Jayapura, Jubi – Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua menggelar Super Studentpreneur Batch 5, yang merupakan program pengembangan karir dan kewirausahaan mahasiswa Uncen, dan berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura, Papua, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha, membekali keterampilan bisnis, dan mendorong lahirnya wirausaha muda lokal Papua yang mandiri dan berdaya saing.
Wakil Rektor III Universitas Cenderawasih Dr. Septinus Saa mengatakan kegiatan Studentpreneur Batch 5 ini, untuk memberikan penguatan kapasitas mahasiswa dalam menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, sehingga terus mendorong penguatan kapasitas mahasiswa melalui berbagai program pengembangan kewirausahaan dan kepemimpinan.
Katanya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang usaha secara mandiri.
“Kita harus mempersiapkan lulusan yang tidak hanya mampu memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan studi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui kegiatan kewirausahaan dan usaha produktif lainnya,” kata Septinus Saa.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kapasitas masyarakat Papua, melalui penguatan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing.
Selain itu program ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama atau IKU perguruan tinggi yang menargetkan lulusan mampu bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha dalam waktu singkat setelah menyelesaikan studi.
Selama pelaksanaan kegiatan tiga hari, para peserta akan mendapatkan materi dari sejumlah narasumber serta mendengarkan testimoni alumni yang telah berhasil mengembangkan usaha maupun karier di berbagai bidang.
“Kami berharap dari materi yang diberikan melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan dan motivasi untuk terus mengembangkan kapasitas diri serta memperkuat kemampuan berwirausaha,” ucapnya.
Ia mengatakan, penting menumbuhkan semangat inovasi di kalangan mahasiswa, agar lulusan perguruan tinggi tidak menjadi pengangguran intelektual.
Mahasiswa harus mampu membaca peluang, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya yang ada di Papua.
Katanya, berbagai potensi yang terdapat di wilayah pesisir, kepulauan, dan pegunungan dapat dikembangkan menjadi sektor ekonomi yang produktif, mulai dari perikanan, pertanian, perkebunan, hingga peternakan.
“Papua memiliki sumber daya yang sangat besar. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah maupun melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan dapat kembali ke daerah asalnya dan mengembangkan potensi yang ada sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengembangan kewirausahaan mahasiswa merupakan salah satu langkah strategis untuk membantu mengurangi angka pengangguran dan memutus rantai kemiskinan di Papua.
Selain itu mahasiswa yang telah memiliki kemampuan dan kesiapan, perlu didorong mengikuti berbagai kompetisi dan program kewirausahaan di tingkat nasional.
Sebab, yang diinginkan mahasiswa Papua tidak hanya berkembang di tingkat lokal, juga mampu bersaing dan berprestasi pada tingkat nasional.
“Peserta harus memanfaatkan kesempatan yang ada sebagai sarana belajar, dan mengembangkan potensi diri untuk masa depan Papua yang lebih maju dan mandiri,” katanya.
Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Uncen, Kurniawan Patma mengatakan kegiatan ini diikuti sekitar 50 tim dari berbagai fakultas.
Menurutnya kegiatan ini untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekosistem kewirausahaan yang telah dijalankan secara berkelanjutan di lingkungan Universitas Cenderawasih.
“Perubahan dan kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan tidak hanya dilakukan melalui aksi di lapangan, tetapi juga melalui karya dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Kurniawan Patma.
Ia mengatakan, bahwa berbagai program pengembangan kapasitas yang pernah dijalankan telah menghasilkan puluhan alumni. Mereka kini aktif bergerak dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan usaha, hingga pengelolaan badan usaha berbasis masyarakat adat.
Katanya, program kewirausahaan mahasiswa di Uncen terus berkembang sejak mulai dijalankan secara lebih terstruktur pada 2022. Program tersebut meliputi pelatihan, pendampingan usaha, bantuan modal, serta fasilitasi promosi dan pemasaran produk mahasiswa.
Mahasiswa tidak hanya diberikan pelatihan, juga mendapatkan dukungan permodalan dan pendampingan yang secara bertahap melalui sistem evaluasi. Tujuannya agar usaha yang dijalankan benar-benar berkembang dan berkelanjutan.
Selain pelatihan dan bantuan modal, Uncen juga mengembangkan berbagai kegiatan pendukung, termasuk festival kewirausahaan sebagai wadah promosi produk mahasiswa.
Produk dan karya mahasiswa juga didorong untuk dipublikasikan dalam bentuk katalog maupun karya ilmiah yang dapat dipublikasikan pada jurnal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tahun ini, universitas juga memberikan perhatian khusus kepada tim mahasiswa yang berpotensi mengikuti kompetisi kewirausahaan tingkat nasional. Lembaga berkomitmen memberikan dukungan dan fasilitasi bagi tim yang berhasil lolos dalam berbagai ajang kompetisi,” ucapnya. (*)


























Discussion about this post