Jayapura, Jubi – Fiji berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal dan peningkatan risiko kondisi kekeringan dalam beberapa bulan mendatang. Situasi iklim itu menunjukkan kemungkinan terjadinya fenomena El Nino pada tahun ini.
Peringatan ini telah dikeluarkan dalam Prakiraan Curah Hujan Tebu Fiji terbaru, yang dirilis oleh Layanan Meteorologi Fiji yang mencakup bulan Mei hingga Juli 2026 dan Juni hingga Agustus 2026, sebagaimana dikutip jubi.id dari laman internet, www.fijitimes.com.fj, Minggu (10/5/2026)
Menurut laporan tersebut, El Nino–Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada dalam fase netral, tetapi ada kemungkinan transisi ke El Niño selama periode Mei hingga Juli.
“Selama fenomena El Nino, Fiji kemungkinan akan mengalami curah hujan di bawah normal dan peningkatan risiko kondisi kekeringan,” begitu pernyataan dari Kantor Meteorologi.
Terlepas dari risiko El Niño yang sedang berkembang, Badan Meteorologi Fiji mengatakan bahwa dampak atmosfer yang masih terasa dari fase La Nina yang baru saja berakhir mungkin masih membawa kondisi yang lebih basah dari biasanya ke beberapa bagian negara selama beberapa bulan ke depan.
“Meskipun fenomena La Nina telah berakhir, pengaruhnya terhadap Fiji kemungkinan akan berlanjut selama beberapa bulan mendatang karena efek keterlambatannya dalam respons atmosfer terhadap perubahan kondisi laut, yang dapat mengakibatkan kemungkinan kondisi yang lebih basah dari biasanya di beberapa daerah,” catat laporan tersebut.
Prakiraan curah hujan untuk daerah penanaman tebu menunjukkan kondisi yang bervariasi di seluruh negeri.
Curah hujan 25mm hingga 50mm dari Olosara hingga Tagitagi
50mm hingga 100mm dari Vatukoula ke Penang 50mm hingga 100mm di seluruh area penanaman tebu di Vanua Levu
100mm hingga 150mm di Dobuilevu
Curah hujan diperkirakan akan mereda pada bulan Juni, dengan prakiraan yang menunjukkan:
0mm hingga 25mm dari Cuvu ke Tavua
25mm hingga 50mm di Olosara, Penang dan daerah perkebunan tebu di Vanua Levu
50mm hingga 100mm di Dobuilevu
Prakiraan cuaca bulan Juli menunjukkan:
Curah hujan 0 mm hingga 25 mm dari Olosara hingga Tavua. Curah hujan 25mm hingga 50mm di Penang, Dobuilevu, dan daerah penanaman tebu di Vanua Levu.
Untuk periode Juni hingga Agustus yang lebih luas, Fiji Met memperkirakan:
50mm hingga 100mm dari Olosara ke Tagitagi 100mm hingga 200mm dari Vatukoula ke Penang 100mm hingga 200mm melintasi area sabuk tebu Vanua Levu.
Kantor Meteorologi juga mengingatkan para petani dan masyarakat bahwa meskipun musim siklon tropis 2025–2026 hampir berakhir, siklon di luar musim masih mungkin terjadi dan tindakan pencegahan harus tetap diperhatikan. (*)






















Discussion about this post