Jayapura, Jubi – Masyarakat perlu berpaling kepada harapan di tengah masa-masa yang semakin sulit yang ditandai dengan meningkatnya inflasi, tekanan biaya hidup, dan krisis narkoba yang berkelanjutan.
Inilah pesan yang disampaikan oleh pendeta senior New Methodist Christian Fellowship Fiji, Ophia Sansara Sanday, selama Konferensi Global gereja tersebut di Suva, seperti dikutip jubi.id dari laman internet, www.fijitimes.com.fj, Sabtu (23/5/2026)
Pdt Sanday mengatakan konferensi tersebut bertujuan untuk membawa harapan kepada masyarakat dan mengingatkan mereka untuk berpaling kepada iman mereka selama masa-masa sulit.
“Kita tahu bahwa kita hidup di masa yang sangat sulit,” katanya.
“Keadaan tidak akan pernah mudah. Inflasi meningkat, harga-harga naik, biaya hidup meningkat. Sebaik apa pun pekerjaan yang Anda miliki, Anda tetap melihat orang-orang berjuang.”tambahnya.
“Jika ada sesuatu yang ingin kami tawarkan, itu adalah harapan.”katanya.
Pdt Sanday mengatakan bahwa pesan gereja adalah agar orang tidak merasa berkecil hati atau putus asa ketika menghadapi masalah keluarga, pernikahan, anak-anak, atau keuangan.
“Kami hanya ingin menegaskan bahwa Yesus adalah jawabannya.”katanya.
“Berpalinglah kepada-Nya. Orang tua kita mungkin tidak ada di sana, pendeta gereja kita mungkin tidak ada di sana, karena pada akhirnya, kita semua manusia, tetapi Tuhan ada di sana.”tambahnya.
Dia mengatakan Konferensi Global tahun ini diselenggarakan secara berbeda, dengan fokus yang lebih kuat pada keluarga.
Konferensi tersebut dibuka pada hari Minggu lalu sebelum dilanjutkan dengan program untuk kaum muda pada hari Senin, yang diikuti oleh lebih dari 1500 anak muda.
Ibu Sanday mengatakan program Selasa berfokus pada anak-anak, sementara Rabu dikhususkan untuk reuni para misionaris yang melibatkan mereka yang saat ini melayani dan mereka yang telah melayani dari tahun 2005 hingga 2026.
Dia mengatakan bahwa hari Kamis difokuskan pada pria dan anak laki-laki, sementara Jumat malam dikhususkan untuk wanita dan anak perempuan.
Malam resmi terakhir konferensi tersebut dikhususkan untuk pasangan dan juga berfungsi sebagai upacara penutupan.
Sanday mengatakan bahwa kebaktian hari Minggu (hari ini) akan menjadi kebaktian perpisahan, di mana para anggota akan berkumpul untuk beribadah bersama sebelum meninggalkan Suva. (*)























Discussion about this post