta tekanan ekonomi yang melemahkan media kritis.
Pernyataan Uni Eropa menegaskan komitmennya untuk mendukung kebebasan media secara global, menegaskan bahwa pers yang bebas sangat penting bagi demokrasi. (*)
























Discussion about this post